123Berita – 07 April 2026 | Keluhan warga di wilayah Jakarta Selatan terus memuncak seiring dengan kegagalan dua lift di Jalur Penyeberangan Orang (JPO) strategis, yaitu di Tapal Kuda dan Lenteng Agung. Kedua fasilitas angkut vertikal yang seharusnya memudahkan pergerakan pejalan kaki antara sisi timur dan barat Jalan Tol Jakarta‑Cikampek kini tak dapat beroperasi, menimbulkan hambatan signifikan bagi ribuan pengguna setiap harinya.
Sementara itu, lift di JPO Tapal Kuda juga dilaporkan tidak berfungsi. Penyebab pastinya belum dipublikasikan secara rinci, namun warga mengaku sudah menunggu perbaikan selama lebih dari dua minggu. Keluhan ini semakin intens ketika jam sibuk tiba, ketika ribuan komuter harus menyeberang menggunakan tangga darurat yang kurang aman, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Berbagai kanal media sosial dan grup komunitas lokal dipenuhi komentar protes. Warga menuntut kejelasan jadwal perbaikan, mengingat lift tersebut merupakan fasilitas publik yang dibiayai oleh anggaran daerah. Beberapa warga bahkan menyebutkan pengalaman pribadi, seperti harus menunggu hingga 30 menit untuk menuruni tangga saat lift tidak beroperasi, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Pemprov DKI Jakarta menanggapi situasi ini melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Senin, pejabat Dinas Perhubungan mengonfirmasi bahwa kedua lift sedang dalam proses evaluasi teknis. “Kami telah mengirim tim inspeksi ke lokasi JPO Tapal Kuda dan Lenteng Agung. Hasil sementara menunjukkan bahwa lift di Lenteng Agung membutuhkan penggantian suku cadang utama, sementara lift di Tapal Kuda memerlukan perbaikan sistem kontrol listrik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Budi Santoso.
- Penggantian suku cadang lift Lenteng Agung diperkirakan memakan waktu 7‑10 hari kerja, tergantung kecepatan pengiriman dari produsen.
- Perbaikan lift Tapal Kuda dijadwalkan selesai dalam 5 hari kerja setelah penyediaan komponen pengganti.
- Pemprov DKI berjanji menambah tenaga kerja teknis di lapangan untuk mempercepat proses.
- Selama masa perbaikan, tim keamanan akan meningkatkan pengawasan pada jalur tangga darurat untuk mencegah kecelakaan.
Selain langkah teknis, Pemprov DKI juga menekankan pentingnya transparansi kepada publik. “Kami akan menyediakan update berkala melalui situs resmi DKI serta kanal media sosial resmi. Setiap warga berhak mendapatkan informasi yang akurat tentang progres perbaikan,” tegas Budi Santoso.
Pengguna JPO di wilayah tersebut diharapkan dapat memanfaatkan alternatif jalur penyeberangan lain, seperti JPO Cipinang atau JPO Cawang, hingga perbaikan selesai. Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol keselamatan saat menggunakan tangga darurat, terutama pada malam hari ketika pencahayaan kurang optimal.
Keluhan warga ini mencerminkan tantangan infrastruktur transportasi publik di Jakarta, terutama pada fasilitas penyeberangan yang mengandalkan sistem mekanik kompleks. Sejumlah ahli transportasi menilai bahwa pemeliharaan rutin dan pengadaan suku cadang yang memadai harus menjadi prioritas untuk menghindari gangguan serupa di masa depan.
Secara keseluruhan, respons cepat dan koordinasi lintas sektor antara Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, serta penyedia layanan teknis diharapkan dapat memulihkan fungsi lift JPO Tapal Kuda dan Lenteng Agung dalam waktu singkat. Warga pun menantikan hasil konkret, mengingat peran penting lift tersebut dalam memperlancar mobilitas harian jutaan penduduk Jakarta.
Dengan upaya perbaikan yang terstruktur dan komunikasi terbuka, diharapkan kepercayaan publik terhadap layanan transportasi publik dapat pulih, sekaligus memberikan pelajaran bagi pengelola infrastruktur lainnya untuk meningkatkan standar pemeliharaan dan responsif terhadap keluhan masyarakat.





