123Berita – 05 April 2026 | Batam, 5 April 2026 – Sebuah kunjungan kerja yang menandai komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja telah dilaksanakan oleh jajaran direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan). Pada hari Rabu, para pimpinan lembaga tersebut mengunjungi tiga unit Griya Pekerja yang terletak di kawasan Bumi Lancang Kuning, Muka Kuning, dan Kabil. Kunjungan ini tidak sekadar inspeksi rutin, melainkan forum terbuka di mana para pekerja dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, dan saran langsung kepada pihak yang berwenang.
Griya Pekerja merupakan program perumahan bersubsidi yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, ditujukan bagi pekerja sektor formal dan informal yang membutuhkan hunian layak dengan biaya terjangkau. Hingga kini, ketiga rumah susun tersebut telah mencapai tingkat hunian sekitar 98 persen, menandakan tingginya permintaan dan keberhasilan program dalam menanggulangi masalah perumahan bagi pekerja di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Selama kunjungan, direksi BPJS Ketenagakerjaan menggelar sesi tanya jawab terbuka dengan penghuni Griya Pekerja. Para pekerja menyuarakan sejumlah isu kritis, antara lain kondisi pemeliharaan gedung, keterbatasan fasilitas umum di sekitar komplek, serta kebutuhan peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan bagi keluarga mereka. Salah satu penghuni, Budi Santoso, seorang buruh pabrik elektronik, menekankan pentingnya perbaikan sistem keamanan dan penambahan area bermain anak.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Dr. Hendra Prasetyo, menanggapi dengan menegaskan bahwa umpan balik langsung dari lapangan adalah “sumber data paling akurat untuk menyesuaikan kebijakan”. Ia menambahkan bahwa hasil pertemuan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana aksi tahunan, termasuk peningkatan layanan fasilitas umum, perbaikan infrastruktur, serta pengembangan program pelatihan kerja bagi penghuni.
Berikut rangkuman poin-poin utama yang dibahas selama pertemuan:
- Hunian dan kepadatan: Tingkat hunian 98% menunjukkan keberhasilan program, namun menimbulkan tantangan dalam manajemen fasilitas bersama.
- Fasilitas publik: Permintaan akan ruang terbuka hijau, tempat ibadah, serta pusat layanan kesehatan yang lebih mudah diakses.
- Keamanan: Penambahan sistem CCTV dan peningkatan patroli keamanan di area parkir dan koridor.
- Pendidikan dan pelatihan: Harapan adanya pusat pelatihan vokasi yang dapat membantu penghuni meningkatkan kompetensi kerja.
- Pengelolaan kebersihan: Penghuni mengusulkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi dan program daur ulang.
Selain menampung aspirasi, kunjungan juga menjadi ajang evaluasi lapangan atas progres pembangunan infrastruktur pendukung Griya Pekerja. Tim teknis BPJS Ketenagakerjaan melakukan inspeksi pada instalasi listrik, sistem sanitasi, serta jaringan telekomunikasi. Hasil inspeksi menunjukkan bahwa mayoritas fasilitas berfungsi baik, namun terdapat beberapa titik yang memerlukan perbaikan segera, khususnya pada sistem pembuangan air hujan yang belum optimal di kawasan Kabil.
Dalam konteks kebijakan nasional, program Griya Pekerja sejalan dengan agenda Pemerintah Indonesia untuk memperkuat perlindungan sosial tenaga kerja. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan aspek perumahan, kesehatan, dan pendidikan dalam satu paket layanan terpadu. Menurut data internal BPJS Ketenagakerjaan, sejak peluncuran program pada tahun 2020, lebih dari 30.000 unit rumah telah dibangun di seluruh Indonesia, melayani lebih dari 200.000 pekerja.
Ke depannya, direksi BPJS Ketenagakerjaan berencana memperluas jaringan Griya Pekerja ke wilayah-wilayah industri strategis lainnya, termasuk di Kalimantan dan Sulawesi. Rencana tersebut mencakup alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan 5.000 unit rumah pada tahun anggaran 2027, dengan target peningkatan hunian mencapai 95% secara nasional.
Kesimpulannya, kunjungan ke Batam ini tidak hanya memperlihatkan komitmen kuat BPJS Ketenagakerjaan dalam menanggapi kebutuhan pekerja, tetapi juga menegaskan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah dan warga. Dengan mengintegrasikan masukan lapangan ke dalam kebijakan, diharapkan program Griya Pekerja dapat terus ditingkatkan kualitasnya, menjawab tantangan perumahan layak, sekaligus memperkuat jaringan perlindungan sosial bagi tenaga kerja Indonesia.





