Ho Yuhang Puji Kemudahan Skrip ‘Ghost in the Cell’ dan Kedekatan Sosial Indonesia-Malaysia

123Berita – 10 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Aktor sekaligus sutradara asal Malaysia, Ho Yuhang, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap naskah film horor satir Ghost in the Cell. Dalam sebuah pertemuan di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, ia menyatakan bahwa proses membaca skrip selesai dalam dua jam karena kejelasan cerita serta kemiripan konteks sosial antara Indonesia dan Malaysia.

Ho Yuhang menjelaskan bahwa ia tidak mengalami kesulitan berarti dalam memahami latar belakang cerita yang diangkat. “Kalau mengacu pada konteks ini, tidak susah,” ujarnya kepada wartawan. Menurutnya, kedekatan budaya, politik, dan masalah sosial yang dihadirkan dalam film menjadi faktor utama kelancaran pendalaman perannya.

Bacaan Lainnya

Film Ghost in the Cell tidak sekadar menyajikan ketegangan horor dari makhluk tak kasat mata. Karya Joko Anwar ini sekaligus menyisipkan kritik tajam terhadap situasi politik dan sosial Indonesia, mulai dari korupsi hingga isu deforestasi. Dengan menggabungkan elemen horor dan satir, film tersebut menawarkan sudut pandang baru yang relevan bagi penonton masa kini.

Ho Yuhang menambahkan bahwa skrip yang diberikan oleh Joko Anwar dan tim produksi sangat terstruktur, sehingga ia dapat menyerap isi cerita dengan cepat. “Tidak susah mau paham skrip itu. Skrip ini saya, bila Bang Joko bagi saya, saya baca dalam dua jam, habis,” katanya. Pernyataan ini menegaskan betapa pentingnya kejelasan naskah dalam proses kreatif, terutama ketika melibatkan aktor dari luar negeri yang harus menyesuaikan diri dengan nuansa lokal.

Selain aspek teknis, Ho Yuhang menyoroti bahwa semua elemen dalam film terasa sangat dekat dengan realitas yang ia ketahui. “Itu konteks semua saya boleh relate, senang saja,” ujarnya dengan senyum. Hal ini mencerminkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, melainkan juga sebagai cermin bagi isu-isu yang dihadapi masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Joko Anwar, sutradara film, juga memberikan penjelasan mengenai alasan mengajak Ho Yuhang untuk bergabung dalam proyek ini. Ia menekankan persahabatan yang terjalin serta rasa hormatnya terhadap dedikasi dan kualitas karya Ho Yuhang di kancah internasional. “Ho Yuhang ini adalah sahabat saya dan dia adalah salah satu sutradara terbaik di Asia dari Malaysia. Aku nge‑fans sama film‑filmnya dan aku ajak untuk berkolaborasi di film ini karena memang pengen kerja sama sama Ho Yuhang,” ujar Joko Anwar.

Ho Yuhang memang tidak asing dalam dunia perfilman. Kariernya meliputi beberapa karya penting seperti Sanctuary (2004), Tai yang yue (2006), dan Mrs. K (2016). Keberhasilannya menembus pasar internasional menjadikan dirinya sosok yang dihormati di antara sineas Asia. Kolaborasi dengan Joko Anwar menjadi bukti bahwa batasan geografis kini semakin kabur dalam industri film.

Penayangan Ghost in the Cell dijadwalkan mulai 16 April 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Film ini diharapkan menarik perhatian penonton yang menggemari genre horor sekaligus ingin menyimak kritik sosial yang dibalut dalam cerita menyeramkan. Antisipasi tinggi tercipta tidak hanya karena nama Joko Anwar, tetapi juga karena kehadiran Ho Yuhang yang menambah nilai internasional pada produksi ini.

Kemudahan Ho Yuhang dalam menguasai skrip dan kemampuannya beradaptasi dengan konteks Indonesia menegaskan pentingnya persamaan budaya dalam kolaborasi lintas negara. Hal ini memberi pelajaran bagi industri film regional bahwa pemahaman mendalam terhadap realitas sosial dapat memperlancar proses kreatif, sekaligus meningkatkan kualitas narasi yang dihadirkan.

Secara keseluruhan, pernyataan Ho Yuhang menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah film tidak hanya bergantung pada efek visual atau aksi pemain, melainkan pada kedalaman naskah yang relevan dengan kondisi masyarakat. Dengan memadukan horor, satire, dan realisme sosial, Ghost in the Cell berpotensi menjadi karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi diskusi publik tentang isu‑isu penting di Asia Tenggara.

Pos terkait