Krisis Listrik: Oligarki Batu Bara Dipandang sebagai Biang Kerok

Krisis Listrik: Oligarki Batu Bara Dipandang sebagai Biang Kerok
Krisis Listrik: Oligarki Batu Bara Dipandang sebagai Biang Kerok

123Berita – 24 Juni 2026 | Belakangan ini, Indonesia menghadapi krisis listrik yang cukup serius. Salah satu faktor yang dipandang sebagai biang kerok dari krisis ini adalah perilaku oligarki batu bara. Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, membongkar perilaku serakah para pengusaha batu bara yang memicu krisis listrik.

Hal ini menyebabkan pasokan batu bara domestik menurun, sehingga pembangkit listrik yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar harus menghadapi kesulitan. Akibatnya, krisis listrik pun terjadi. Marwan menegaskan bahwa oligarki batu bara telah memainkan peran besar dalam memicu krisis listrik ini.

Bacaan Lainnya

Oligarki batu bara telah lama menjadi sorotan karena praktik monopoli dan eksploitasi sumber daya alam. Mereka seringkali menggunakan pengaruh dan kekuasaan mereka untuk memengaruhi kebijakan pemerintah dan menguntungkan diri sendiri. Dalam kasus krisis listrik ini, oligarki batu bara telah menunjukkan bahwa mereka lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kebutuhan masyarakat.

Marwan menyarankan bahwa pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi krisis listrik ini. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan meningkatkan pasokan batu bara domestik dan mengontrol harga. Selain itu, pemerintah juga harus memperketat pengawasan terhadap oligarki batu bara dan memastikan bahwa mereka menjalankan DMO dan DPO sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga harus mempertimbangkan untuk mengembangkan sumber energi alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan. Ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada batu bara dan mengatasi krisis listrik yang terjadi. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang stabil dan terjamin.

Untuk mengatasi krisis listrik, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif. Oligarki batu bara harus diatur dan dikontrol agar tidak memonopoli pasokan batu bara domestik. Dengan demikian, krisis listrik dapat diatasi dan masyarakat dapat menikmati pasokan listrik yang stabil dan terjamin.

Pos terkait