Indonesia Raih Dukungan untuk Bergabung di Komite UNESCO pada Pertemuan di Prancis

Indonesia Raih Dukungan untuk Bergabung di Komite UNESCO pada Pertemuan di Prancis
Indonesia Raih Dukungan untuk Bergabung di Komite UNESCO pada Pertemuan di Prancis

123Berita – 26 April 2026 | Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia, Fadli Zon, memperkuat agenda diplomatik negara dalam kunjungan kerja ke Paris dengan menggelar pertemuan penting yang menitikberatkan pada upaya Indonesia mencalonkan diri menjadi anggota Komite UNESCO. Pertemuan tersebut melibatkan pejabat tinggi Perancis, perwakilan lembaga kebudayaan internasional, serta sejumlah diplomat yang memiliki peran strategis dalam proses seleksi UNESCO.

Fadli Zon menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di Komite UNESCO tidak sekadar simbolik, melainkan merupakan langkah konkret untuk mengangkat nilai-nilai budaya nusantara ke panggung global. Ia menyoroti kekayaan warisan budaya Indonesia yang meliputi situs arkeologi, tradisi seni, serta bahasa daerah yang masih lestari. Menurutnya, keanggotaan di Komite UNESCO akan memberi Indonesia ruang lebih luas untuk berkontribusi dalam kebijakan pelestarian budaya dunia.

Bacaan Lainnya

Pertemuan di Paris juga menjadi ajang dialog intensif mengenai dukungan internasional yang diperlukan. Para pejabat Perancis menyatakan apresiasi terhadap komitmen Indonesia dalam melestarikan warisan budaya, sekaligus menekankan pentingnya sinergi antarnegara dalam melindungi situs-situs bersejarah. Mereka berjanji akan mengadvokasi pencalonan Indonesia di lingkaran diplomat UNESCO, terutama menjelang rapat pleno yang akan datang.

Selama diskusi, Menteri Fadli Zon menyampaikan beberapa inisiatif strategis yang telah diluncurkan pemerintah Indonesia, termasuk program revitalisasi cagar budaya, digitalisasi koleksi museum, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi. Ia menambahkan bahwa Indonesia telah menyiapkan tim teknis yang siap berkolaborasi dengan UNESCO untuk mengimplementasikan standar internasional dalam pelestarian budaya.

Para ahli kebudayaan yang hadir menilai bahwa pencalonan Indonesia ke Komite UNESCO berada pada posisi yang kuat, mengingat prestasi negara dalam mengamankan situs Warisan Dunia UNESCO, seperti Borobudur, Candi Prambanan, dan Taman Nasional Komodo. Mereka menekankan bahwa keanggotaan komite tidak hanya meningkatkan profil internasional Indonesia, tetapi juga membuka peluang pendanaan dan akses teknologi bagi proyek pelestarian lokal.

Selain aspek kebudayaan, pertemuan tersebut juga menyinggung peran UNESCO dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, dan komunikasi. Fadli Zon mengusulkan agar Indonesia dapat berkontribusi pada agenda UNESCO yang lebih luas, termasuk program literasi budaya dan kampanye anti‑perusakan situs bersejarah. Ia berharap dukungan tersebut akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang pro‑aktif dalam dialog multikultural.

Kesimpulannya, pertemuan diplomatik di Paris menandai momentum penting bagi Indonesia dalam upaya bergabung dengan Komite UNESCO. Dengan dukungan yang diharapkan dari negara‑negara Eropa dan lembaga internasional, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat peran strategisnya dalam pelestarian budaya global. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah Indonesia dalam menempatkan kebudayaan sebagai prioritas utama dalam kebijakan luar negeri.

Pos terkait