Foton Luncurkan e‑Tunland Double Cabin: Mobil Listrik Pertama di Giacomvec 2026

Foton Luncurkan e‑Tunland Double Cabin: Mobil Listrik Pertama di Giacomvec 2026
Foton Luncurkan e‑Tunland Double Cabin: Mobil Listrik Pertama di Giacomvec 2026

123Berita – 09 April 2026 | Jakarta – Pada pekan ini, Giacomvec 2026 atau Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo kembali menjadi panggung utama peluncuran inovasi otomotif tanah air. Di tengah keramaian pameran, produsen kendaraan niaga asal Tiongkok, Foton, menampilkan produk terbarunya: e‑Tunland Double Cabin, sebuah mobil listrik dengan konfigurasi kabin ganda yang diharapkan menjadi terobosan bagi pasar komersial Indonesia.

Peluncuran e‑Tunland dilakukan pada hari Senin, 8 April 2026, di Hall C, Giacomvec. Tim Foton menonjolkan keunggulan kendaraan ini melalui demonstrasi langsung, menyoroti performa, jangkauan, dan kapabilitas muatan yang dirancang khusus untuk kebutuhan usaha kecil menengah (UKM) serta sektor logistik dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan model listrik sebelumnya yang lebih banyak mengisi segmen penumpang pribadi, e‑Tunland Double Cabin menargetkan segmen kendaraan niaga ringan. Kendaraan ini mengusung dimensi yang relatif kompak, namun tetap mampu menampung hingga tiga penumpang di kabin depan serta muatan di bak belakang dengan kapasitas hingga 1.000 kilogram. Dengan konfigurasi double cabin, pengemudi dan penumpang dapat menikmati ruang interior yang lebih lega dibandingkan varian single cabin tradisional.

Berikut beberapa spesifikasi teknis utama e‑Tunland Double Cabin yang diungkapkan oleh perwakilan Foton:

  • Motor listrik: Satu unit motor AC berdaya 150 kW (sekitar 200 tenaga kuda) dengan torsi maksimum 450 Nm.
  • Baterai: Paketan lithium‑ion berkapasitas 80 kWh, didukung sistem manajemen termal canggih untuk menjaga performa pada suhu ekstrem.
  • Jarak tempuh: Diperkirakan mencapai 350 kilometer dalam siklus WLTP pada kondisi beban penuh.
  • Waktu pengisian: 0‑80% dalam kurang lebih 45 menit menggunakan charger cepat DC 150 kW; pengisian penuh dengan charger AC 22 kW memerlukan sekitar 6 jam.
  • Kecepatan maksimum: 130 km/jam, cukup untuk operasional di jalan perkotaan dan jalan provinsi.
  • Fitur keselamatan: Sistem pengereman anti‑lock (ABS), kontrol stabilitas elektronik (ESC), serta 6 airbag melindungi pengemudi dan penumpang.

Selain spesifikasi teknis, Foton menekankan nilai ekonomis e‑Tunland. Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan mesin diesel konvensional, perusahaan mengklaim bahwa total cost of ownership (TCO) dapat berkurang hingga 30 % selama siklus hidup 5 tahun. Faktor penghematan tersebut didukung oleh biaya listrik yang relatif stabil serta perawatan yang lebih sederhana karena tidak ada komponen mesin pembakaran internal.

Para pengunjung Giacomvec yang mencoba kendaraan tersebut melaporkan pengalaman mengemudi yang halus dan responsif. “Rasanya sangat tenang, tidak ada getaran mesin yang mengganggu. Untuk usaha pengiriman barang di dalam kota, e‑Tunland menawarkan kecepatan dan keandalan yang kami butuhkan,” ujar Budi Santoso, pemilik usaha logistik berbasis Bandung.

Pada sesi tanya jawab, perwakilan Foton menyampaikan rencana ekspor e‑Tunland ke pasar Asia Tenggara lainnya, termasuk Malaysia, Thailand, dan Filipina. “Indonesia menjadi pasar percontohan. Kami menyiapkan jaringan layanan purna jual yang mencakup instalasi charger publik, layanan perbaikan, serta pelatihan teknisi lokal,” tuturnya.

Langkah Foton ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mendorong transisi ke kendaraan listrik (EV) melalui insentif pajak, subsidi pembelian, dan pembangunan infrastruktur pengisian daya. Kementerian Perhubungan menargetkan 2,5 juta unit kendaraan listrik beredar di jalan raya pada tahun 2030, dengan fokus khusus pada segmen komersial untuk mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.

Keberhasilan peluncuran e‑Tunland Double Cabin di Giacomvec 2026 juga menjadi sinyal bagi produsen otomotif lainnya untuk mempercepat pengembangan produk listrik berbasis komersial. Kompetisi di pasar EV Indonesia diprediksi semakin ketat, mengingat masuknya pemain besar seperti BYD, Nissan, serta produsen lokal yang sedang mengembangkan platform listrik mereka.

Secara keseluruhan, e‑Tunland Double Cabin bukan sekadar tambahan koleksi kendaraan listrik, melainkan sebuah langkah strategis yang dapat memperkuat ekosistem kendaraan niaga listrik di Indonesia. Jika permintaan pasar terbukti kuat, model ini berpotensi menjadi standar baru bagi usaha transportasi kecil hingga menengah, sekaligus membantu pemerintah mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca.

Dengan dukungan regulasi yang kondusif, infrastruktur yang terus berkembang, dan minat pelaku usaha yang tinggi, masa depan kendaraan listrik niaga di Indonesia tampak semakin cerah. Foton, melalui e‑Tunland Double Cabin, menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam transformasi mobilitas hijau nasional.

Pos terkait