123Berita – 17 Juni 2026 | Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menanggapi tudingan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyatakan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat berpotensi menyerang dan tidak konstruktif. Menurut Ganjar, pertanyaan mengenai afiliasi politik di balik kritik yang disampaikan masyarakat berpotensi menimbulkan delegitimasi kritik.
Ganjar menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat harus dilihat sebagai suatu bentuk partisipasi dan kontribusi dalam membangun demokrasi. Ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan masyarakat harus dihargai dan dianggap sebagai suatu bentuk kebebasan berpendapat.
Ganjar juga menekankan bahwa penting untuk membedakan antara kritik yang konstruktif dan kritik yang destruktif. Ia menjelaskan bahwa kritik yang konstruktif dapat membantu memperbaiki keadaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sedangkan kritik yang destruktif hanya dapat menimbulkan kekacauan dan kerusakan.
Di akhir, Ganjar menekankan bahwa penting untuk memahami bahwa kritik yang disampaikan masyarakat adalah suatu bentuk kebebasan berpendapat yang harus dihargai dan dianggap sebagai suatu bentuk kontribusi dalam membangun demokrasi. Ia menekankan bahwa delegitimasi kritik dapat terjadi ketika kritik yang disampaikan masyarakat dianggap sebagai suatu bentuk serangan atau tindakan yang tidak konstruktif.





