123Berita – 04 April 2026 | Jambi, 3 April 2026 – Dinas Penyelenggaraan Imigrasi Jambi mengumumkan peningkatan pengawasan terhadap 56 atlet asing yang akan berkompetisi dalam Lomba Lari Internasional Kerinci100. Penegakan kontrol ketat ini merupakan upaya preventif untuk menjamin keamanan peserta, penonton, serta kelancaran pelaksanaan acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di Kabupaten Kerinci.
Kerinci100, yang telah menjadi magnet bagi pelari profesional dari berbagai negara, diproyeksikan menampilkan lebih dari 2.000 peserta, termasuk pelari elit, pelari amatir, dan delegasi tim resmi. Keberadaan atlet internasional menambah tantangan logistik dan keamanan, terutama terkait izin masuk, kepatuhan visa, serta prosedur karantina pasca‑pandemi. Menyikapi hal ini, Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Jambi menyiapkan rangkaian langkah yang terkoordinasi dengan kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan panitia penyelenggara.
Berbagai pihak menilai langkah pengawasan ini sebagai respons positif terhadap potensi risiko keamanan yang dapat muncul dalam event berskala internasional. “Kami tidak hanya memastikan bahwa setiap atlet memiliki dokumen resmi yang lengkap, tetapi juga mengawasi pergerakan mereka selama kompetisi,” ujar Kepala Sub Direktorat Layanan Keimigrasian Kabupaten Jambi, Bapak Hadi Susanto. “Tujuan utama kami adalah menciptakan lingkungan kompetisi yang bebas dari gangguan hukum maupun keamanan, sehingga fokus tetap pada prestasi olahraga,” tambahnya.
Berikut rangkaian prosedur yang diterapkan oleh Imigrasi Jambi selama persiapan dan pelaksanaan Kerinci100:
- Verifikasi ulang seluruh paspor dan visa atlet asing satu minggu sebelum kedatangan, termasuk pengecekan keabsahan dokumen melalui sistem imigrasi elektronik.
- Pemeriksaan kesehatan dan sertifikat vaksinasi COVID‑19 yang masih berlaku, sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.
- Penyediaan tim khusus Imigrasi di bandara Sultan Thaha Sadiman (Jambi) untuk proses imigrasi yang dipercepat, mengurangi waktu tunggu dan menghindari kerumunan.
- Pengawasan real‑time menggunakan aplikasi pelacakan yang terintegrasi dengan panitia, memungkinkan pemantauan lokasi atlet selama kompetisi.
- Koordinasi dengan kepolisian setempat untuk pengamanan jalur lintasan lari, pos pemeriksaan, dan area akomodasi.
- Pembentukan pusat layanan darurat 24 jam yang siap menangani situasi medis atau keamanan yang mendesak.
Selain itu, Imigrasi Jambi menyiapkan tim pendamping bahasa Inggris dan bahasa asing lain yang relevan, guna memfasilitasi komunikasi antara atlet, pelatih, serta pejabat imigrasi. Tim ini juga berperan sebagai penasehat bagi peserta asing yang membutuhkan bantuan administratif, seperti perpanjangan izin tinggal singkat atau perubahan jadwal perjalanan.
Para atlet asing, yang datang dari negara‑negara seperti Kenya, Ethiopia, Jepang, dan Amerika Serikat, menyambut baik langkah pengawasan ini. Seorang pelari asal Kenya, John Mwangi, mengaku bahwa proses imigrasi yang transparan dan terorganisir membantu mereka fokus pada persiapan fisik. “Kami tidak perlu khawatir tentang dokumen; tim Imigrasi Jambi sangat membantu dan profesional,” ungkapnya dalam wawancara singkat di hotel tempat mereka menginap.
Pengawasan ketat ini juga diharapkan dapat meminimalisir potensi pelanggaran imigrasi, seperti overstaying atau masuk tanpa izin kerja. Menurut data Imigrasi Jambi, pada event olahraga berskala serupa dalam tiga tahun terakhir, terdapat rata‑rata 12 kasus pelanggaran minor yang berhasil diidentifikasi dan diselesaikan sebelum menimbulkan dampak hukum yang lebih besar. Dengan prosedur yang lebih proaktif kali ini, angka tersebut diharapkan turun signifikan.
Para pihak terkait, termasuk Dinas Pariwisata Jambi, menilai Kerinci100 sebagai peluang strategis untuk mempromosikan potensi wisata alam Kabupaten Kerinci yang terkenal dengan gunung berapi aktif, hutan hujan tropis, dan air terjun yang menawan. “Keamanan yang terjamin akan meningkatkan citra Jambi sebagai destinasi olahraga internasional yang profesional,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Ibu Siti Marlina.
Kesimpulannya, langkah Imigrasi Jambi memperkuat pengawasan atlet asing dalam Lomba Lari Internasional Kerinci100 tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap keamanan, tetapi juga menegaskan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event berskala global. Sinergi antara aparat keamanan, otoritas imigrasi, dan penyelenggara acara diharapkan menghasilkan kompetisi yang aman, lancar, dan berkesan bagi semua pihak yang terlibat.





