123Berita – 08 April 2026 | Indonesia kembali mengukir prestasi sebagai tuan rumah ajang balap internasional dengan menyiapkan GT World Challenge Asia 2026 untuk menggelar seri ketiga dan keempat pada tanggal 1 hingga 3 Mei 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok. Kompetisi yang menampilkan mobil-mobil GT3 kelas dunia ini diharapkan menjadi sorotan utama kalender balap regional serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem olahraga motor internasional.
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini memiliki peran strategis dalam memperluas jaringan dan kapasitas olahraga nasional. Ia menambahkan bahwa selain menjadi ajang kompetisi tingkat tinggi, GT World Challenge Asia menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi olahraga berstandar global.
“Selain menghadirkan kompetisi balap kelas dunia, penyelenggaraan GT World Challenge Asia adalah bagian dari strategi penguatan ekosistem olahraga nasional. Event seperti ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah ajang internasional,” ujar Taufik Hidayat dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Jakarta.
Sementara itu, Benjamin Franassovici, Director of SRO Motorsport Asia, menyoroti keunikan sirkuit Mandalika yang tidak hanya unggul secara teknis, namun juga memiliki atmosfer dan identitas budaya yang kuat. “Integrasi antara balap kelas dunia dan budaya lokal menjadi diferensiasi yang memperkuat daya tarik The Mandalika di kalender internasional,” ujarnya.
Mandalika International Circuit, yang selesai dibangun pada awal 2020-an, dirancang dengan profil kecepatan tinggi, kombinasi tikungan tajam, serta lintasan lurus yang menantang. Desain tersebut memberikan kesempatan bagi tim dan pembalap untuk menampilkan kemampuan teknis sekaligus strategi balap yang matang. Atmosfer tropis Lombok menambah daya tarik visual bagi penonton serta menambah nilai eksklusif bagi sponsor dan mitra komersial.
Berikut rangkuman jadwal resmi GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika:
- Hari Pertama (1 Mei 2026): Sesi latihan bebas pertama, diikuti dengan sesi latihan bebas kedua dan sesi kualifikasi.
- Hari Kedua (2 Mei 2026): Sesi latihan bebas ketiga, sesi kualifikasi tambahan, dan pemanasan sebelum balapan utama.
- Hari Ketiga (3 Mei 2026): Balapan utama seri ketiga dan keempat, disertai upacara penutupan dan perayaan.
Perkiraan partisipasi meliputi 23 mobil GT3 yang dibawa oleh tim-tim ternama, 46 pembalap dari berbagai negara, serta sekitar 17 negara yang mengirimkan wakilnya, termasuk Jepang, China, Australia, Prancis, Amerika Serikat, dan tentunya Indonesia. Keberagaman ini menambah dimensi internasional yang kuat, sekaligus membuka peluang kerjasama teknologi dan pertukaran pengetahuan antara tim-tim dari berbagai benua.
Secara ekonomi, acara ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Lombok. Hotel, restoran, serta layanan transportasi diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan, terutama dari delegasi tim, media internasional, dan penggemar balap yang datang dari dalam dan luar negeri. Pemerintah daerah Lombok telah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan jaringan transportasi dan layanan keamanan, untuk memastikan kelancaran acara.
Di sisi teknis, tim-tim yang berpartisipasi diharapkan membawa inovasi terbaru dalam pengembangan aerodinamika, sistem tenaga, dan strategi pit stop. Hal ini tidak hanya meningkatkan kompetisi di lintasan, tetapi juga menjadi laboratorium hidup bagi produsen mobil dan pemasok komponen yang ingin menguji keandalan produk mereka dalam kondisi balapan yang ekstrem.
Tak kalah penting, kehadiran GT World Challenge Asia di Mandalika diharapkan dapat memacu minat generasi muda Indonesia terhadap dunia motorsport. Program edukasi dan sosialisasi yang digabungkan dengan acara utama akan memberikan wawasan tentang teknik balap, keselamatan, serta peluang karier di industri otomotif dan balap.
Secara keseluruhan, GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika tidak hanya menjadi ajang kompetisi balap kelas dunia, melainkan juga platform strategis bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya dalam peta olahraga internasional, meningkatkan ekonomi lokal, serta menginspirasi generasi penerus. Dengan dukungan pemerintah, penyelenggara, serta komunitas balap, harapan besar tertuju pada suksesnya acara ini dan keberlanjutan jejak Indonesia di panggung motorsport global.





