123Berita – 06 April 2026 | Tim nasional bulutangkis Indonesia kembali mengirim delegasi kuat ke Badminton Asia Championships 2026 yang akan digelar di Johor Bahru, Malaysia. Mengusung strategi pembaruan, federasi menitikberatkan pada generasi muda sebagai harapan utama meraih medali emas di ajang bergengsi tersebut.
Daftar resmi pemain yang terpilih mencakup 16 atlet, terbagi dalam empat kategori utama: tunggal putra, tunggal putri, ganda campuran, serta ganda putra. Pada nomor tunggal putra, dua nama muda yakni Thalita Alifiawan (22 tahun) dan Devin Saputra (21 tahun) menempati slot utama setelah menorehkan serangkaian kemenangan di rangkaian turnamen internasional BWF World Tour pada tahun 2025.
Di sisi putri, Thalita Alifiawan (bukan sama dengan Thalita di putra; ia adalah pemain ganda putri yang berpasangan dengan Rani Dewi) serta Siti Nurhaliza (19 tahun) menjadi andalan. Sementara ganda campuran diwakili oleh pasangan muda: Putri Anggraini & Budi Santoso, yang telah menembus perempat final pada Kejuaraan Asia Junior 2025.
Berikut ini adalah susunan lengkap pemain Indonesia di Badminton Asia Championships 2026:
- Tunggal Putra: Thalita Alifiawan, Devin Saputra, Ahmad Rizky, Fajar Prasetyo
- Tunggal Putri: Siti Nurhaliza, Maya Sari, Lestari Dewi, Anisa Putri
- Ganda Putra: Arif Hidayat & Dimas Pratama, Rian Kurniawan & Yogi Pratama
- Ganda Putri: Nita Sari & Rina Lestari, Dewi Anggraini & Fitri Handayani
- Ganda Campuran: Putri Anggraini & Budi Santoso, Maya Sari & Rizky Pratama
Pelatih kepala Timnas, Herry Hartono, menegaskan bahwa pemilihan pemain bukan semata-mata berdasarkan ranking dunia, melainkan juga mempertimbangkan kesiapan mental dan konsistensi performa dalam pertandingan pressure tinggi.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada 3 Maret 2026, Thalita Alifiawan (tunggal putra) menyampaikan optimismenya: “Kami telah menjalani fase persiapan intensif selama tiga bulan terakhir, dengan fokus pada kecepatan footwork dan variasi pukulan. Tekanan di turnamen besar memang tinggi, tapi kami yakin mental tim sudah terasah dengan baik.”
Devin Saputra, yang baru saja menjuarai Indonesia International Series 2025, menambahkan: “Saya belajar banyak dari pengalaman di level senior, terutama dalam mengatur ritme pertandingan. Di Asia Championships, kami akan berusaha menampilkan permainan yang agresif namun tetap terkontrol, supaya dapat mengatasi lawan-lawan berpengalaman dari Korea, Jepang, dan China.”
Selain persiapan fisik, tim medis dan psikolog juga terlibat aktif. Dr. Indra Pratama, ahli fisiologi olahraga Timnas, menekankan pentingnya pemulihan: “Program rehabilitasi otot dan nutrisi khusus kami rancang agar pemain tetap berada pada puncak kebugaran sepanjang turnamen yang berlangsung selama seminggu.”
Strategi taktik tim menitikberatkan pada kecepatan transisi dan serangan dari belakang net. Analisis video lawan dilakukan secara mendetail, terutama pada tim-tim kuat Asia seperti Jepang (Kento Momota) dan Korea (An Se-young).
Penampilan generasi muda ini tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menyalurkan dana tambahan sebesar Rp 25 miliar untuk persiapan kompetisi internasional tahun 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk pelatihan kamp luar negeri, pengadaan peralatan latihan berstandar internasional, serta peningkatan fasilitas pusat pelatihan bulutangkis di Cipayung.
Para pemain muda juga mengaku terinspirasi oleh prestasi veteran bulutangkis Indonesia, seperti Taufik Hidayat dan Susi Susanti, yang tetap aktif memberikan mentoring secara tidak langsung melalui media sosial dan kunjungan ke pusat pelatihan.
Penggemar bulutangkis di tanah air menantikan aksi para pemuda ini dengan antusias. Forum-forum online dipenuhi diskusi mengenai prediksi medal dan harapan agar Indonesia kembali menancapkan medali emas di panggung Asia setelah sekian lama menempati posisi perak dan perunggu.
Secara keseluruhan, Badminton Asia Championships 2026 menjadi ajang penting bagi generasi muda Indonesia untuk mengukir prestasi internasional dan menegaskan kembali dominasi negara ini di dunia bulutangkis. Dengan persiapan matang, dukungan penuh, serta semangat juang yang tinggi, harapan besar mengarah pada peluang emas bagi tim nasional.





