123Berita – 07 April 2026 | Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi prioritas utama pemerintah provinsi, khususnya di kawasan Liang Anggang, Banjarbaru. Langkah ini diambil sebagai respons atas ancaman kebakaran yang dapat mengganggu operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor, salah satu pintu gerbang utama wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam pernyataan resminya, Muhidin menyoroti bahwa Liang Anggang berada dalam zona kritis yang berdekatan dengan terminal bandara. Potensi kebakaran di area ini tidak hanya berisiko merusak ekosistem, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan pada penerbangan, mengurangi visibilitas, serta menimbulkan asap tebal yang mengancam keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Gubernur menambahkan bahwa pemerintah provinsi telah merancang serangkaian program preventif yang mencakup peningkatan pengawasan, penyuluhan kepada masyarakat sekitar, serta penambahan sumber daya pemadam kebakaran. “Kami tidak bisa menunggu hingga kebakaran terjadi. Upaya preventif harus dimulai dari sekarang, melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, aparat keamanan, dan sektor swasta,” ujar Muhidin.
Beberapa langkah konkrit yang akan dilaksanakan antara lain:
- Peningkatan patroli satwa liar dan tim pemadam kebakaran di wilayah Liang Anggang, dengan penempatan pos-pos peninjauan yang dilengkapi dengan peralatan deteksi dini.
- Penyuluhan intensif kepada warga setempat tentang bahaya pembakaran lahan ilegal, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
- Kolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca yang dapat memicu kebakaran, seperti angin kencang dan suhu tinggi.
- Peningkatan anggaran khusus untuk pembelian alat pemadam kebakaran portabel, helikopter pemadam, dan kendaraan lapis baja yang mampu menembus medan sulit.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektoral antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, dan Pengelola Bandara Syamsudin Noor. “Kerja sama yang sinergis akan memastikan bahwa setiap potensi bahaya dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani secara efektif,” jelasnya.
Bandara Syamsudin Noor sendiri telah menjadi pusat aktivitas ekonomi regional, melayani ribuan penumpang setiap bulannya, serta menjadi titik hub bagi transportasi barang. Gangguan operasional akibat kebakaran dapat menimbulkan kerugian signifikan, tidak hanya bagi industri penerbangan tetapi juga bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan logistik di Kalimantan Selatan.
Para ahli lingkungan menilai bahwa strategi preventif yang diusung oleh pemerintah provinsi sejalan dengan upaya nasional untuk menurunkan angka kebakaran hutan. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun-tahun sebelumnya, Kalimantan mengalami peningkatan kasus karhutla yang dipicu oleh faktor manusia, terutama pembakaran lahan untuk pertanian.
Untuk menambah efektivitas, pemerintah provinsi juga merencanakan program penghijauan di area rawan kebakaran, termasuk penanaman pohon-pohon cepat tumbuh yang dapat menahan penyebaran api. Program ini diharapkan dapat menciptakan zona penyangga yang secara alami mengurangi laju penyebaran api.
Warga Liang Anggang menyambut baik inisiatif tersebut, meski tetap mengingatkan pentingnya peran aktif mereka. “Kami siap membantu, asalkan ada dukungan dari pemerintah dalam bentuk pelatihan dan peralatan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Di sisi lain, pihak Bandara Syamsudin Noor telah menyiapkan prosedur darurat tambahan, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan dan rute alternatif bila terjadi penurunan visibilitas akibat asap. Koordinasi antara pengelola bandara dan otoritas pemadam kebakaran menjadi kunci utama dalam menanggulangi potensi bencana.
Dengan langkah-langkah komprehensif ini, diharapkan Liang Anggang dapat tetap aman dari bahaya kebakaran, sekaligus menjamin kelancaran operasional bandara yang menjadi nadi perekonomian daerah. Upaya preventif yang terintegrasi, melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, menjadi fondasi kuat dalam mengatasi tantangan karhutla di Kalimantan Selatan.
Kesimpulannya, prioritas pencegahan karhutla di Liang Anggang yang dicanangkan oleh Gubernur Muhidin tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga memastikan kestabilan operasional Bandara Syamsudin Noor, yang pada gilirannya mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.