123Berita – 10 April 2026 | Jadwal leg kedua babak perempat final Liga Champions musim 2023/2024 resmi diumumkan, menandai kembali aksi-aksi menegangkan yang akan mengisi tengah pekan mendatang. Empat pertemuan antara tim-tim elit Eropa itu dijadwalkan berlangsung dalam rentang tiga hari, menampilkan peluang bagi tim yang tertinggal di leg pertama untuk melakukan “remontada” dramatis.
Berikut rangkaian pertandingan leg kedua yang akan digelar:
- Manchester City vs Real Madrid – 20 Februari 2024, Etihad Stadium, Manchester. Kickoff pukul 20.00 WIB.
- Paris Saint-Germain vs Bayern München – 20 Februari 2024, Parc des Princes, Paris. Kickoff pukul 23.00 WIB.
- Liverpool vs Atletico Madrid – 21 Februari 2024, Anfield, Liverpool. Kickoff pukul 20.00 WIB.
- Chelsea vs FC Porto – 21 Februari 2024, Stamford Bridge, London. Kickoff pukul 23.00 WIB.
Keempat laga ini tidak hanya menambah intensitas kompetisi, namun juga memberi kesempatan bagi tim yang kerap terdesak di babak pertama untuk memperbaiki hasil. Skenario “remontada” menjadi topik perbincangan hangat di kalangan pundit dan penggemar, mengingat beberapa tim mengalami defisit tipis pada leg pertama.
Manchester City, yang gagal memanfaatkan peluang di Manchester, kini menanti kesempatan di Etihad untuk menutup jarak dengan Real Madrid. Sementara Real, yang mencetak gol penting di Madrid, harus menahan serangan City yang menonjol di lini tengah. Di lain pihak, PSG harus mengatasi tekanan Bayern yang bermain di Allianz Arena, meski laga leg pertama di Paris berakhir imbang 0-0.
Bayern München, yang unggul tipis di leg pertama, berharap dapat menambah keunggulan di rumah. Namun, PSG, yang dipimpin oleh Lionel Messi, tidak akan mudah menyerah, terutama mengingat kualitas serangan mereka yang mematikan. Laga Liverpool vs Atletico menambah bumbu lain; Liverpool yang kalah tipis di Madrid harus menebus diri di Anfield, sementara Atletico berupaya menutup celah pertahanan mereka yang kebobolan.
Chelsea, yang terpaksa bermain di kandang melawan Porto, berada dalam posisi yang menantang setelah menelan kekalahan tipis di Portugal. Tim asuhan Graham Potter harus menyiapkan taktik defensif yang solid sekaligus memanfaatkan peluang lewat serangan balik.
Analisis taktik para pelatih menjadi sorotan utama. Pep Guardiola (Manchester City) diperkirakan akan menekankan penguasaan bola serta pergerakan cepat pemain sayap untuk membuka pertahanan Real yang solid. Carlo Ancelotti (Real Madrid) di sisi lain akan mengandalkan pengalaman lini tengah dan kemampuan serangan balik cepat.
Di Paris, Luis Enrique diprediksi akan menyesuaikan formasi untuk menekan pertahanan Bayern yang disiplin, sementara Julian Nagelsmann (Bayern) akan mengandalkan pressing tinggi dan transisi cepat. Jürgen Klopp (Liverpool) dipastikan akan menata formasi 4-3-3 yang menekankan intensitas pressing, sedangkan Diego Simeone (Atletico) kemungkinan akan mengandalkan pertahanan zona ketat dan serangan balik cepat.
Pertandingan leg kedua ini juga menjadi arena penentuan pemain kunci. Penampilan Bruno Fernandes, Kevin De Bruyne, dan Erling Haaland untuk City akan sangat menentukan, begitu pula peran Vinícius Júnior dan Luka Modrić untuk Real. Di PSG, peran Messi, Mbappé, dan Neymar menjadi faktor penentu, sementara Bayern mengandalkan Joshua Kimmich dan Thomas Müller.
Selain aksi di lapangan, faktor eksternal seperti cuaca, kondisi lapangan, dan dukungan suporter juga dapat memengaruhi hasil akhir. Cuaca dingin di Manchester dan Paris pada malam pertandingan dapat menambah tantangan fisik bagi pemain, sementara atmosfer kandang di Anfield dan Stamford Bridge dikenal menambah tekanan bagi tim tamu.
Secara keseluruhan, leg kedua perempat final Liga Champions menjanjikan pertandingan yang sarat strategi, teknik, dan drama. Penonton dapat menantikan momen-momen krusial, gol-gol indah, serta kemungkinan besar terjadinya “remontada” yang mengubah nasib tim dalam 90 menit.
Dengan jadwal yang sudah pasti, para pendukung klub-klub besar di seluruh dunia kini dapat menyiapkan diri untuk menyaksikan aksi-aksi yang akan menuliskan babak baru dalam sejarah kompetisi paling bergengsi di benua biru. Apakah akan terjadi comeback yang mengejutkan? Hanya waktu yang akan menjawab, namun antisipasi sudah terasa menggelora.





