123Berita – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Pemerintah Indonesia bersama dengan investor domestik dan asing siap menandatangani kesepakatan pembangunan pabrik melamin terbesar dan pertama di tanah air. Proyek strategis ini akan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, dengan total nilai investasi mencapai Rp10,2 triliun. Pabrik tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kemandirian industri kimia Indonesia serta memperkuat rantai nilai manufaktur dalam negeri.
Melamin, bahan baku utama untuk produksi panel MDF, melamin formaldehid, serta berbagai produk rumah tangga dan peralatan industri, selama ini masih banyak diimpor. Ketersediaan pasokan yang terbatas serta fluktuasi harga global menjadi kendala bagi pelaku usaha lokal. Dengan hadirnya pabrik berkapasitas tinggi di KEK Gresik, diharapkan dapat menurunkan ketergantungan pada impor, menstabilkan harga, serta membuka peluang ekspor produk turunan melamin.
Rencana pembangunan pabrik ini telah melalui serangkaian studi kelayakan yang melibatkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Perindustrian, serta lembaga riset independen. Menurut data terbaru, pabrik akan memiliki kapasitas produksi mencapai 500.000 ton melamin per tahun, dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan yang memenuhi standar internasional. Proses produksi akan mengintegrasikan penggunaan bahan baku berbasis urea dan formaldehid yang diproses melalui instalasi kontrol emisi gas buang, sehingga dampak lingkungan dapat diminimalkan.
Investasi sebesar Rp10,2 triliun berasal dari konsorsium yang mencakup perusahaan kimia terkemuka asal Korea Selatan, China, serta mitra lokal yang memiliki pengalaman di sektor petrokimia. Struktur pembiayaan diperkirakan terdiri atas 60% ekuitas konsorsium, 30% pinjaman bank nasional, dan 10% dukungan dana hibah pemerintah melalui program Pengembangan Industri Strategis Nasional (PISN).
- Jadwal konstruksi: Pekerjaan fisik diperkirakan memakan waktu 24 bulan, dimulai pada kuartal ketiga 2026 dengan target operasional penuh pada akhir 2028.
- Lapangan kerja: Selama fase pembangunan, diproyeksikan tercipta sekitar 3.500 lapangan kerja langsung, sementara fase operasional akan menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja terampil dan tidak terampil.
- Manfaat ekonomi: Selain mengurangi impor, pabrik ini diperkirakan menyumbang tambahan PDB nasional sebesar Rp1,2 triliun per tahun dan meningkatkan penerimaan pajak daerah serta nasional.
Para pejabat pemerintah menilai proyek ini selaras dengan visi “Indonesia 2025” yang menekankan pada pengembangan industri berbasis teknologi tinggi serta peningkatan nilai tambah dalam sektor manufaktur. Menteri Perindustrian, Rini Soemarno, menyatakan bahwa kehadiran pabrik melamin di KEK Gresik akan menjadi katalisator bagi pengembangan ekosistem industri kimia di wilayah Jawa Timur, sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Lokasi KEK Gresik dipilih karena kedekatannya dengan pelabuhan utama, infrastruktur logistik yang memadai, serta kedekatan dengan sumber energi listrik dan gas alam. Hal ini memungkinkan pabrik beroperasi dengan biaya produksi yang kompetitif. Selain itu, KEK Gresik telah menyediakan fasilitas pendukung seperti zona bebas bea, akses cepat ke jaringan transportasi darat, serta insentif fiskal bagi investor.
Meski prospek sangat menjanjikan, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Pengelolaan limbah kimia, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta kebutuhan akan tenaga kerja terampil menjadi fokus utama. Pemerintah berkomitmen menyediakan program pelatihan vokasi khusus untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai, bekerja sama dengan institusi pendidikan tinggi dan lembaga pelatihan teknis.
Secara keseluruhan, pembangunan pabrik melamin pertama di Indonesia ini menandai langkah signifikan dalam upaya diversifikasi basis industri nasional. Dengan investasi miliaran rupiah, dukungan kebijakan yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor, proyek ini diyakini dapat mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju industri berbasis pengetahuan dan teknologi tinggi.
Keberhasilan proyek di KEK Gresik diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi kawasan ekonomi khusus, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai nilai kimia global.





