123Berita – 09 April 2026 | Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan olahraga lari di tanah air dengan menyelenggarakan Indonesia Road Running Clinic 2026. Acara ini digelar sebagai serangkaian coaching clinic yang menargetkan peningkatan kualitas penyelenggaraan lomba lari, baik dari sisi teknis maupun manajerial. Seluruh agenda dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi pelaku industri lari, mulai dari penyelenggara acara, pelatih, hingga atlet amatir yang ingin menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Coaching clinic ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada 12 Februari 2026 di Jakarta Convention Center, dengan menghadirkan lebih dari 150 peserta yang berasal dari berbagai provinsi. Peserta meliputi perwakilan organisasi lari daerah, pelatih profesional, serta pengelola event lari komersial. Seluruh rangkaian kegiatan dibimbing oleh narasumber yang memiliki pengalaman internasional, termasuk pelatih nasional, perwakilan federasi atletik Asia, dan pakar manajemen acara sport.
Tujuan utama Indonesia Road Running Clinic 2026 adalah menciptakan standar operasional yang konsisten bagi semua lomba lari yang diselenggarakan di Indonesia. Menurut Ketua PB PASI, Rudi Hartono, standar yang belum merata menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya partisipasi dan kepuasan peserta pada event-event lari sebelumnya. “Kami ingin memastikan setiap lomba, baik skala kota maupun nasional, mampu memberikan pengalaman yang aman, terorganisir, dan profesional bagi semua pemangku kepentingan,” ungkapnya dalam pembukaan acara.
Selama tiga hari tersebut, peserta diberikan materi yang mencakup empat pilar utama:
- Perencanaan Rute dan Logistik: Mengidentifikasi jalur optimal yang memperhatikan faktor keamanan, aksesibilitas, serta dampak lingkungan.
- Manajemen Keamanan dan Kesehatan: Menyusun protokol medis, penanganan darurat, serta mitigasi risiko cuaca ekstrem.
- Pemasaran dan Sponsorship: Teknik menarik sponsor, membangun brand event, dan memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan partisipasi.
- Pengembangan Atlet dan Pelatihan: Metode pelatihan berbasis ilmu fisiologi terkini serta strategi pembinaan bakat muda.
Setiap modul dilengkapi dengan sesi praktik langsung, dimana peserta diajak menguji perencanaan rute di area sekitar venue, melakukan simulasi penanganan medis, serta merancang proposal sponsorship. Pendekatan hands‑on ini dipandang efektif oleh para peserta, yang menyatakan bahwa teori saja tidak cukup tanpa aplikasi nyata.
Selain materi utama, klinik ini juga memberikan ruang diskusi terbuka antara perwakilan pemerintah daerah dengan pihak sponsor utama, seperti perusahaan minuman energi dan produsen perlengkapan olahraga. Diskusi tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk mendukung lomba lari regional dengan dana hibah serta penyediaan fasilitas teknis, seperti timing system otomatis dan pos medis bergerak.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan teknis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Asosiasi Pelaku Usaha Lari Indonesia (APULI). Kedua institusi tersebut menyediakan narasumber tambahan yang membahas regulasi nasional terkait penyelenggaraan event sport, serta memberikan insight tentang peluang pendanaan melalui program pemerintah.
Menilik dampak jangka panjang, PB PASI menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, setidaknya 80% lomba lari berskala kota di Indonesia dapat memenuhi standar yang telah dirumuskan dalam klinik ini. Untuk mengukur capaian tersebut, PB PASI akan meluncurkan sistem audit independen yang akan menilai kepatuhan penyelenggara terhadap protokol yang telah ditetapkan.
Para peserta pun mengungkapkan harapan mereka bahwa ilmu yang didapatkan dapat langsung diaplikasikan pada event berikutnya. Seorang perwakilan dari Surabaya Marathon, Lina Suryani, mengatakan, “Setelah mengikuti sesi tentang manajemen keamanan, kami kini memiliki checklist yang lebih lengkap dan dapat mengurangi potensi insiden di lintasan. Ini akan meningkatkan kepercayaan pelari untuk ikut serta kembali tahun depan.”
Di sisi lain, para pelatih juga mendapatkan manfaat signifikan. Coach Ahmad Fauzi, yang melatih tim junior di Bandung, menekankan pentingnya pemahaman fisiologi terbaru yang disampaikan dalam modul pelatihan atlet. “Pengetahuan tentang periodisasi latihan dan pemulihan yang tepat akan membantu kami menyiapkan atlet yang tidak hanya cepat, tapi juga tahan banting,” ujar beliau.
Dengan semangat kolaboratif yang ditunjukkan selama coaching clinic, PB PASI berharap dapat membangun ekosistem lari yang berkelanjutan, di mana setiap elemen – dari perencanaan rute hingga pelatihan atlet – beroperasi secara sinergis. Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lomba, tetapi juga mendorong lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas lari sebagai gaya hidup sehat.
Indonesia Road Running Clinic 2026 menandai langkah strategis PB PASI dalam memperkuat fondasi olahraga lari di Indonesia. Melalui pendidikan, standar operasional, dan kerja sama lintas sektor, diharapkan kualitas lomba lari nasional akan terus naik, menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama bagi para pelari domestik maupun internasional.





