Joey Barton Hadapi Pengadilan atas Dugaan Serangan dengan Klub Golf, Korban Luka Parah

Joey Barton Hadapi Pengadilan atas Dugaan Serangan dengan Klub Golf, Korban Luka Parah
Joey Barton Hadapi Pengadilan atas Dugaan Serangan dengan Klub Golf, Korban Luka Parah

123Berita – 07 April 2026 | Bekas gelandang Liverpool, Joey Barton, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul di depan pengadilan pada Rabu (5 April) terkait dugaan serangan yang menyebabkan seorang pria mengalami luka serius di sekitar sebuah klub golf di daerah Merseyside. Persidangan tersebut merupakan lanjutan dari penyelidikan polisi yang dimulai pada akhir Maret lalu, setelah korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat pukulan yang diduga berasal dari Barton.

Insiden terjadi pada malam Minggu (29 Maret) di luar klub golf yang terletak di kawasan Wirral. Menurut laporan saksi mata, korban, seorang pria berusia 33 tahun, terlibat dalam pertengkaran verbal dengan Barton sebelum insiden fisik terjadi. Saksi menyatakan bahwa Barton, yang dikenal memiliki sejarah perilaku keras di luar lapangan, menyerang korban dengan sebuah tongkat golf, menimbulkan luka pada kepala dan bagian tubuh lainnya. Korban segera dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan dalam kondisi serius.

Bacaan Lainnya

Pengadilan Liverpool Crown Court mendengar permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh tim hukum Barton. Hakim memutuskan untuk menahan terdakwa dengan jaminan, menegaskan bahwa kasus ini masih berada pada tahap investigasi awal dan bahwa risiko melarikan diri atau mengganggu saksi masih dianggap tinggi. Barton kemudian mengajukan pembelaan tidak bersalah terhadap tuduhan penyerangan (assault) dan perusakan properti.

Selama persidangan, perwakilan Barton menyatakan bahwa mantan pemain tersebut menolak semua tuduhan. “Klien kami menolak keras semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Tidak ada bukti kuat yang mengaitkan dia secara langsung dengan insiden tersebut,” ungkap pengacara dalam sebuah pernyataan resmi. Pernyataan tersebut selaras dengan komentar yang pernah dikeluarkan oleh Barton pada hari sebelumnya, ketika ia membantah melalui akun media sosialnya bahwa ia terlibat dalam aksi kekerasan di luar klub golf.

BBC dan Sky Sports melaporkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, namun belum ada informasi publik mengenai hasil analisis visual tersebut. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa mereka masih mengumpulkan kesaksian dari beberapa saksi yang berada di tempat kejadian pada waktu itu. Sementara itu, The Independent mencatat bahwa Barton telah dijadwalkan kembali ke pengadilan pada tanggal 12 Mei untuk mendengarkan keputusan lebih lanjut mengenai tuduhan penyerangan dan potensi hukuman.

Kasus ini menambah daftar kontroversi yang pernah melibatkan Barton sejak pensiun dari dunia profesional. Mantan pemain yang pernah menjuarai Premier League bersama Liverpool, Newcastle United, dan Manchester City, serta pernah bermain di tim nasional Inggris, kerap menjadi sorotan media karena perilaku agresifnya di luar lapangan. Pada 2017, Barton sempat dipenjara selama tiga bulan setelah terbukti mengemudi dalam keadaan mabuk, dan pada tahun 2022 ia dijatuhi hukuman dua tahun penjara bersyarat atas kasus pelecehan seksual.

Para analis sepak bola menilai bahwa kasus ini dapat memengaruhi masa depan Barton dalam dunia kebugaran dan pelatihan. Saat ini, ia menjalani kursus kepelatihan di level UEFA B dan menyiapkan diri untuk menjadi pelatih setelah pensiun. Namun, reputasi yang terus tercoreng dapat menyulitkan peluang kerjasama dengan klub atau lembaga olahraga yang mengutamakan citra bersih.

Di sisi lain, korban masih dirawat di rumah sakit dan belum memberikan pernyataan publik. Organisasi hak asasi manusia setempat menyoroti pentingnya perlindungan bagi korban kekerasan, serta menuntut proses hukum yang transparan dan adil. “Setiap kasus kekerasan harus ditangani dengan serius, tanpa memandang status sosial atau popularitas pelaku,” kata juru bicara LSM tersebut.

Pengadilan Liverpool Crown Court diperkirakan akan melanjutkan proses persidangan pada Mei mendatang, dengan kemungkinan mendengar kesaksian tambahan dan memutuskan apakah Barton akan dijatuhi hukuman penjara atau denda. Sementara itu, penggemar dan publik terus memantau perkembangan kasus ini melalui media sosial, dengan banyak yang mengungkapkan keprihatinan terhadap tindakan kekerasan di luar arena olahraga.

Kasus Joey Barton ini menegaskan kembali bahwa perilaku pemain, baik selama atau setelah karier mereka, tetap berada di bawah sorotan publik. Keterlibatan seorang tokoh publik dalam insiden kriminal dapat menimbulkan implikasi hukum yang signifikan sekaligus memengaruhi persepsi masyarakat terhadap integritas olahraga profesional.

Pos terkait