Kemkomdigi Selidiki Anomali Rating IGRS di Steam, Pastikan Keamanan Konten Game bagi Anak dan Remaja

Kemkomdigi Selidiki Anomali Rating IGRS di Steam, Pastikan Keamanan Konten Game bagi Anak dan Remaja
Kemkomdigi Selidiki Anomali Rating IGRS di Steam, Pastikan Keamanan Konten Game bagi Anak dan Remaja

123Berita – 08 April 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) menyoroti kasus anomali rating IGRS (Indonesia Game Rating System) pada platform distribusi digital Steam. Penyelidikan yang kini tengah digulirkan bertujuan memastikan bahwa label usia pada game-game yang tersedia di Steam sesuai dengan standar nasional, serta melindungi konsumen muda dari konten yang tidak pantas.

Berita ini pertama kali mencuat setelah sejumlah pengguna mengamati perbedaan mencolok antara rating yang tertera di IGRS dan rating yang tercantum pada halaman game di Steam. Beberapa judul yang seharusnya mendapat batasan usia 18+ justru terdaftar dengan rating yang lebih longgar, sementara game dengan rating lebih rendah terkadang diberikan label yang lebih ketat. Kondisi ini menimbulkan keraguan mengenai keakuratan data rating yang dipublikasikan di platform internasional tersebut.

Bacaan Lainnya

Kemkomdigi menjelaskan bahwa penyelidikan ini bersifat preventif dan menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, pengembang, serta pemilik platform digital. “Kami berkomitmen memastikan bahwa sistem rating IGRS berfungsi secara konsisten, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga pada layanan lintas batas seperti Steam,” ujar juru bicara Kemkomdigi dalam pernyataan resmi.

Berikut beberapa poin utama yang menjadi fokus penyelidikan:

  • Verifikasi Data Rating: Mengaudit data rating yang diunggah ke Steam, memastikan tidak ada kesalahan input atau manipulasi.
  • Kesesuaian dengan Pedoman IGRS: Memastikan setiap game mengikuti kriteria usia yang ditetapkan oleh IGRS, termasuk konten kekerasan, pornografi, dan unsur perjudian.
  • Peran Pihak Ketiga: Menilai peran distributor internasional dalam proses pelabelan, serta mengevaluasi apakah mereka telah menerima pelatihan tentang standar lokal.
  • Pengaruh Terhadap Konsumen: Menganalisis dampak rating yang tidak akurat terhadap perilaku pembelian dan penggunaan game oleh anak-anak dan remaja.

Pentingnya rating usia dalam konteks digital tidak dapat dipandang sebelah mata. Di era di mana anak-anak semakin terbiasa mengakses konten melalui perangkat seluler atau komputer, sistem label usia menjadi satu-satunya filter yang dapat mencegah eksposur terhadap materi yang tidak sesuai. Pemerintah Indonesia telah menetapkan IGRS sejak 2019 sebagai standar nasional, menggantikan sistem rating asing yang sering kali tidak relevan dengan budaya dan nilai lokal.

Steam, sebagai salah satu platform distribusi game terbesar di dunia, menghosting ribuan judul yang berasal dari berbagai negara. Meskipun memiliki mekanisme rating internal, Steam biasanya mengadopsi rating yang diberikan oleh otoritas masing-masing negara. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri ketika rating lokal tidak sinkron dengan data yang diunggah oleh pengembang atau penerbit.

Dalam konteks ini, Kemkomdigi berupaya memperkuat dialog dengan Valve Corporation, perusahaan induk Steam, untuk menyelaraskan proses pelabelan. “Kami mengharapkan kerja sama yang transparan, termasuk pertukaran data secara real time dan audit bersama,” ungkap pejabat Kemkomdigi yang tidak disebutkan namanya.

Sementara penyelidikan masih berlangsung, Kemkomdigi telah mengeluarkan peringatan kepada konsumen, khususnya orang tua, untuk lebih berhati-hati dalam memilih game bagi anak-anak. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:

  1. Menggunakan fitur kontrol orang tua yang tersedia di Steam.
  2. Memeriksa rating IGRS secara mandiri melalui portal resmi Kementerian.
  3. Berkomunikasi dengan anak mengenai jenis konten yang sesuai dengan usia mereka.

Para ahli industri game di Indonesia menyambut positif langkah pemerintah. Mereka menilai bahwa penegakan standar rating yang konsisten akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap platform digital, sekaligus membuka peluang bagi pengembang lokal yang telah menyesuaikan diri dengan regulasi IGRS.

Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan bahwa regulasi harus bersifat proporsional. “Kita harus menghindari overregulasi yang dapat menghambat inovasi dan distribusi game internasional,” kata seorang analis pasar game yang memilih tetap anonim. Ia menambahkan bahwa edukasi konsumen tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem game yang sehat.

Dalam beberapa bulan ke depan, Kemkomdigi berencana merilis laporan temuan awal, yang akan mencakup rekomendasi kebijakan serta langkah-langkah teknis untuk memperbaiki integrasi rating IGRS di platform asing. Pemerintah juga menyiapkan rencana peningkatan kapasitas regulator dalam mengawasi konten digital, termasuk pelatihan khusus bagi petugas yang menangani kasus pelanggaran rating.

Kesimpulannya, penyelidikan Kemkomdigi terhadap anomali rating IGRS di Steam menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam melindungi generasi muda dari konten yang tidak sesuai. Upaya ini tidak hanya menuntut akurasi data rating, tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas sektoral antara regulator, platform distribusi, dan industri game. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan ekosistem game digital di Indonesia dapat tumbuh secara bertanggung jawab, memberikan hiburan yang aman dan sesuai nilai budaya bagi semua kalangan.

Pos terkait