123Berita – 10 April 2026 | Jakarta – Agung Pamungkas, yang lebih dikenal dengan sebutan Don Papank, kini resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengusaha Bela Bangsa (PBB) untuk periode 2025‑2030. Penunjukan tersebut diumumkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi yang menegaskan kepercayaan organisasi terhadap kemampuan kepemimpinan dan visi strategisnya dalam memperkuat peran pengusaha Indonesia di kancah nasional dan internasional.
Don Papank, CEO Tangkas Motor Listrik, telah mencuri perhatian publik sebagai salah satu pelopor industri kendaraan listrik (EV) di tanah air. Di bawah kepemimpinannya, Tangkas Motor Listrik berhasil meluncurkan serangkaian model sepeda motor listrik yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga kompetitif dalam segi harga dan performa. Keberhasilan ini menjadikan perusahaan tersebut sebagai contoh nyata inovasi lokal yang mampu bersaing dengan merek asing.
Pengusaha Bela Bangsa, sebuah organisasi yang beranggotakan ribuan pelaku usaha dari berbagai sektor, memiliki mandat untuk memfasilitasi sinergi antara pemerintah dan dunia bisnis, serta mengadvokasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Penunjukan Don Papank sebagai Wakil Ketua DPP PBB menandai langkah strategis organisasi untuk memperkuat hubungan dengan industri teknologi tinggi, khususnya bidang mobilitas listrik.
Surat Keputusan yang dikeluarkan pada tanggal 9 April 2024 menegaskan masa jabatan Don Papank selama lima tahun, mulai dari 2025 hingga 2030. Sebagai Wakil Ketua, ia akan bertanggung jawab mengkoordinasikan program-program pemberdayaan pengusaha, mengawasi pelaksanaan kebijakan internal, serta memperluas jaringan kerjasama dengan kementerian terkait, lembaga penelitian, dan institusi keuangan. Selain itu, peranannya mencakup pengembangan inisiatif pelatihan bagi UKM agar dapat beradaptasi dengan transformasi digital dan transisi energi bersih.
Pengumuman penunjukan tersebut disambut positif oleh kalangan bisnis. Beberapa anggota DPP PBB menyampaikan keyakinan bahwa latar belakang Don Papank di sektor otomotif listrik akan membawa perspektif baru dalam upaya mempercepat adopsi teknologi hijau. “Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mengerti dinamika pasar, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam mengelola inovasi,” ujar salah satu pengurus senior PBB yang meminta tetap anonim.
Pemerintah juga memberikan dukungan penuh terhadap penunjukan ini. Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi pengusaha seperti PBB sangat krusial untuk mencapai target net‑zero emissions pada tahun 2060. “Kepemimpinan Don Papank dapat menjadi katalisator dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik, mempercepat penyediaan infrastruktur pengisian, serta mendorong kebijakan insentif yang tepat,” kata pejabat tersebut.
Penunjukan ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam arena persaingan global. Dengan semakin ketatnya regulasi emisi di pasar utama seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, kemampuan produsen dalam negeri untuk menghasilkan kendaraan listrik yang memenuhi standar internasional menjadi faktor penting. Don Papank, yang memiliki jaringan luas dengan investor asing serta lembaga riset, diyakini mampu membuka pintu peluang ekspor serta kolaborasi teknologi lintas batas.
Dalam kesempatan pertama menjabat, Don Papank menegaskan komitmennya untuk meningkatkan peran pengusaha nasional dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Saya percaya bahwa pengusaha memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan inovasi, dan mempercepat transisi energi. Melalui DPP PBB, kami akan memperkuat sinergi antara sektor swasta dan publik, serta memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan berlandaskan pada realitas lapangan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan resmi.
Strategi awal yang akan diimplementasikan antara lain: (1) pembentukan forum dialog rutin antara pengusaha EV dengan Kementerian Energi dan Mineral; (2) peluncuran program inkubasi bagi startup teknologi bersih; (3) penyusunan rekomendasi kebijakan insentif fiskal untuk produsen kendaraan listrik lokal; dan (4) penguatan kapasitas UKM dalam adopsi solusi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Para pengamat ekonomi menilai langkah ini sebagai sinyal positif bagi iklim investasi di sektor energi terbarukan. “Kepemimpinan yang menggabungkan pengalaman operasional dan jaringan internasional seperti Don Papank dapat mempercepat realisasi agenda hijau Indonesia,” kata seorang pakar kebijakan energi dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Bisnis.
Ke depan, DPP PBB bersama Don Papank akan mengawasi pelaksanaan program-program strategis yang ditargetkan meningkatkan kontribusi sektor swasta dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. Diharapkan, melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, Indonesia dapat menempatkan diri sebagai pemain utama dalam rantai nilai kendaraan listrik regional.
Dengan penunjukan ini, Don Papank tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga membuka babak baru bagi pengusaha Indonesia untuk lebih berperan aktif dalam memajukan ekonomi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat daya saing nasional di era transformasi digital.





