123Berita – 05 April 2026 | Shu Ping, salah satu pendiri Haidilao International Holding, kini menjadi tokoh ikonik dalam industri kuliner dunia. Restoran hotpot yang ia dirikan bersama mitra-mitranya tidak hanya dikenal karena cita rasa yang autentik, melainkan juga karena layanan yang mengutamakan pengalaman pelanggan, menjadikan Haidilao sebagai contoh keberhasilan model bisnis yang berfokus pada inovasi dan kepuasan konsumen.
Berawal dari sebuah gerai kecil di provinsi Sichuan, China, pada tahun 2004, Haidilao mengusung konsep layanan premium yang meliputi layanan antar makanan, hiburan bagi pelanggan yang menunggu, serta sistem reservasi canggih. Ide-ide tersebut berawal dari observasi Shu Ping terhadap kebiasaan makan masyarakat China dan keinginan untuk menciptakan suasana makan yang lebih menyenangkan.
Kesuksesan awal tersebut menarik perhatian investor, sehingga pada tahun 2018 Haidilao resmi melantai di Bursa Hong Kong. Pada hari pertama perdagangan, nilai kapitalisasi pasar perusahaan melampaui US$ 20 miliar, menandakan kepercayaan pasar global terhadap strategi pertumbuhan yang diusung oleh Shu Ping dan timnya.
Ekspansi internasional menjadi agenda utama setelah pencatatan saham. Dalam kurun waktu lima tahun, Haidilao berhasil membuka lebih dari 400 gerai di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Amerika Serikat, dan Eropa. Keberadaan gerai di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menunjukkan betapa kuatnya daya tarik konsep hotpot yang dipadukan dengan layanan istimewa.
Strategi ekspansi tidak semata-mata mengandalkan pembukaan gerai baru, melainkan juga melibatkan kemitraan dengan franchise lokal, adaptasi menu sesuai selera regional, serta investasi besar dalam teknologi digital seperti aplikasi pemesanan online dan sistem manajemen antrian berbasis AI.
- 2004: Peluncuran gerai pertama Haidilao di Sichuan, China.
- 2018: Haidilao go public di Bursa Hong Kong dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$ 20 miliar.
- 2022: Ekspansi ke lebih dari 400 lokasi di 30 negara.
- 2023: Kekayaan bersih Shu Ping diperkirakan mencapai Rp40 triliun.
Keberhasilan finansial Shu Ping tercermin dalam pertumbuhan nilai bersihnya yang diperkirakan mencapai Rp40 triliun pada tahun 2023. Angka tersebut menjadikannya salah satu orang terkaya di Asia, sekaligus menegaskan posisi Haidilao sebagai salah satu perusahaan restoran paling berharga di dunia. Kekayaan tersebut bukan sekadar hasil dari penjualan saham, melainkan juga dari dividen yang stabil, kepemilikan properti strategis, dan investasi di sektor teknologi makanan.
Di Indonesia, keberadaan Haidilao telah menginspirasi banyak pengusaha lokal untuk mengejar standar layanan tinggi. Restoran tersebut tidak hanya menawarkan hidangan hotpot, tetapi juga menampilkan layanan pelanggan yang meliputi pijat gratis, permainan interaktif, hingga layanan concierge pribadi. Pendekatan ini memperkuat brand image Haidilao sebagai “restoran hiburan” yang berbeda dari kompetitor tradisional.
Namun, tidak semua perjalanan berjalan mulus. Pada beberapa tahun terakhir, Haidilao menghadapi tantangan berupa fluktuasi biaya bahan baku, persaingan ketat di pasar Asia, serta tekanan regulasi di beberapa negara. Shu Ping menanggapi tantangan tersebut dengan memperkuat rantai pasokan, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas portofolio produk, termasuk layanan cloud kitchen dan produk makanan beku yang dapat dijual melalui e‑commerce.
Pengaruh Shu Ping kini melampaui sektor kuliner. Ia aktif berpartisipasi dalam forum bisnis internasional, memberikan pandangan tentang transformasi digital dalam industri makanan, serta mendukung inisiatif pendidikan kewirausahaan di China dan Asia Tenggara. Komitmennya terhadap inovasi berkelanjutan menegaskan bahwa kesuksesan Haidilao bukan sekadar hasil keberuntungan, melainkan hasil kerja keras, visi yang jelas, dan adaptasi terus‑menerus terhadap perubahan pasar.
Dengan aset yang terus berkembang dan reputasi yang semakin solid, Shu Ping diproyeksikan akan terus memperluas jaringan Haidilao, sekaligus menelusuri peluang baru di bidang teknologi makanan dan layanan berbasis data. Kesuksesannya menjadi contoh inspiratif bagi para pengusaha muda di Indonesia dan seluruh dunia, membuktikan bahwa inovasi dalam layanan dapat menghasilkan nilai ekonomi yang luar biasa.
Secara keseluruhan, perjalanan Shu Ping dari pendiri sebuah gerai hotpot sederhana hingga menjadi pemilik kekayaan senilai Rp40 triliun mencerminkan kombinasi antara keberanian berbisnis, fokus pada pengalaman pelanggan, dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika pasar global. Keberhasilan ini tidak hanya mengukir sejarah perusahaan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya inovasi berkelanjutan dalam meraih puncak industri.





