Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Dampak Gempa Minahasa, Tegaskan Empati Pemerintah pada Warga Korban

Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Dampak Gempa Minahasa, Tegaskan Empati Pemerintah pada Warga Korban
Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Dampak Gempa Minahasa, Tegaskan Empati Pemerintah pada Warga Korban

123Berita – 08 April 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melanjutkan agenda kunjungan kerja ke provinsi Sulawesi Utara pada Senin (6 April 2024) dengan tujuan utama meninjau situasi pasca gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Minahasa. Keberangkatannya menandai langkah konkret pemerintah pusat dalam menanggapi bencana alam, sekaligus memberikan dukungan moril kepada ribuan warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa berkekuatan 6,2 skala Richer menyentuh wilayah tersebut pada akhir pekan lalu.

Sesampainya di Minahasa, Gibran disambut oleh pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta relawan SAR yang telah bekerja tanpa lelah sejak kejadian. Dalam rangkaian pertemuan, Gibran mendengarkan secara langsung keluhan dan kebutuhan para korban yang terdampak, mulai dari kerusakan rumah, kehilangan harta benda, hingga gangguan akses layanan dasar seperti listrik dan air bersih. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya akan memberikan bantuan material, tetapi juga memastikan proses rehabilitasi berjalan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Selama kunjungan, Gibran meninjau beberapa posko bantuan yang telah dibuka di pusat-pusat desa terdampak. Di tiap posko, ia memeriksa stok bantuan logistik, seperti selimut, makanan siap saji, dan peralatan medis dasar. Ia juga menanyakan ketersediaan tenaga medis serta upaya penanggulangan kesehatan mental bagi warga yang mengalami trauma pasca gempa. Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga kemanusiaan untuk mempercepat distribusi bantuan kepada yang paling membutuhkan.

Gibran mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas kerugian yang diderita masyarakat Minahasa, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem mitigasi bencana. Ia mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan tingkat risiko bencana tinggi, harus terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pembangunan infrastruktur yang tahan gempa, pelatihan evakuasi, dan edukasi masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia meminta semua pihak untuk tidak melupakan korban jangka panjang yang masih berjuang mengembalikan mata pencaharian mereka.

Pejabat daerah setempat, Bupati Minahasa, menyambut baik kehadiran Gibran sebagai wujud kepedulian tertinggi dari pemerintah pusat. Ia menyoroti bahwa bantuan darurat yang telah disalurkan masih belum mencukupi untuk menutupi total kerusakan rumah dan fasilitas umum. Oleh karena itu, Bupati mengusulkan penambahan dana alokasi khusus (DAK) serta alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat proses rekonstruksi. Gibran menyetujui usulan tersebut dan berjanji akan menyampaikan kepada Menteri terkait untuk mempercepat pencairan dana.

Di antara para korban, terdapat sejumlah keluarga yang kehilangan tempat tinggal secara total. Salah satu dari mereka, Ibu Siti Mariah, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Gibran yang memberikan harapan baru. “Saat kami masih berduka, kedatangan Bapak Gibran memberi kami semangat untuk tidak menyerah,” ujar Ibu Siti. Gibran menanggapi dengan empati, menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau proses rehabilitasi dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses bantuan.

Selama kunjungan kerja, Gibran juga meninjau kondisi fasilitas kesehatan di puskesmas setempat. Ia menanyakan ketersediaan obat-obatan, tenaga medis, serta kesiapan layanan darurat bagi korban yang masih mengalami cedera ringan. Gibran menekankan pentingnya penanganan kesehatan mental, mengingat trauma pasca gempa dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Ia meminta tim psikososial untuk meningkatkan program konseling serta memberikan pelatihan kepada kader desa dalam memberikan dukungan emosional.

Setelah serangkaian pertemuan dan inspeksi lapangan, Gibran menutup kunjungan kerja dengan menyampaikan pesan optimisme kepada seluruh warga Minahasa. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal proses pemulihan hingga daerah tersebut kembali pulih sepenuhnya. “Kita bersama-sama membangun kembali, tidak ada yang tertinggal,” tegasnya. Kunjungan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi percepatan penyaluran bantuan dan rekonstruksi infrastruktur, sekaligus memperkuat rasa solidaritas nasional dalam menghadapi bencana.

Dengan langkah nyata ini, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan mendukung proses pemulihan jangka panjang. Kunjungan Gibran ke Minahasa menjadi bukti bahwa empati pemerintah tidak sekadar wacana, melainkan aksi yang terukur dan berkelanjutan dalam rangka mengembalikan harapan serta kesejahteraan bagi warga yang terdampak gempa.

Pos terkait