123Berita – 09 April 2026 | Pasukan Komando Resimen (Korem) 011/Lilawangsa kembali turun ke lapangan untuk membantu masyarakat Pidie Jaya yang tengah dilanda banjir berulang. Hujan deras yang melanda wilayah Aceh Barat Daya pada pekan lalu menyebabkan sejumlah desa terendam air, memaksa warga melakukan evakuasi darurat. Menanggapi situasi kritis tersebut, Komandan Korem 011/Lilawangsa mengerahkan sejumlah prajurit TNI untuk memperkuat upaya penanganan bencana, memastikan evakuasi, penyelamatan, serta kesiapsiagaan lebih lanjut.
Situasi di Pidie Jaya memang tidak ringan. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat menyebabkan sungai-sungai kecil meluap, menenggelamkan rumah-rumah penduduk, jalan utama, dan fasilitas umum. Lebih dari belasan desa dilaporkan terendam, sementara ribuan warga harus mengungsi ke posko-posko darurat yang dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan didukung oleh TNI. Karena wilayah tersebut memiliki akses jalan yang terbatas, kehadiran pasukan TNI menjadi sangat penting dalam menyalurkan bantuan secara cepat dan aman.
Komandan Korem 011/Lilawangsa menegaskan bahwa kesiapsiagaan pasukan militer tidak hanya terbatas pada evakuasi, namun juga mencakup upaya pencegahan agar banjir tidak kembali melanda dalam waktu singkat. “Kami siap memberikan dukungan logistik, tenaga medis, dan keahlian teknis untuk memastikan proses penanggulangan bencana berjalan maksimal,” ujar sang komandan dalam pernyataan resmi.
Beberapa langkah konkrit yang diambil oleh tim TNI antara lain:
- Pemanfaatan kendaraan lapis baja dan truk pengangkut untuk mengangkut warga dan barang ke posko aman.
- Penyebaran tim penyelamat air (water rescue) yang dilengkapi dengan perahu karet dan alat selam.
- Pemasangan pompa air darurat di titik-titik rawan genangan untuk mempercepat proses pengeringan.
- Pemberian pertolongan pertama serta layanan kesehatan di posko medis yang dibuka di beberapa desa terdampak.
- Koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satpol PP, serta relawan lokal untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Keberadaan pasukan TNI juga membantu mengurangi kepanikan masyarakat. Banyak warga yang mengungsi merasa lebih tenang karena ada kehadiran aparat yang terlatih dalam mengelola situasi darurat. Selain itu, TNI juga membantu menyalurkan bantuan sembako, air minum, serta perlengkapan kebersihan yang dibutuhkan oleh para pengungsi.
Di sisi lain, pemerintah daerah Aceh Barat Daya menyampaikan apresiasi atas dukungan militer. Gubernur Aceh Barat Daya, H. S. M. Yusuf, dalam konferensi pers menyatakan, “Kerjasama antara TNI, BPBD, dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mengurangi dampak bencana alam. Kami mengucapkan terima kasih kepada Korem 011/Lilawangsa atas komitmen dan dedikasinya dalam melindungi warga kami.”
Selain evakuasi, upaya rehabilitasi jangka pendek juga sedang digencarkan. Tim teknik militer melakukan penilaian kerusakan pada infrastruktur jalan dan jembatan, serta menyiapkan rencana perbaikan cepat. Sementara itu, petugas kesehatan melaksanakan pemeriksaan rutin untuk mengidentifikasi potensi penyebaran penyakit menular yang sering muncul setelah banjir, seperti diare dan demam berdarah.
Para ahli lingkungan menilai bahwa frekuensi banjir di wilayah Aceh Barat Daya meningkat seiring perubahan iklim dan penurunan kualitas hutan di daerah aliran sungai. Oleh karena itu, selain penanganan darurat, diperlukan upaya jangka panjang berupa restorasi hutan, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), serta pembangunan infrastruktur tahan banjir.
Ke depan, Korem 011/Lilawangsa berjanji akan tetap berada dalam posisi siaga. Pasukan akan terus melakukan patroli di wilayah rawan, memantau kondisi cuaca, dan siap dikerahkan kembali bila diperlukan. Koordinasi dengan instansi terkait akan dipertahankan agar respons bencana dapat lebih terintegrasi dan efektif.
Dengan sinergi antara militer, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan dampak banjir di Pidie Jaya dapat diminimalisir, serta proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat. Upaya kolaboratif ini menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan bersama dapat mengatasi tantangan alam yang semakin kompleks.
Penanganan banjir berulang di Pidie Jaya menunjukkan pentingnya peran TNI tidak hanya dalam keamanan nasional, namun juga dalam membantu masyarakat menghadapi bencana alam. Keberadaan pasukan yang siap sedia, terlatih, dan terorganisir menjadi aset berharga dalam menjaga keselamatan warga serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.





