123Berita – 10 April 2026 | Krisna Bayu kembali menegaskan posisinya sebagai pimpinan tertinggi Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) untuk periode 2026-2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Sidang Umum Pengurus Pusat. Kemenangan yang diraih secara konsensus ini menandai kelanjutan kepemimpinan yang telah ia bangun sejak pertama kali menjabat, sekaligus membuka lembaran baru bagi olahraga sambo di tanah air.
Dalam sambutan resminya, Krisna Bayu menyoroti beberapa agenda strategis yang akan menjadi fokus utama selama masa bakti selanjutnya. Ia menekankan pentingnya memperluas basis atletik, meningkatkan kualitas pelatihan, serta memperkuat jejaring kerjasama dengan federasi internasional. Menurutnya, sambo memiliki potensi besar untuk menjadi cabang olahraga yang tidak hanya bersaing di level Asia, tetapi juga mampu mencuri medali di panggung Olimpiade.
Berikut rangkaian target utama yang diuraikan oleh Ketua Umum baru:
- Peningkatan Jumlah Atlet dan Pelatih Terlatih: Memperbanyak program rekrutmen di sekolah menengah dan perguruan tinggi, serta meluncurkan akademi pelatihan bersertifikasi nasional yang dapat menghasilkan pelatih berstandar internasional.
- Pengembangan Infrastruktur Kompetisi: Menyelenggarakan liga nasional tahunan dengan format yang terstandarisasi, serta memperluas jaringan arena latihan di provinsi yang belum memiliki fasilitas sambo.
- Penguatan Hubungan Internasional: Menjalin kemitraan strategis dengan Federasi Sambo Internasional (FIAS) serta federasi-federasi Asia untuk pertukaran teknis, kompetisi bersama, dan program beasiswa atlet.
- Program Pendidikan dan Sertifikasi: Mengimplementasikan kurikulum pelatihan yang terintegrasi dengan program pendidikan jasmani di sekolah, sekaligus meluncurkan skema sertifikasi bagi pelatih dan ofisial pertandingan.
- Peningkatan Capaian Prestasi di Ajang Internasional: Menargetkan penempatan perenang medali di Asian Games, SEA Games, dan membuka peluang bagi atlet sambo Indonesia untuk berkompetisi di ajang World Championships.
Strategi tersebut tidak lepas dari analisis mendalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh sambo di Indonesia. Salah satu hambatan utama ialah kurangnya pemahaman publik terhadap olahraga ini, yang seringkali masih dianggap sekadar cabang seni bela diri eksotis. Krisna Bayu menilai bahwa edukasi massa melalui media sosial, program demonstrasi di event berskala nasional, serta kolaborasi dengan selebritas olahraga dapat mengubah persepsi tersebut.
Di samping itu, Persambi akan mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses pelatihan. Rencana pengadaan perangkat analisis video, sensor gerakan, serta platform pembelajaran daring diharapkan dapat mempercepat proses pembelajaran teknik dan taktik. “Teknologi bukan sekadar alat, melainkan katalisator bagi generasi atlet yang lebih cerdas dan adaptif,” ujar Krisna Bayu dalam pidatonya.
Pembiayaan menjadi faktor krusial dalam mewujudkan agenda tersebut. Persambi berencana mengajukan proposal kerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta menggandeng sponsor korporat yang memiliki visi kebugaran dan sportivitas. Selain itu, program crowdfunding bagi komunitas sambo lokal akan dibuka untuk menumbuhkan rasa memiliki di antara para pendukung.
Tak hanya fokus pada sisi kompetitif, Krisna Bayu menekankan pentingnya nilai-nilai etika dan sportivitas yang melekat pada budaya sambo. Ia berjanji akan menegakkan standar integritas dalam penyelenggaraan turnamen, serta mengimplementasikan kode etik bagi atlet, pelatih, dan ofisial. “Sambo adalah seni yang mengajarkan disiplin, rasa hormat, dan keberanian. Kami tidak hanya melatih fisik, tetapi juga karakter,” tegasnya.
Berbagai pihak terkait, termasuk federasi olahraga daerah, klub-klub sambo, dan alumni atlet, menyambut baik rencana ambisius tersebut. Mereka berharap kepemimpinan Krisna Bayu dapat membawa perubahan signifikan, terutama dalam meningkatkan partisipasi generasi muda di daerah-daerah terpencil. “Jika program akrabkan sambo ke sekolah berhasil, kita akan melihat lonjakan minat yang luar biasa,” ujar seorang pelatih regional.
Ke depan, Persambi berencana menggelar konferensi pers tahunan yang akan menjadi ajang evaluasi pencapaian target serta penyesuaian strategi. Dengan timeline yang terstruktur, diharapkan setiap tahapan dapat terukur dan transparan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Secara keseluruhan, terpilihnya Krisna Bayu kembali sebagai Ketua Umum Persambi menandai komitmen kuat untuk memajukan sambo sebagai olahraga nasional yang kompetitif dan berkelanjutan. Visi yang jelas, dukungan luas, serta pendekatan inovatif menjadi fondasi utama dalam upaya mengangkat prestasi Indonesia di panggung internasional.





