Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea: Inisiatif Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Masyarakat

Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea: Inisiatif Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Masyarakat
Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea: Inisiatif Pemkot Makassar Perkuat Ketahanan Masyarakat

123Berita – 09 April 2026 | Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan meluncurkan proyek percontohan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Tamalanrea. Langkah strategis ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman alam yang semakin kompleks.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang cepat, daerah pesisir Makassar menjadi lebih rentan terhadap fenomena cuaca ekstrem, banjir, serta tanah longsor. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Penanggulangan Bencana Kota Makassar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan pembentukan KSB sebagai upaya preventif yang tidak hanya mengandalkan respons darurat, melainkan juga memperkuat mitigasi di tingkat komunitas.

Bacaan Lainnya

Lokasi yang dipilih, Tamalanrea, merupakan salah satu kawasan yang pernah mengalami banjir bandang pada musim hujan tahun lalu. Data historis menunjukkan bahwa hampir 30 persen rumah di wilayah tersebut terancam oleh naiknya permukaan air. Oleh karena itu, KSB di Tamalanrea direncanakan mencakup serangkaian fasilitas kritis, termasuk posko evakuasi, sistem peringatan dini berbasis teknologi GPS, serta ruang pelatihan kesiapsiagaan bagi warga.

Berikut adalah beberapa komponen utama yang akan dibangun dalam KSB Tamalanrea:

  • Posko evakuasi berbentuk balai serbaguna yang dilengkapi dengan perlengkapan medis dasar.
  • Sistem peringatan dini (SPDN) yang terhubung ke aplikasi seluler warga, memungkinkan penyebaran informasi secara real‑time.
  • Pusat pelatihan mitigasi bencana dengan modul praktis, termasuk pertolongan pertama dan penggunaan alat pemadam kebakaran.
  • Jaringan relawan warga yang dilatih secara berkala untuk menjadi garda terdepan saat terjadi bencana.

Pembiayaan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 12 miliar, yang bersumber dari APBD, dana hibah Kementerian Sosial, serta partisipasi sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Pemerintah kota menargetkan selesainya fase pertama pada akhir kuartal ketiga 2026, dengan harapan seluruh komponen dasar KSB dapat beroperasi penuh sebelum musim hujan tiba.

Respons masyarakat setempat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Warga Kelurahan Tamalanrea II, Iwan Setiawan, menyatakan, “Kami merasa lebih aman karena ada tempat khusus dan pelatihan rutin. Ini memberi kami rasa kontrol atas situasi yang sebelumnya terasa di luar jangkauan kami.” Selain itu, LSM Lingkungan Hidup Makassar juga berencana mendukung program penghijauan di sekitar wilayah KSB untuk menambah kapasitas penyerapan air hujan.

Dengan mengintegrasikan teknologi, pelatihan, dan partisipasi publik, Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea diharapkan tidak hanya menjadi titik aman saat bencana melanda, tetapi juga menjadi contoh inovatif bagi kota-kota lain di Indonesia. Keberhasilan proyek percontohan ini dapat menjadi landasan kebijakan nasional dalam memperkuat jaringan KSB di seluruh wilayah rawan bencana, sehingga Indonesia semakin siap menghadapi tantangan perubahan iklim dan bencana alam.

Pos terkait