123Berita – 10 April 2026 | Harry Kane, kapten Tottenham Hotspur dan penyerang utama timnas Inggris, baru-baru ini mengungkapkan sosok striker legendaris yang menjadi inspirasi dalam kariernya. Di tengah sorotan media dan pertanyaan mengenai idola-idola di dunia sepak bola, Kane menyebut nama Alessandro Del Piero sebagai salah satu panutan utama. Pernyataan tersebut menambah catatan unik tentang hubungan lintas generasi antara dua pemain yang memiliki gaya bermain berbeda namun berbagi semangat kompetitif yang tinggi.
Del Piero, yang dikenal sebagai ikon Juventus pada era 1990-an hingga awal 2000-an, menorehkan lebih dari 290 gol dalam kompetisi domestik Italia serta mencetak lebih dari 200 gol di semua kompetisi. Gaya bermainnya yang elegan, kemampuan mengeksekusi tembakan kaki kiri dengan presisi, serta peran pentingnya dalam menciptakan peluang bagi rekan satu tim membuatnya menjadi salah satu penyerang paling dihormati dalam sejarah Serie A. Sementara itu, Kane, yang lahir di Walthamstow, London pada tahun 1993, tumbuh menjadi penyerang serba guna yang mampu bermain sebagai target man, penyerang tengah, maupun sebagai penyerang yang menurunkan bola dengan cerdik.
Meski keduanya beroperasi di era dan liga yang berbeda, kedekatan filosofi bermain menjadi benang merah yang menghubungkan mereka. Kane mengakui bahwa ia mengagumi cara Del Piero mengontrol bola di area penalti, kemampuan menempatkan tembakan dari jarak jauh, serta keuletannya dalam membantu tim. “Saya suka bagaimana Del Piero selalu mencari ruang, selalu siap memberikan umpan terobosan, dan tetap tenang di bawah tekanan,” ujar Kane dalam sebuah wawancara singkat. Ia menambahkan bahwa meneladani kebijaksanaan Del Piero di lapangan membantu dirinya mengasah kecerdasan taktis, terutama dalam membaca gerakan lawan dan memanfaatkan ruang kosong.
Pengaruh Del Piero tidak hanya terbatas pada aspek teknis. Kane menyoroti nilai mentalitas juara yang ditunjukkan Del Piero selama kariernya, terutama ketika Juventus menguasai kompetisi domestik dan berjuang di level Eropa. “Dia selalu menampilkan kepemimpinan tanpa harus berteriak-teriak. Itu memberi saya contoh bagaimana menjadi pemimpin yang tenang namun efektif,” jelas Kane. Pendekatan tersebut tercermin dalam cara Kane memimpin Tottenham, baik di dalam maupun di luar lapangan, serta dalam perannya sebagai kapten timnas Inggris.
Selain aspek taktik dan mental, Kane juga mengapresiasi sisi profesionalisme Del Piero di luar lapangan. Del Piero dikenal sebagai sosok yang rendah hati, terlibat dalam kegiatan sosial, serta memiliki reputasi sebagai duta olahraga yang baik. Kane menyatakan bahwa sikap tersebut menginspirasi ia untuk lebih terlibat dalam aktivitas kemanusiaan, termasuk program-program berbasis komunitas yang diusung oleh Tottenham Hotspur.
Pengakuan Kane terhadap Del Piero muncul pada saat ia berada dalam fase penting kariernya. Musim 2023/2024 menjadi musim di mana Kane kembali memecahkan rekor gol Premier League, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyerang teratas dunia. Kesuksesan tersebut tak lepas dari proses belajar yang terus-menerus, termasuk meneliti gerakan pemain-pemain klasik seperti Del Piero. Menurut analis sepak bola, pengaruh pemain klasik dapat membantu striker modern dalam mengembangkan variasi serangan, terutama dalam mengoptimalkan pergerakan tanpa bola.
Fans Tottenham dan Inggris pun menyambut baik pengakuan tersebut. Banyak yang menganggap bahwa meneladani pemain Italia klasik menambah dimensi baru pada gaya bermain Kane, yang selama ini lebih dikenal dengan kekuatan fisik dan penyelesaian akhir yang klinis. Media sosial dipenuhi komentar positif, dengan beberapa pendukung menulis, “Kane belajar dari Del Piero, berarti ia tidak hanya mengandalkan fisik, tapi juga kecerdasan permainan.”
Di sisi lain, mantan rekan setim Del Piero di Juventus, Alessandro Pirlo, memberi komentar singkat mengenai hubungan tak terduga antara dua striker ini. Pirlo menilai bahwa “Jika Del Piero pernah melihat Kane bermain, ia pasti akan tersenyum melihat bagaimana semangat kompetitif dan kreativitas tetap menjadi inti sepak bola, tidak peduli generasinya.”
Secara historis, hubungan antara pemain Inggris dan Italia memang telah lama terjalin, mulai dari era 1970-an ketika klub-klub Inggris pertama kali mengirim pemain ke Serie A. Pengaruh taktik Italia, khususnya dalam hal pertahanan zonal dan pergerakan off‑the‑ball, telah memberi dampak pada perkembangan pemain Inggris modern. Kane, yang pernah bermain melawan klub-klub Italia di kompetisi Liga Champions, memiliki kesempatan untuk mengamati langsung gaya bermain yang dipengaruhi oleh warisan Del Piero.
Kesimpulannya, pengakuan Harry Kane terhadap Alessandro Del Piero menegaskan betapa pentingnya menghargai warisan sepak bola lintas generasi. Dengan mengadopsi nilai-nilai teknis, taktis, dan mental yang dimiliki Del Piero, Kane tidak hanya memperkaya repertoar permainannya, tetapi juga menunjukkan bahwa inspirasi tidak mengenal batas geografis maupun era. Bagi para penggemar sepak bola, kolaborasi tak terlihat ini menjadi contoh bagaimana legenda masa lalu tetap hidup melalui generasi penerus yang terus berupaya menulis sejarah baru di lapangan hijau.





