123Berita – 04 April 2026 | JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah dengan mendampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur (Kotim) pada pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Nasional Pengelolaan Sampah Berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya terkoordinasi untuk menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan mendukung agenda pembangunan hijau di seluruh wilayah Indonesia.
Masalah pengelolaan sampah masih menjadi tantangan utama bagi banyak daerah, terutama di wilayah perkotaan dan semi‑perkotaan yang pertumbuhannya cepat. Menurut data Badan Pusat Statistik, produksi sampah rumah tangga di Indonesia mencapai lebih dari 65 juta ton per tahun, dengan tingkat daur ulang masih di bawah 15 persen. Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak akan program KIE yang mampu menyentuh lapisan masyarakat, meningkatkan kesadaran, serta mengubah perilaku konsumsi dan pembuangan sampah.
KIE Nasional dirancang sebagai kerangka kerja terpadu yang menggabungkan strategi komunikasi, penyebaran informasi, dan edukasi praktis. Tujuannya meliputi: (1) meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya pengurangan, pemilahan, dan daur ulang sampah; (2) menumbuhkan budaya hidup bersih melalui kampanye yang relevan dengan karakteristik lokal; serta (3) memperkuat peran pemerintah daerah sebagai fasilitator utama dalam implementasi kebijakan lingkungan.
Pada rangkaian pendampingan yang berlangsung di Kotawaringin Timur, tim ahli KLHK memberikan pelatihan intensif kepada petugas DLH Kotim. Materi yang dibahas mencakup teknik penyuluhan berbasis media sosial, pembuatan materi visual yang menarik, serta strategi pelibatan komunitas melalui kegiatan gotong‑royong dan kompetisi daur ulang. Selain itu, KLHK juga menyediakan paket edukasi berisi modul panduan, poster, dan alat peraga yang dapat dipergunakan dalam sosialisasi di sekolah, pasar, serta pusat keramaian lainnya.
Kotawaringin Timur, yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, menghadapi permasalahan sampah khas daerah pedalaman dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan. Menurut laporan DLH setempat, rata-rata produksi sampah per kapita mencapai 0,8 kilogram per hari, sementara fasilitas pengolahan masih terbatas pada tempat pembuangan akhir (TPA) yang berkapasitas kecil. Akibatnya, sampah sering kali berserakan di jalanan, sungai, dan area pemukiman, menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan ekosistem.
Dengan dukungan KLHK, DLH Kotim berencana meluncurkan serangkaian program KIE yang meliputi:
- Penyuluhan langsung di sekolah dasar hingga menengah dengan modul “Zero Waste”.
- Pengadaan bank sampah di tiap kelurahan untuk memfasilitasi pemilahan dan penjualan bahan yang dapat didaur ulang.
- Kampanye digital menggunakan platform media sosial lokal untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z.
- Penyelenggaraan lomba kreatifitas daur ulang dengan hadiah menarik guna meningkatkan partisipasi warga.
“Kerjasama ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kualitas lingkungan Kotawaringin Timur,” ujar Dr. Rina Suryani, Kepala Biro Lingkungan Hidup KLHK. “Kami berharap melalui KIE Nasional, masyarakat dapat menjadi agen perubahan yang aktif, bukan hanya penerima informasi.”
Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur juga menyampaikan optimismenya. “Pendampingan KLHK memberikan kami perspektif baru dalam menyusun strategi komunikasi yang lebih efektif,” kata Ir. Budi Hartono, Kepala DLH Kotim. “Kami akan memanfaatkan materi yang diberikan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani di desa hingga pelaku usaha di kota.”
Implementasi KIE Nasional di Kotim direncanakan melalui tiga fase utama:
- Perencanaan dan Penyusunan Materi: Tim DLH bersama konsultan KLHK menyusun konten edukatif yang sesuai dengan karakteristik demografis setempat.
- Penyebaran dan Pelaksanaan: Materi disebarluaskan melalui kanal tradisional (poster, spanduk) dan digital (video pendek, infografik) serta kegiatan lapangan seperti workshop dan cleaning day.
- Evaluasi dan Penyesuaian: Setelah tiga bulan berjalan, dilakukan survei kepuasan dan penilaian perubahan perilaku untuk menyesuaikan strategi selanjutnya.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan agenda nasional yang dicanangkan dalam Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Sampah 2022–2025. Program ini menargetkan pengurangan 30 persen volume sampah yang masuk ke TPA, peningkatan daur ulang hingga 40 persen, serta pencapaian kota bersih dan hijau pada tahun 2030. Keterlibatan daerah seperti Kotawaringin Timur menjadi kunci keberhasilan agenda tersebut.
Secara keseluruhan, pendampingan KLHK kepada DLH Kotawaringin Timur tidak hanya memperkuat kapasitas institusional, melainkan juga menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan, melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengelolaan sampah di Kotim dapat bertransformasi menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Dengan landasan kebijakan yang kuat, sumber daya edukatif yang memadai, serta komitmen bersama, langkah ini menandai babak baru dalam perjuangan Indonesia untuk mencapai lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.





