123Berita – 06 April 2026 | Kehangatan keluarga Vidi Aldiano kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap kebiasaan unik mereka dalam menyatukan rasa kebersamaan: memasak sop buntut secara rutin untuk menantu, Sheila Dara. Momen-momen dapur yang sederhana ini tak sekadar menyajikan hidangan lezat, melainkan menjadi simbol solidaritas dan kepedulian yang semakin menguat di antara anggota keluarga, termasuk sang ayah, Harry Kiss, yang tak ragu mengekspresikan rasa sayangnya melalui aksi memasak.
Vidi Aldiano, penyanyi dan penulis lagu yang kini menapaki babak baru dalam kehidupannya, selalu menekankan pentingnya nilai keluarga. Sementara Sheila Dara, aktris dan model yang baru saja resmi menjadi bagian dari keluarga Aldiano, merasakan kehangatan tersebut setiap kali ia disambut dengan aroma khas sup kaldu sapi yang dipadukan potongan buntut lembut. Menurut sumber terdekat, ritual memasak ini dilakukan minimal dua kali sebulan, biasanya pada akhir pekan ketika seluruh anggota keluarga dapat meluangkan waktu bersama di dapur.
Proses memasak sop buntut di rumah Aldiano tak sekadar mengikuti resep standar. Harry Kiss, ayah Vidi, memimpin persiapan bumbu dasar—bawang putih, bawang merah, jahe, dan serai—yang kemudian ditumis hingga harum. Selanjutnya, buntut sapi yang telah diparut selama beberapa jam dimasukkan bersama kaldu, daun bawang, dan sejumput garam laut. Berikut adalah rincian bahan utama yang biasanya digunakan:
- Buntut sapi segar, 500 gram
- Wortel, 2 buah, dipotong dadu
- Seledri, 2 batang, iris tipis
- Daun bawang, 3 batang
- Bawang merah, 5 siung
- Bawang putih, 3 siung
- Jahe, 2 cm
- Serai, 1 batang
- Garam dan merica secukupnya
Setelah semua bahan tercampur, sup dididihkan perlahan selama kurang lebih dua jam hingga daging buntut menjadi empuk dan kuah terserap aroma rempah yang kaya. Proses ini tidak hanya menuntut ketelatenan, melainkan juga menjadi waktu berkualitas bagi keluarga untuk berbincang, bertukar cerita, dan mempererat ikatan emosional.
Sheila Dara mengungkapkan rasa terharu setiap kali mencicipi sup tersebut. “Saya merasa sangat dicintai ketika keluarga Vidi menghabiskan waktu untuk menyiapkan hidangan ini khusus untuk saya. Tidak hanya rasanya yang nikmat, tetapi juga makna di baliknya yang membuat saya semakin merasa menjadi bagian dari keluarga ini,” ujar Sheila dalam sebuah wawancara pribadi. Sementara itu, Vidi menambahkan bahwa kegiatan memasak bersama menumbuhkan rasa saling menghargai di antara mereka, terutama pada masa-masa transisi kehidupan pernikahan yang penuh tantangan.
Kesimpulannya, tradisi memasak sop buntut yang dijalankan secara rutin oleh keluarga Vidi Aldiano bukan sekadar kebiasaan kuliner, melainkan wujud nyata dari budaya gotong-royong dan kasih sayang yang terjalin kuat di antara generasi. Dengan melibatkan ayah, Harry Kiss, dalam proses tersebut, keluarga ini menegaskan bahwa nilai-nilai kebersamaan dapat diwariskan lewat tindakan sederhana namun bermakna. Ke depannya, diharapkan tradisi ini terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi banyak keluarga lain untuk mengekspresikan cinta melalui masakan tradisional yang menyatukan hati.





