123Berita – 08 April 2026 | Pringsewu, Lampung – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang berujung pada dua korban jiwa terjadi pada Jumat pagi di wilayah Desa Krandegan, tepatnya di tikungan tajam jalan raya yang menghubungkan kawasan Gading Rejo dengan sekitarnya. Sebuah mobil pikap berwarna merah melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak motor yang sedang melaju dari arah berlawanan, mengakibatkan kedua pengendara motor tewas seketika di lokasi.
Akibat benturan keras, kedua korban langsung terlempar dan mengalami luka kritis. Tim medis dari Puskesmas Krandegan serta ambulans Dinas Kesehatan segera dikerahkan ke lokasi. Namun, meskipun telah dilakukan upaya pertolongan pertama, Budi dan Rina dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Korban ketiga, seorang penumpang di motor, berhasil selamat dengan luka ringan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut.
Polisi setempat, yakni Polres Pringsewu, langsung menutup jalan selama lebih dari satu jam untuk melakukan proses penyelidikan. Tim penyidik mencatat beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan, antara lain kecepatan berlebih, kondisi tikungan yang sempit, serta kurangnya penerangan jalan pada area tersebut. Petugas juga mengumpulkan rekaman CCTV dari gerbang masuk desa serta keterangan saksi untuk memperkuat temuan mereka.
- Kecepatan kendaraan: Pengemudi pikap diduga melaju melebihi batas kecepatan yang ditetapkan pada jalan tersebut (50 km/jam).
- Faktor lingkungan: Tikungan tajam dengan permukaan jalan yang licin karena embun pagi.
- Kurangnya rambu peringatan: Tidak ada tanda peringatan kecepatan atau marka jalan yang jelas di titik kecelakaan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa akan dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pengemudi mobil pikap, termasuk tes alkohol dan pemeriksaan kondisi fisik. Sampai saat ini, identitas lengkap pengemudi belum diumumkan, namun pihak kepolisian menyatakan bahwa proses penyidikan sedang berjalan intensif.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu, Ir. Hadi Setiawan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi ini dan menekankan pentingnya peningkatan keselamatan jalan, terutama di daerah yang memiliki banyak tikungan curam. “Kami akan segera meninjau kembali tata letak jalan di wilayah ini, menambah rambu peringatan, serta meningkatkan penerangan jalan. Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden serupa,” ujar Hadi dalam konferensi pers singkat.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu mematuhi batas kecepatan, terutama pada kondisi jalan yang menantang. “Kecelakaan ini mengingatkan kita semua bahwa keselamatan di jalan tidak boleh dianggap enteng. Mengemudi dengan kecepatan yang wajar, menjaga jarak aman, serta selalu memperhatikan kondisi kendaraan adalah langkah dasar yang harus diterapkan,” kata Kapolres Pringsewu, Kombes Polisi Dedi Pratama.
Warga setempat yang merasa kehilangan menyampaikan duka cita mereka melalui media sosial. Sebuah grup warga Gading Rejo membuat poster digital untuk menghormati almarhum Budi dan Rina, mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati di jalan raya. Mereka juga meminta bantuan pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur jalan agar tidak lagi menjadi penyebab kecelakaan.
Kasus ini menambah deretan kecelakaan maut yang terjadi di Provinsi Lampung dalam beberapa bulan terakhir, memicu perdebatan publik mengenai kesiapan infrastruktur transportasi di daerah tersebut. Para aktivis transportasi mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Lampung menyusun program audit jalan secara menyeluruh, termasuk evaluasi marka jalan, pencahayaan, serta penempatan rambu keselamatan di titik-titik rawan.
Dengan terus berkembangnya jumlah kendaraan pribadi di wilayah Lampung, terutama kendaraan niaga seperti pickup, tantangan dalam menegakkan disiplin berkendara menjadi semakin signifikan. Pemerintah Kabupaten Pringsewu berjanji akan meningkatkan patroli lalu lintas serta memberikan sanksi tegas bagi pelanggar aturan kecepatan.
Tragedi ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan di Indonesia untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi sesama. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini, dan langkah-langkah preventif yang diambil dapat mengurangi risiko kecelakaan di masa depan.





