123Berita – 11 Agustus 2026 | Indonesia, melalui Bea Cukai, berpartisipasi dalam rangkaian pertemuan The 94th Policy Commission dan The 147th/148th Council Session yang digelar secara resmi di Belgia. Pertemuan ini merupakan ajang bagi negara-negara anggota World Customs Organization (WCO) untuk membahas arah kebijakan kepabeanan dunia dan mempromosikan kerja sama internasional dalam bidang kepabeanan.
Pertemuan yang digelar di Brussels, Belgia, ini dihadiri oleh perwakilan dari lebih dari 180 negara anggota WCO, termasuk Indonesia. Dalam pertemuan ini, Indonesia memiliki kesempatan untuk mempromosikan kepentingan nasional dan regional dalam bidang kepabeanan, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kepabeanan.
Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan ini adalah tentang pengembangan kebijakan kepabeanan yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi. Dalam era digital saat ini, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kepabeanan menjadi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses kepabeanan.
Indonesia juga memiliki kesempatan untuk membagikan pengalaman dan best practice dalam implementasi kebijakan kepabeanan, terutama dalam hal penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu negara yang aktif dan proaktif dalam mempromosikan kerja sama internasional dalam bidang kepabeanan.
Dalam pertemuan ini, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk membahas tentang isu-isu kepabeanan yang menjadi perhatian bersama, seperti penanggulangan kejahatan kepabeanan, perlindungan hak kekayaan intelektual, dan promosi keamanan dan keselamatan dalam proses kepabeanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam bidang kepabeanan, terutama dalam hal pengembangan sistem informasi dan komunikasi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses kepabeanan, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk mempromosikan keamanan dan keselamatan dalam proses kepabeanan.
Untuk itu, pertemuan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk mempromosikan kepentingan nasional dan regional dalam bidang kepabeanan, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kepabeanan.
Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kemajuan dalam bidang kepabeanan, terutama dalam hal pengembangan sistem informasi dan komunikasi. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu negara yang aktif dan proaktif dalam mempromosikan kerja sama internasional dalam bidang kepabeanan.
Pertemuan ini juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas jaringan kerja sama dengan negara-negara lain, terutama dalam bidang kepabeanan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses kepabeanan, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk mempromosikan keamanan dan keselamatan dalam proses kepabeanan.
Dalam kesimpulan, pertemuan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk mempromosikan kepentingan nasional dan regional dalam bidang kepabeanan, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kepabeanan. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu negara yang aktif dan proaktif dalam mempromosikan kerja sama internasional dalam bidang kepabeanan.





