Gus Ipul Kunjungi Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Semarang, Siapkan Fasilitas untuk Lebih dari 1.000 Siswa

123Berita – 10 April 2026 | Gus Ipul, Ketua DPRD Kota Semarang, melakukan inspeksi lapangan pada Senin (5 April 2024) ke proyek gedung permanen Sekolah Rakyat yang tengah dibangun di wilayah Kota Semarang. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk meninjau progres konstruksi serta memastikan kesiapan infrastruktur yang akan menampung lebih dari seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Proyek Sekolah Rakyat permanen ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di tingkat dasar hingga menengah. Gedung yang direncanakan seluas lebih dari 10.000 meter persegi ini akan dilengkapi dengan ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, serta fasilitas olahraga yang memenuhi standar nasional.

Bacaan Lainnya

Gus Ipul menilai bahwa proyek ini tidak hanya sekadar menambah kapasitas fisik, namun juga menjadi simbol komitmen pemerintah kota dalam mendukung pendidikan inklusif. “Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tempat belajar yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kapasitas lebih dari seribu siswa, kita dapat mengurangi beban pada sekolah-sekolah yang selama ini mengalami kepadatan kelas,” ujarnya dalam sambutan singkat di lokasi.

Berikut beberapa poin penting yang disorot dalam kunjungan tersebut:

  • Kapasitas dan jenjang: Gedung dirancang untuk menampung lebih dari 1.000 siswa, meliputi 12 kelas SD, 10 kelas SMP, dan 8 kelas SMA.
  • Fasilitas pendukung: Laboratorium IPA, laboratorium komputer, perpustakaan digital, ruang seni, dan lapangan olahraga multi-fungsi.
  • Anggaran: Total biaya pembangunan mencapai Rp 150 miliar, dengan sumber dana utama berasal dari APBD dan dana hibah Kementerian Pendidikan.
  • Waktu penyelesaian: Diharapkan selesai akhir 2024, dengan serah terima kepada Dinas Pendidikan pada awal 2025.

Selain aspek fisik, Gus Ipul juga menekankan pentingnya kualitas tenaga pengajar yang akan mengisi kelas di Sekolah Rakyat. Ia menyarankan agar pemerintah daerah bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal untuk program pelatihan guru, serta mengoptimalkan penggunaan teknologi pembelajaran digital.

Walikota Semarang, Hendro Siswoyo, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD dalam mempercepat realisasi proyek. “Kami berkomitmen menyiapkan segala sarana dan prasarana yang diperlukan, termasuk transportasi dan keamanan bagi para siswa,” kata Hendro.

Tak hanya pemerintah, masyarakat sekitar juga menyambut baik pembangunan ini. Warga Kelurahan Banyumanik, Rini Hartati, mengungkapkan harapan bahwa sekolah baru ini akan menjadi pilihan utama bagi anak-anak mereka. “Selama ini anak‑anak kami harus berangkat jauh ke sekolah lain. Dengan adanya Sekolah Rakyat di dekat rumah, mereka bisa belajar dengan lebih tenang dan tidak terbebani,” ujarnya.

Proyek ini merupakan bagian dari program “Sekolah untuk Semua” yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022. Program tersebut menargetkan pembangunan 50 sekolah baru di wilayah provinsi dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada daerah yang belum memiliki fasilitas pendidikan memadai.

Sejauh ini, beberapa tantangan yang dihadapi meliputi koordinasi antar‑instansi, pengadaan material yang masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar, serta penyesuaian desain agar ramah lingkungan. Tim proyek mengatasi hal ini dengan mengadakan rapat koordinasi mingguan dan menerapkan prinsip bangunan hijau, seperti penggunaan panel surya dan sistem pengelolaan air hujan.

Dengan selesainya gedung permanen ini, diharapkan beban pada sekolah‑sekolah konvensional di Semarang berkurang, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui fasilitas yang lebih modern. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja temporer bagi tenaga kontraktor lokal selama masa konstruksi.

Gus Ipul menutup kunjungan dengan mengajak seluruh pihak terkait untuk terus memantau progres pembangunan, serta memastikan bahwa Sekolah Rakyat dapat beroperasi tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi muda Semarang. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing masa depan kota dan bangsa.

Secara keseluruhan, inspeksi ini menunjukkan bahwa proyek Sekolah Rakyat permanen di Semarang berada pada jalur yang tepat. Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, diharapkan tujuan utama—menyediakan lingkungan belajar yang layak dan merata—akan terwujud dalam waktu dekat.

Pos terkait