Macet Hebat di Jalan Harsono RM Saat Libur Panjang Paskah, Pengendara di Kawasan Ragunan Tersendat

Macet Hebat di Jalan Harsono RM Saat Libur Panjang Paskah, Pengendara di Kawasan Ragunan Tersendat
Macet Hebat di Jalan Harsono RM Saat Libur Panjang Paskah, Pengendara di Kawasan Ragunan Tersendat

123Berita – 04 April 2026 | Jakarta Selatan – Menjelang libur panjang Paskah, kepadatan lalu lintas di kawasan Ragunan meningkat tajam, terutama pada ruas Jalan Harsono RM yang menjadi jalur utama penghubung antara Mampang dan area ragunan. Pada hari Senin, 4 April 2026, para pengendara melaporkan kondisi jalan yang hampir terhenti sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari.

Pengamat transportasi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa fenomena kemacetan ini bukanlah hal baru pada musim libur panjang. “Setiap kali ada libur nasional atau keagamaan yang memperpanjang hari kerja, ruas-ruas yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan rekreasi seperti Ragunan selalu mengalami tekanan. Namun pada Paskah tahun ini, intensitasnya lebih tinggi karena banyaknya kegiatan keagamaan yang bertepatan dengan liburan sekolah,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Faktor lain yang memperparah kondisi adalah terbatasnya alternatif rute alternatif. Jalan Harsono RM merupakan satu-satunya jalan utama yang menghubungkan kawasan Mampang dengan Ragunan secara langsung, sementara jalur alternatif seperti Jalan Taman Sari atau Jalan Pintu Air berada di zona rezoning yang masih dalam proses perbaikan. Akibatnya, kendaraan yang biasanya beralih ke jalur sekunder terpaksa menumpuk di jalan utama.

Pengendara yang terjebak dalam kemacetan melaporkan waktu tempuh yang meningkat drastis. Seorang pengguna sepeda motor, Rudi Hartono (35), mengaku menempuh jarak 5 kilometer yang biasanya memakan waktu 10 menit menjadi lebih dari satu jam. “Saya sempat mencari jalan alternatif, namun semua tersumbat. Bahkan kendaraan besar seperti bus pariwisata pun harus menunggu lama,” katanya.

Sementara itu, pihak kepolisian lalu lintas (Polantas) menegaskan bahwa mereka telah menambah unit pengatur lalu lintas di persimpangan utama sepanjang Jalan Harsono RM. Namun, upaya tersebut belum cukup mengatasi lonjakan kendaraan. Polantas menambahkan bahwa mereka sedang memantau situasi secara real-time melalui kamera CCTV dan siap melakukan penyesuaian signal bila diperlukan.

Berbagai pihak menyarankan beberapa langkah mitigasi untuk mengurangi beban kemacetan pada libur panjang berikutnya. Di antaranya, meningkatkan frekuensi layanan transportasi umum, khususnya bus kota yang melayani rute Mampang‑Ragunan, serta menambah layanan taksi daring khusus pada jam-jam sibuk. Selain itu, Dinas Perhubungan berencana mengoptimalkan penggunaan jalur sepeda sebagai alternatif bagi pengguna sepeda motor dan sepeda.

Selain upaya infrastruktur, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya manajemen waktu perjalanan juga menjadi sorotan. “Jika para pengendara dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan, misalnya berangkat lebih awal atau menunda perjalanan sampai sore menjelang malam, tekanan pada titik-titik rawan dapat berkurang secara signifikan,” ujar Budi Santoso.

Para pengelola kawasan Ragunan juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan otoritas kota untuk mengatur alur masuk pengunjung. Salah satu usulan adalah penerapan sistem tiket masuk berbasis waktu, sehingga arus pengunjung dapat tersebar merata selama hari libur.

Dalam jangka menengah, rencana pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Mampang langsung ke Jalan Cilandak Tengah tengah berada dalam tahap perencanaan. Proyek tersebut diharapkan dapat mengalihkan sebagian volume kendaraan dari Jalan Harsono RM, sekaligus meningkatkan konektivitas antar wilayah selatan Jakarta.

Secara keseluruhan, kemacetan di Jalan Harsono RM pada libur panjang Paskah mencerminkan tantangan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks. Dengan sinergi antara pemerintah, penyedia layanan transportasi, dan masyarakat, diharapkan solusi jangka pendek dan jangka panjang dapat diterapkan secara efektif untuk mengurangi dampak kemacetan di masa mendatang.

Dengan demikian, para pengguna jalan diharapkan dapat menyesuaikan rencana perjalanan, memanfaatkan transportasi umum, dan mengikuti informasi lalu lintas secara berkala demi kelancaran mobilitas selama libur panjang.

Pos terkait