Geger di Muna: Pria 40 Tahun Panjat Menara 70 Meter Sambil Pesta Miras, Evakuasi Tiga Jam

Geger di Muna: Pria 40 Tahun Panjat Menara 70 Meter Sambil Pesta Miras, Evakuasi Tiga Jam
Geger di Muna: Pria 40 Tahun Panjat Menara 70 Meter Sambil Pesta Miras, Evakuasi Tiga Jam

123Berita – 07 April 2026 | Desa Labone, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara menjadi saksi aksi berani sekaligus berbahaya yang menggemparkan warganya pada akhir pekan lalu. Seorang pria berinisial LG, berusia sekitar 40 tahun, memutuskan untuk memanjat sebuah menara setinggi 70 meter sambil menggelar pesta minum miras bersama beberapa temannya. Aksi nekat tersebut tidak hanya menimbulkan kegelisahan, tetapi juga memaksa tim pemadam kebakaran serta aparat keamanan setempat melakukan evakuasi selama tiga jam.

Menara yang menjadi fokus aksi tersebut merupakan struktur utilitas yang biasanya digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan penyediaan sinyal listrik. Meskipun tidak dirancang untuk pendakian manusia, menara itu memiliki beberapa platform logam yang memungkinkan seseorang memanjat dengan bantuan tali dan alat bantu sederhana. LG, yang diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, mengundang tiga sahabatnya untuk ikut merayakan “pesta” tersebut di puncak menara.

Bacaan Lainnya

Tak lama setelah itu, warga setempat yang memperhatikan kegiatan tidak lama menyalakan lampu sorot dan mengeluarkan teriakan peringatan. Mereka khawatir struktur menara tidak dapat menahan beban tambahan serta potensi bahaya jatuh. Sejumlah warga berusaha menghentikan aksi tersebut dengan memanggil aparat keamanan desa, namun LG tampak mengabaikan peringatan tersebut, menganggap aksi ini sebagai tantangan pribadi dan cara mengekspresikan kebebasan.

Setelah menerima laporan, tim pemadam kebakaran Kabupaten Muna bersama dengan satpol PP segera tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Mengingat ketinggian menara dan kondisi pengunjung yang berada dalam keadaan mabuk, tim memutuskan untuk melakukan evakuasi terkoordinasi. Mereka menggunakan perancah darurat serta alat pengangkat ringan untuk menurunkan LG dan dua temannya secara bertahap.

Proses evakuasi memakan waktu tiga jam penuh. Selama itu, petugas harus berhati-hati mengatasi risiko jatuh serta mengelola situasi di mana para peserta pesta terus mengonsumsi alkohol. Sementara itu, warga desa yang berkumpul di sekitar menara berusaha menenangkan suasana, sambil menyiapkan fasilitas pertolongan pertama untuk mengatasi potensi keracunan alkohol.

Setelah berhasil menurunkan semua orang, LG dan dua rekannya dibawa ke posko kesehatan setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dinyatakan dalam keadaan sadar, namun mengalami gejala mabuk berat. Dokter setempat menyarankan agar mereka tidak mengemudi dan memberikan perawatan hidrasi serta pemantauan intensif selama 24 jam ke depan.

Kasus ini memicu perdebatan di kalangan warga Muna mengenai keamanan fasilitas publik serta regulasi penggunaan menara untuk kegiatan non‑resmi. Beberapa tokoh masyarakat menuntut agar pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap struktur tinggi yang berada di daerah pemukiman, sementara yang lain menekankan pentingnya edukasi tentang bahaya konsumsi minuman keras secara berlebihan, terutama dalam konteks kegiatan berisiko tinggi.

Polisi setempat juga telah membuka penyelidikan terhadap LG atas dugaan pelanggaran ketertiban umum dan potensi pelanggaran hukum terkait penyalahgunaan alkohol. Jika terbukti melanggar, ia dapat dikenai sanksi administratif berupa denda serta larangan mengakses area publik tertentu selama jangka waktu tertentu.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat luas tentang konsekuensi dari tindakan sembrono yang menggabungkan faktor risiko fisik dan psikologis. Meskipun aksi tersebut berakhir tanpa korban jiwa, potensi bahaya yang hampir terjadi menegaskan pentingnya kepatuhan pada protokol keselamatan serta kesadaran akan dampak negatif alkohol dalam situasi yang berbahaya.

Dengan menutup episode yang cukup dramatis ini, pihak berwenang berkomitmen untuk meningkatkan patroli serta memberikan sosialisasi keselamatan kerja di daerah-daerah yang memiliki infrastruktur serupa. Diharapkan, pelajaran dari insiden menara 70 meter di Muna dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Pos terkait