Erick Thohir Puji Bali 7s 2026: Dorongan Strategis untuk Pengembangan Sport Tourism Nasional

Erick Thohir Puji Bali 7s 2026: Dorongan Strategis untuk Pengembangan Sport Tourism Nasional
Erick Thohir Puji Bali 7s 2026: Dorongan Strategis untuk Pengembangan Sport Tourism Nasional

123Berita – 04 April 2026 | Menpora Republik Indonesia, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan Youth Football Tournament Bali 7s 2026 yang digelar pada pekan ini. Dalam sambutannya, Thohir menekankan peran penting turnamen sepak bola muda ini sebagai katalisator bagi pertumbuhan sport tourism di Indonesia, khususnya di Pulau Dewata.

Turnamen yang melibatkan lebih dari 200 tim junior dari berbagai provinsi, termasuk delegasi internasional, berlangsung selama tiga hari di Stadion Gelora Kuta. Kompetisi ini tidak hanya menampilkan kualitas teknik dan taktik yang mengesankan, tetapi juga menciptakan atmosfer festif yang menarik ribuan penonton lokal dan wisatawan asing. Erick Thohir menilai bahwa keberhasilan acara ini mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, penyelenggara, serta pihak sponsor yang berkomitmen mengangkat citra olahraga Indonesia di kancah global.

Bacaan Lainnya

“Bali 7s 2026 menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dapat menjadi magnet pariwisata. Kami melihat antusiasme luar biasa dari para pemain muda, pelatih, hingga suporter yang datang dari berbagai negara. Ini bukan sekadar kompetisi, melainkan peluang strategis bagi Indonesia untuk mempromosikan destinasi wisata berbasis sport,” ujar Menpora dalam konferensi pers yang diadakan di lapangan utama stadion.

Selain dampak ekonomi, Youth Football Tournament Bali 7s 2026 juga berperan dalam memperkuat ekosistem pengembangan bakat sepak bola muda. Turnamen ini memberikan platform kompetitif bagi pemain berusia 12 hingga 18 tahun untuk mengasah kemampuan teknik, taktik, serta mental juara. Erick Thohir menyoroti bahwa identifikasi dan pembinaan talenta sejak dini merupakan bagian integral dari agenda nasional untuk meningkatkan prestasi Indonesia di panggung sepak bola internasional.

Berikut beberapa poin utama yang diungkapkan Menpora terkait kontribusi turnamen bagi sport tourism dan pengembangan sepak bola:

  • Sinergi antara olahraga dan pariwisata: Penyelenggaraan di destinasi wisata unggulan seperti Bali meningkatkan daya tarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman unik.
  • Peningkatan kapasitas infrastruktur: Persiapan stadion, fasilitas latihan, dan akomodasi memenuhi standar internasional, memperkuat reputasi Indonesia sebagai tuan rumah event berskala.
  • Pengembangan sumber daya manusia: Pelatihan wasit, dokter tim, serta staf operasional dilakukan secara profesional, menciptakan SDM yang kompeten.
  • Stimulus ekonomi lokal: Peningkatan pendapatan sektor hospitality, kuliner, dan transportasi selama tiga hari kompetisi.
  • Eksposur media: Liputan nasional dan internasional meningkatkan brand image Bali sebagai destinasi sport tourism.

Erick Thohir juga menekankan pentingnya kesinambungan program. Ia mengajak pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta untuk menjadikan turnamen serupa sebagai agenda tahunan. “Kita harus membangun ekosistem yang berkelanjutan, bukan hanya event sekali pakai. Dengan dukungan berkelanjutan, Bali 7s dapat menjadi magnet sport tourism yang menarik ribuan atlet, pelatih, dan wisatawan setiap tahunnya,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Bali, melalui Dinas Pariwisata dan Olahraga, menyatakan komitmen untuk meningkatkan fasilitas dan layanan yang mendukung event serupa di masa depan. Mereka berencana menambahkan jalur transportasi khusus, program promosi digital, serta paket wisata yang menggabungkan kompetisi dengan atraksi budaya Bali.

Para pelaku industri pariwisata, termasuk hotel dan restoran, menyambut baik inisiatif Menpora. Salah satu pemilik hotel bintang lima di Kuta, I Made Sujana, mengatakan, “Turnamen ini membawa alur wisata baru yang melibatkan keluarga, pelatih, dan tim pendukung. Kami melihat peningkatan okupansi yang signifikan selama periode tersebut. Ini bukti bahwa sport tourism memiliki potensi besar untuk diversifikasi produk wisata kami.”

Di sisi lain, para pelatih dan kapten tim mengapresiasi kualitas penyelenggaraan. Kapten Tim U-16 Jawa Barat, Rian Pratama, menyampaikan, “Fasilitas latihan yang disediakan sangat memadai, dan atmosfer kompetisi yang fair play memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda kami. Kami berharap turnamen ini terus berlanjut dan menjadi ajang bakti sosial bagi perkembangan sepak bola di Indonesia.”

Dengan keberhasilan Youth Football Tournament Bali 7s 2026, harapan besar terletak pada peningkatan frekuensi penyelenggaraan event serupa di berbagai provinsi. Menpora Erick Thohir menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menciptakan ekosistem sport tourism yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menempatkan Indonesia sebagai destinasi utama bagi kompetisi olahraga internasional.

Keberhasilan ini tidak hanya menambah catatan positif bagi profil Bali sebagai destinasi wisata, tetapi juga mengukuhkan peran olahraga dalam strategi pembangunan ekonomi nasional. Dengan sinergi yang tepat, sport tourism dapat menjadi pilar baru yang memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.

Pos terkait