123Berita – 06 April 2026 | Jawa Barat, 5 April 2026 – Konglomerasi properti Liphu Karawaci resmi menambah portofolio asetnya di Indonesia Timur dengan mengakuisisi Hotel Aryaduta Manado serta pusat perbelanjaan Lippo Plaza Baubau. Kedua aset strategis ini diselesaikan dalam satu rangkaian transaksi bernilai sekitar Rp700 miliar, menandai langkah signifikan perusahaan dalam memperkuat kehadiran di wilayah Sulawesi.
Akusisi Hotel Aryaduta Manado, yang terletak di jantung kota Manado, memberikan Lippo Karawaci kendali atas properti perhotelan bintang lima dengan kapasitas lebih dari 200 kamar, ruang pertemuan kelas internasional, serta fasilitas rekreasi yang telah lama menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara. Sementara itu, Lippo Plaza Baubau, sebuah kompleks ritel berukuran menengah yang melayani lebih dari 30.000 pengunjung harian, kini berada di bawah manajemen grup Lippo, membuka peluang sinergi antara sektor perhotelan dan ritel di wilayah tersebut.
Transaksi senilai Rp700 miliar tersebut mencakup pembayaran tunai serta penyesuaian ekuitas, yang mencerminkan nilai pasar aktual dari kedua properti serta prospek pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara dan Tenggara. Menurut data internal Lippo Karawaci, ekspektasi pendapatan bersih tahunan dari gabungan kedua aset diproyeksikan mencapai Rp120 miliar, dengan tingkat hunian hotel yang diperkirakan stabil di atas 80 persen.
Berikut adalah rincian nilai transaksi:
| Aset | Nilai Transaksi (Rp Miliar) |
|---|---|
| Hotel Aryaduta Manado | 420 |
| Lippo Plaza Baubau | 280 |
| Total | 700 |
Langkah akuisisi ini tidak lepas dari latar belakang strategi ekspansi Lippo Karawaci yang telah menargetkan peningkatan pangsa pasar di wilayah Indonesia Timur selama lima tahun ke depan. Dalam sebuah pernyataan resmi, Presiden Direktur Lippo Karawaci, Budi Hartono, menegaskan bahwa “investasi ini adalah bagian dari visi jangka panjang kami untuk mengembangkan ekosistem properti yang terintegrasi, mulai dari perhotelan, ritel, hingga pengembangan kawasan industri di Sulawesi.”
Pengembangan lebih lanjut di kedua lokasi diproyeksikan meliputi renovasi kamar hotel dengan standar teknologi smart‑room, penambahan fasilitas kebugaran, serta revitalisasi area food‑court di Lippo Plaza Baubau untuk menyesuaikan selera konsumen muda. Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah aset serta memperkuat daya tarik investasi bagi mitra lokal dan internasional.
Ekonomi Sulawesi sendiri berada pada fase pertumbuhan yang cukup menjanjikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Sulawesi Utara tumbuh rata‑rata 6,2 persen per tahun sejak 2022, didorong oleh sektor pariwisata, perikanan, dan pertambangan. Sementara itu, Sulawesi Tenggara mencatat peningkatan investasi infrastruktur yang signifikan, khususnya dalam pengembangan pelabuhan dan jaringan transportasi darat. Kedua faktor ini menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pelaku properti skala besar seperti Lippo Karawaci.
- Penguatan jaringan hotel di Sulawesi Utara meningkatkan kapasitas akomodasi bagi wisatawan bisnis dan leisure.
- Integrasi pusat perbelanjaan dengan jaringan hotel membuka peluang cross‑selling dan meningkatkan traffic konsumen.
- Penambahan fasilitas modern di kedua aset diharapkan meningkatkan rata‑rata lama tinggal (average length of stay) dan nilai transaksi per pengunjung.
Para analis pasar menilai bahwa akuisisi ini dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor properti di wilayah timur Indonesia, terutama bila diiringi dengan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi luar negeri serta kemudahan perizinan. Salah satu analis senior di kantor riset Properti Indo‑Asia, Rina Suryani, menyebutkan, “Lippo Karawaci tidak hanya sekadar membeli properti, melainkan menanamkan ekosistem bisnis yang dapat menghasilkan sinergi antar sektor, yang pada gilirannya akan mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah.”
Dalam jangka menengah, Lippo Karawaci menargetkan untuk menambah tiga hingga empat aset properti strategis di Sulawesi, mencakup sektor apartemen, kantor, dan logistik. Upaya ini sejalan dengan rencana diversifikasi portofolio perusahaan yang selama lima tahun terakhir telah mengalihkan fokus utama dari wilayah Jawa dan Sumatera ke pasar-pasar yang masih berkembang di bagian timur kepulauan.
Keseluruhan, akuisisi Hotel Aryaduta Manado dan Lippo Plaza Baubau menandai tonggak penting dalam strategi pertumbuhan Lippo Karawaci, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain utama dalam industri properti Indonesia. Dengan nilai transaksi mencapai Rp700 miliar, langkah ini tidak hanya meningkatkan aset perusahaan, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian regional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan pajak, dan pengembangan infrastruktur pendukung.





