123Berita – 04 Mei 2026 | Pertamina resmi mengumumkan kenaikan Harga BBM Pertamina mulai berlaku pada 4 Mei 2026. Kenaikan tersebut menandai peningkatan signifikan pada beberapa varian bahan bakar, termasuk Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp27.900 per liter. Langkah ini merupakan respons perusahaan terhadap fluktuasi harga minyak dunia, perubahan nilai tukar, serta penyesuaian tarif pajak yang berdampak pada biaya produksi.
Varian Dex, yang dikenal sebagai bahan bakar dengan angka oktan 92, mengalami lonjakan harga paling tajam. Dari sebelumnya Rp26.500 per liter, kini harga resmi naik menjadi Rp27.900 per liter. Kenaikan sebesar Rp1.400 ini mengindikasikan tekanan biaya yang semakin besar pada sektor transportasi pribadi dan komersial.
Sebagai pelengkap, Pertamina Dexlite, bahan bakar oktan 88, juga mengalami penyesuaian menjadi Rp26.000 per liter, naik Rp800 dari harga sebelumnya. Sementara itu, Pertalite (Roktan 90) dan Pertamax (Roktan 92) mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp500 dan Rp800, dengan harga akhir Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp14.500 per liter untuk Pertamax.
Berikut rangkuman lengkap Harga BBM Pertamina per 4 Mei 2026:
| Jenis BBM | Harga per Liter (Rp) |
|---|---|
| Pertamina Dex | 27.900 |
| Pertamina Dexlite | 26.000 |
| Pertalite | 10.000 |
| Pertamax | 14.500 |
Penetapan harga tersebut tidak lepas dari faktor eksternal yang memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah Brent yang terus berfluktuasi, terutama pada kuartal pertama 2026, menambah tekanan pada biaya impor bahan bakar. Selain itu, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat meningkatkan beban biaya konversi pada setiap barrel minyak yang diimpor. Pemerintah juga menyesuaikan tarif PPN dan pajak penjualan khusus (PPnBM) yang berdampak langsung pada harga jual eceran.
Impact terhadap konsumen tampak nyata. Pengguna kendaraan pribadi akan merasakan penambahan biaya operasional harian, sementara sektor logistik dan transportasi publik harus menyesuaikan tarif layanan. Industri manufaktur yang bergantung pada bahan bakar diesel juga akan menghitung ulang estimasi biaya produksi, yang pada gilirannya dapat memengaruhi harga akhir produk kepada konsumen.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa penyesuaian harga ini telah melalui kajian mendalam dan tetap mengutamakan stabilitas pasokan. Sementara itu, Pertamina mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan komitmen untuk menjaga kualitas BBM serta meningkatkan efisiensi distribusi demi meminimalkan beban tambahan bagi masyarakat.
Bagi konsumen, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak kenaikan Harga BBM Pertamina. Mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dengan melakukan perawatan rutin pada kendaraan, menghindari beban berlebih, serta memilih rute perjalanan yang lebih efisien dapat menurunkan konsumsi. Selain itu, beralih ke kendaraan dengan efisiensi bahan bakar lebih tinggi atau memanfaatkan transportasi publik menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.
Secara keseluruhan, kenaikan Harga BBM Pertamina pada 4 Mei 2026 mencerminkan dinamika pasar energi yang kompleks. Meskipun menambah beban biaya bagi pengguna akhir, langkah ini diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pasokan bahan bakar nasional serta menyesuaikan dengan kondisi ekonomi makro. Konsumen diharapkan dapat menyesuaikan perilaku konsumsi guna mengatasi tantangan harga yang lebih tinggi ke depannya.





