123Berita – 05 April 2026 | Menjelang laga pekan keempat Liga 1 2026/2027, manajer Persija Jakarta, Herry Kurniawan, mengungkapkan tekad kuat timnya untuk mengembalikan performa positif setelah mengalami beberapa hasil kurang memuaskan. Fokus utama Herry kini tertuju pada pertemuan melawan Bhayangkara FC, tim yang belakangan ini menunjukkan serangkaian kemenangan beruntun dan kian menebar aura “on fire” di kompetisi domestik.
Persija Jakarta saat ini berada di peringkat ke-6 klasemen dengan 8 poin, sementara Bhayangkara FC menduduki posisi ke-3 dengan 12 poin setelah mengamankan tiga kemenangan beruntun. Statistik tersebut menjadi indikator jelas bahwa Bhayangkara sedang berada dalam kondisi optimal, baik secara taktis maupun fisik. Namun, Herry menegaskan bahwa angka tidak dapat menutup kemungkinan kebangkitan Persija.
Dalam sesi tanya jawab, manajer tersebut menyinggung beberapa faktor kunci yang akan menjadi fokus latihan tim menjelang pertandingan. Pertama, pressing tinggi untuk mengganggu alur permainan lawan. Kedua, perbaikan posisi pemain sayap yang selama ini sering terjebak dalam zona offside. Ketiga, peningkatan efektivitas di lini depan, terutama dalam memanfaatkan peluang bola mati.
“Kami telah menganalisis video pertandingan Bhayangkara selama tiga pekan terakhir. Pola serangan mereka sangat terorganisir, dengan peran playmaker yang mengalirkan bola cepat ke depan. Oleh karena itu, kami akan menyiapkan skema pertahanan zona yang lebih rapat serta menyiapkan penyerang sayap untuk melakukan cut‑inside dan memanfaatkan ruang di sisi tengah,” jelas Herry.
Selain aspek taktik, manajer Persija juga menyinggung kondisi kebugaran pemain. Beberapa pemain inti, seperti Markus Haris dan Rizky Pratama, baru saja pulih dari cedera otot ringan. “Mereka sudah kembali ke sesi latihan penuh, dan kami memberikan beban latihan yang terukur agar tidak terjadi kambuh. Kesiapan fisik mereka menjadi poin penting mengingat intensitas laga melawan tim yang sedang dalam performa puncak,” tambahnya.
Tak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, Herry juga menekankan pentingnya mental juara. Menurutnya, sikap percaya diri harus dimulai dari ruang ganti, kemudian terbawa ke lapangan. “Kami tidak akan terintimidasi dengan status Bhayangkara yang on fire. Setiap pemain harus memiliki keyakinan bahwa mereka mampu mengeksekusi rencana permainan yang telah kami susun,” katanya.
Berita persiapan ini disambut antusias oleh suporter Persija, terutama kelompok Jakmania, yang menantikan aksi tim kesayangan mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Banyak yang berharap strategi baru yang disiapkan manajer dapat memicu kebangkitan kembali serangan Persija, yang selama ini dianggap terlalu bergantung pada satu atau dua pemain penyerang utama.
Di sisi lain, Bhayangkara FC juga tidak menyepelekan ancaman yang datang. Pelatih mereka, Andi Prasetyo, menyatakan bahwa timnya akan tetap menegakkan pola permainan menyerang cepat dan menekan tinggi. “Kami sudah merasakan kepercayaan diri meningkat setelah tiga kemenangan beruntun. Namun, kami tetap menghormati lawan dan menyiapkan diri untuk pertandingan yang berat,” ujar Andi dalam konferensi pers terpisah.
Persaingan antara dua klub besar ini diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada pekan ini. Dengan keduanya memiliki tujuan jelas—Persija ingin memulihkan diri, sementara Bhayangkara berupaya mempertahankan momentum—para pengamat sepak bola menilai bahwa hasil akhir sangat bergantung pada kemampuan kedua pelatih dalam mengadaptasi taktik selama pertandingan.
Sejumlah pakar sepak bola, termasuk Johan Satria dari media olahraga nasional, menilai bahwa kemenangan Persija akan sangat dipengaruhi pada fase transisi. “Jika Persija dapat menguasai bola di tengah lapangan dan memanfaatkan kecepatan sayap mereka, mereka memiliki peluang besar untuk memecah pertahanan Bhayangkara yang biasanya menumpuk pada tiga pemain belakang,” ujarnya.
Untuk menambah semangat, manajer Persija menyatakan bahwa klub akan mengadakan sesi motivasi khusus bagi pemain muda yang baru dipromosikan ke tim utama. Hal ini diharapkan dapat menambah dinamika positif dan memberi energi tambahan pada skuad utama.
Menutup pernyataannya, Herry menegaskan kembali komitmen tim: “Kami tidak hanya ingin sekadar menghindari kekalahan, tetapi kami ingin memberikan penampilan yang menginspirasi. Jika kami dapat kembali ke jalur kemenangan, itu akan menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan kepercayaan diri dapat mengalahkan segala rintangan,” tutupnya dengan penuh semangat.





