Maia Estianty Nikmati Sensasi Daging Kuda di Kazakhstan: Liburan Kuliner Eksotis yang Membuat Geger

Maia Estianty Nikmati Sensasi Daging Kuda di Kazakhstan: Liburan Kuliner Eksotis yang Membuat Geger
Maia Estianty Nikmati Sensasi Daging Kuda di Kazakhstan: Liburan Kuliner Eksotis yang Membuat Geger

123Berita – 09 April 2026 | Maia Estianty, penyanyi sekaligus produser musik yang dikenal lewat karya-karya pop Indonesia, baru-baru ini menambah daftar pengalaman kuliner internasionalnya saat berlibur ke Kazakhstan. Perjalanan yang semula direncanakan sebagai pelarian dari rutinitas kota besar berubah menjadi petualangan rasa yang tak terlupakan ketika sang artis mencoba steak daging kuda, sebuah hidangan yang cukup kontroversial di beberapa budaya.

Berangkat dari Jakarta, Maia dan timnya menghabiskan beberapa hari di ibu kota Kazakhstan, Nur-Sultan, serta kota-kota lain yang terkenal dengan tradisi berkuda. Selama berada di negara tersebut, mereka tidak hanya menyaksikan pertunjukan kuda Akhal-Teke yang terkenal dengan kilau peraknya, tetapi juga diajak mencicipi beragam menu tradisional yang menggunakan daging kuda sebagai bahan utama.

Bacaan Lainnya

Steak yang disajikan memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan daging sapi biasa, dengan rasa yang agak manis dan sedikit earthy. Chef restoran menambahkan bumbu tradisional Kazakhstan berupa garam batu, lada hitam, dan sedikit rempah herbal lokal untuk menonjolkan cita rasa alami daging. Maia mengaku terkejut dengan kelezatan steak tersebut, bahkan ia mengaku “ketagihan” dan meminta porsi kedua sebelum melanjutkan agenda turnya.

Pengalaman kuliner ini tidak hanya menjadi cerita seru di media sosial sang artis, tetapi juga membuka diskusi tentang kebiasaan makan daging kuda di dunia. Di negara-negara seperti Mongolia, Kazakhstan, dan sebagian wilayah Eropa Timur, daging kuda dianggap sebagai sumber protein berkualitas tinggi dan bahkan memiliki nilai simbolis dalam tradisi berkuda. Sebaliknya, di banyak negara lain, terutama di Asia Tenggara, daging kuda masih dipandang tabu atau tidak lazim dikonsumsi.

Berbeda dengan kebiasaan makan daging sapi atau ayam yang lebih universal, daging kuda di Kazakhstan biasanya disajikan dalam berbagai bentuk, mulai dari steak panggang, sosis, hingga sup tradisional yang disebut “beshbarmak”. Konsumen lokal menganggap daging kuda lebih ringan dan mudah dicerna, serta kaya akan asam lemak omega-3. Selain itu, daging ini juga dianggap memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan stamina dan mempercepat pemulihan setelah berolahraga.

Selama liburannya, Maia tidak hanya menikmati kuliner, tetapi juga menjelajahi keindahan alam Kazakhstan. Ia mengunjungi padang rumput luas yang menjadi habitat kuda liar, serta mengikuti tur balapan kuda tradisional yang melibatkan kompetisi cepat di trek berpasir. Pengalaman ini menambah kedalaman pemahaman sang artis tentang hubungan budaya masyarakat setempat dengan hewan berkuda, yang sekaligus menjadi inspirasi bagi penampilannya di panggung musik.

Di balik kegembiraannya, Maia juga menyadari pentingnya menghormati kebiasaan lokal. “Saya selalu berusaha untuk menghargai tradisi dan cara hidup setempat. Jika makanan itu menjadi bagian penting dalam budaya mereka, saya rasa wajar bila saya mencobanya,” ujarnya. Sikap tersebut mendapat apresiasi positif dari para pengikutnya, yang melihatnya tidak hanya sekadar selebritas yang mencari sensasi, melainkan juga sebagai pelancong yang terbuka pada pengalaman baru.

Pengalaman kuliner eksotis ini menjadi sorotan media Indonesia, terutama karena Maia adalah sosok publik yang memiliki jutaan penggemar. Banyak netizen yang menanggapi dengan antusias, ada yang menyarankan untuk mencoba lebih banyak menu khas Kazakhstan, sementara yang lain mengingatkan tentang pentingnya memperhatikan standar kebersihan dan keamanan makanan saat mencoba hidangan baru.

Secara keseluruhan, liburan Maia Estianty ke Kazakhstan tidak hanya sekadar mengisi waktu luang, melainkan juga memperkaya wawasan kuliner dan budaya. Menikmati steak daging kuda menjadi bukti keberaniannya untuk melangkah keluar dari zona nyaman, serta menumbuhkan rasa ingin tahu yang dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih terbuka terhadap ragam rasa dunia. Pengalaman ini sekaligus menegaskan bahwa perjalanan kuliner dapat menjadi jendela untuk memahami nilai-nilai tradisional sekaligus menciptakan kenangan tak terlupakan.

Dengan menutup kunjungan di Kazakhstan, Maia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada penduduk lokal yang telah menyambutnya dengan hangat, serta berharap dapat kembali suatu hari nanti untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi keunikan kuliner negara tersebut. Ia menambahkan, “Setiap negara memiliki cerita rasa yang berbeda, dan saya beruntung bisa menjadi bagian kecil dari cerita itu.”

Pos terkait