Jenazah Mayor Zulmi Tiba di Cimahi, Tangis Keluarga Sambut Pengorbanan di Tanah Perang

Jenazah Mayor Zulmi Tiba di Cimahi, Tangis Keluarga Sambut Pengorbanan di Tanah Perang
Jenazah Mayor Zulmi Tiba di Cimahi, Tangis Keluarga Sambut Pengorbanan di Tanah Perang

123Berita – 05 April 2026 | Sabtu malam, 4 April 2026, suasana rumah duka di Cimahi, Jawa Barat, berubah menjadi saksi haru ketika jenazah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar tiba. Sang prajurit TNI yang gugur dalam operasi perdamaian di Lebanon diangkut hingga menginjakkan kaki di tanah air, disambut oleh air mata keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya.

Mayor Zulmi, 36 tahun, merupakan anggota Korps Infanteri TNI Angkatan Darat yang ditugaskan pada Pasukan Multinasional di Lebanon (UNIFIL) sejak 2024. Selama dua tahun terakhir, ia terlibat aktif dalam misi menjaga stabilitas di wilayah perbatasan selatan Beirut, berperan dalam patroli bersama pasukan keamanan lokal, serta membantu proses rekonstruksi infrastruktur pascakonflik.

Bacaan Lainnya

Pada 2 April 2026, dalam sebuah operasi pengamanan di wilayah Bekaa, Mayor Zulmi dan timnya dikejutkan oleh serangan mendadak yang dipicu oleh kelompok militan. Meskipun berusaha melindungi warga sipil, Mayor Zulmi tertembak di dada. Evakuasi medis darurat dilakukan, namun luka parah yang diderita tidak dapat diatasi, mengakibatkan meninggalnya sang perwira pada malam harinya.

Kematian Mayor Zulmi langsung dilaporkan ke markas TNI AD dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Proses repatriasi jenazah dijalankan dengan cepat melalui jalur udara militer, menandai satu lagi kepulangan pahlawan yang gugur di luar negeri. Pada 4 April, pesawat pengangkut jenazah mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, lalu dilanjutkan dengan kendaraan darat menuju Cimahi.

Saat peti mati terbuka di depan rumah duka, keluarga terdekat yang hadir, termasuk istri, anak dua orang, dan orang tua Mayor Zulmi, tak kuasa menahan tangis. “Dia adalah sosok yang selalu menaruh harapan pada kami. Kini, kami harus melanjutkan hidup tanpa kehadirannya,” ungkap istri Mayor Zulmi, Siti Nurhaliza, dengan suara bergetar.

Ratusan warga Cimahi, termasuk pejabat daerah, perwira militer, serta rekan-rekan se-militer, turut menunaikan penghormatan terakhir. Upacara militer singkat dilaksanakan, menandai pemakaman yang dijadwalkan pada hari berikutnya di Pemakaman Umum Cimahi. Sekretaris Daerah Cimahi, Dr. Ahmad Riza, menyampaikan rasa duka mendalam, menambahkan bahwa “Pengorbanan Mayor Zulmi adalah contoh nyata komitmen TNI dalam menjaga perdamaian dunia.”

Penghargaan tertinggi militer, Bintang Jasa Utama, akan dianugerahkan secara poshumus kepada Mayor Zulmi oleh Presiden Republik Indonesia dalam upacara kenegaraan mendatang. Selain itu, Kementerian Pertahanan berencana mendirikan plakat peringatan di basis militer terdekat sebagai bentuk penghormatan abadi.

Kasus ini menyoroti kembali risiko tinggi yang dihadapi prajurit Indonesia dalam misi penjagaan perdamaian. Menurut data Kementerian Pertahanan, hingga akhir 2025, terdapat 12 prajurit TNI yang gugur dalam operasi internasional, termasuk di Mali, Afghanistan, dan Lebanon. Misi UNIFIL sendiri telah menampung ribuan pasukan Indonesia sejak 1992, berperan dalam mengamankan zona demarkasi antara Israel dan Lebanon.</n

Berita tentang kedatangan jenazah Mayor Zulmi tersebar cepat melalui media sosial, memicu gelombang simpati nasional. Banyak netizen menuliskan dukungan dan rasa terima kasih kepada keluarga, serta menegaskan pentingnya dukungan moral bagi prajurit yang masih bertugas di luar negeri.

Di sisi lain, pemerintah kota Cimahi berkoordinasi dengan TNI AD untuk memastikan protokol pemakaman berjalan lancar, termasuk penataan transportasi, keamanan, dan pelayanan kesehatan bagi keluarga yang berduka. Pihak rumah duka menyediakan ruang khusus bagi keluarga untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah.

Pengorbanan Mayor Zulmi tidak hanya meninggalkan duka bagi orang-orang terdekat, tetapi juga menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian internasional. Dengan semangat yang tak lekang oleh waktu, keluarga yang ditinggalkan kini mengemban tugas melanjutkan warisan sang pahlawan, menjaga nama baik bangsa melalui doa dan kenangan.

Dalam menghadapi kehilangan yang mendalam, keluarga Mayor Zulmi bertekad untuk tetap kuat, mengingat nilai-nilai yang selalu diajarkan sang perwira: dedikasi, keberanian, dan cinta tanah air. Sebagaimana yang diungkapkan oleh ayahnya, Jenderal (Purn) Iskandar, “Kami akan selalu mengenang perjuangan beliau, dan berharap generasi selanjutnya dapat meneruskan semangatnya.”

Pos terkait