Ma Dong Seok Ucapkan Terima Kasih pada Pemprov DKI atas Dukungan Syuting ‘Extraction: Tygo’ di Kota Tua Jakarta

Ma Dong Seok Ucapkan Terima Kasih pada Pemprov DKI atas Dukungan Syuting 'Extraction: Tygo' di Kota Tua Jakarta
Ma Dong Seok Ucapkan Terima Kasih pada Pemprov DKI atas Dukungan Syuting 'Extraction: Tygo' di Kota Tua Jakarta

123Berita – 07 April 2026 | Seorang aktor internasional yang tengah naik daun, Ma Dong Seok, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas segala bantuan yang diberikan selama proses produksi film aksi berjudul Extraction: Tygo. Film ini, yang merupakan lanjutan dari serial populer Extraction di platform streaming Netflix, dipilih untuk mengambil latar utama di kawasan bersejarah Kota Tua, menambah nilai estetika sekaligus menantang tim produksi dalam mengelola logistik di area yang padat.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial, Ma Dong Seok menekankan betapa pentingnya kerja sama antara tim produksi dan otoritas setempat. “Saya sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang telah memberikan izin, memfasilitasi akses lokasi, serta membantu mengatur lalu lintas selama proses syuting. Tanpa dukungan ini, kami tidak akan mampu menampilkan keindahan Kota Tua secara autentik,” ujarnya dengan nada penuh apresiasi.

Bacaan Lainnya

Film Extraction: Tygo direncanakan menampilkan aksi-aksi menegangkan di tengah-tengah jalan berbatu, pasar tradisional, serta bangunan kolonial yang menjadi ikon budaya Jakarta. Pengambilan gambar berlangsung selama dua minggu, melibatkan ratusan kru lokal, pemeran pendukung, serta sejumlah warga yang menjadi latar belakang dalam adegan-adegan tertentu.

Berikut adalah beberapa bentuk dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama proses syuting:

  • Pengurusan izin lokasi secara cepat dan tanpa hambatan.
  • Koordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas dan menjamin keamanan area syuting.
  • Penyediaan fasilitas kebersihan dan sanitasi bagi kru produksi.
  • Penunjukan petugas lapangan yang membantu dalam penataan set dan pengawasan keamanan.
  • Promosi bersama melalui kanal media pemerintah untuk meningkatkan eksposur film.

Produser film, Lee Jae‑ho, menyatakan kepuasannya terhadap respons positif warga setempat. “Kami mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Tua. Banyak yang antusias menjadi bagian dari proses kreatif, bahkan ada yang menawarkan ide-ide kreatif untuk memperkaya visual film,” ujarnya.

Selain dampak positif bagi industri film, syuting ini juga memberikan kontribusi ekonomi bagi pelaku usaha mikro di sekitar lokasi. Pedagang kaki lima, penyedia katering, serta pemilik toko souvenir melaporkan peningkatan penjualan selama periode produksi. Salah satu pedagang kopi, Budi, mengatakan, “Selama dua minggu terakhir, banyak kru yang membeli kopi dan makanan di kedai kami. Ini membantu kami menambah pendapatan di masa sulit.”

Penggunaan latar Kota Tua juga menimbulkan diskusi mengenai pelestarian heritage. Pemerintah daerah menegaskan bahwa semua aktivitas syuting dilakukan dengan memperhatikan regulasi pelestarian bangunan bersejarah, dan tidak ada kerusakan yang dilaporkan. “Kami memastikan bahwa setiap adegan di lokasi tidak mengganggu struktur bangunan maupun nilai sejarahnya,” tambah juru bicara dinas kebudayaan.

Film Extraction: Tygo dijadwalkan rilis pada kuartal keempat tahun ini, dengan ekspektasi penonton global yang tinggi mengingat popularitas franchise sebelumnya. Diharapkan kehadiran film ini dapat menambah citra Jakarta sebagai kota yang ramah bagi produksi internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri perfilman dunia.

Kesimpulannya, kolaborasi antara tim produksi film Extraction: Tygo dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan sinergi yang menguntungkan bagi semua pihak. Dari dukungan logistik, promosi pariwisata, hingga dampak ekonomi lokal, semua elemen bekerja selaras untuk menghasilkan karya sinematik yang tidak hanya menghibur, namun juga memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Jakarta kepada penonton global. Rasa terima kasih Ma Dong Seok menjadi simbol penghargaan terhadap kerja keras dan profesionalisme otoritas setempat, serta menegaskan komitmen bersama untuk terus mengangkat profil Indonesia di kancah perfilman internasional.

Pos terkait