123Berita – 05 April 2026 | Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, memberikan analisis tajam setelah timnya menelan kekalahan 2-0 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-12 Liga 1 2023/2024. Menurut Pena, faktor utama yang menentukan hasil akhir adalah kemampuan lawan dalam memanfaatkan setiap peluang yang diciptakan, sementara Persita gagal mengeksekusi serangan secara efektif. Ia menegaskan bahwa meskipun Persita sempat menguasai bola pada fase-fase tertentu, ketidaktepatan finishing dan kurangnya koordinasi di lini serang menjadi kelemahan yang dimanfaatkan Persebaya.
Dalam kesempatan wawancara pasca pertandingan, Pena menyoroti bahwa Persebaya menunjukkan pola serangan yang terorganisir, dengan pemain sayap beralih cepat ke posisi tengah dan menciptakan ruang bagi striker utama untuk menembus pertahanan. “Mereka sangat disiplin dalam transisi, dan setiap umpan yang mereka terima langsung menjadi ancaman,” ujar Pena. Ia menambahkan bahwa Persebaya tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga mengeksekusi dengan tingkat akurasi yang tinggi, terbukti dari dua gol yang tercipta pada menit ke-34 dan ke-68.
Pena mengakui bahwa Persita memiliki potensi serangan yang cukup, namun kurangnya kejelasan dalam pergerakan pemain depan menjadi penghalang. “Kami sering kali menghasilkan peluang, tetapi kurangnya keputusan cepat dan ketegasan dalam menembak membuat peluang itu mati sebelum mencapai gawang,” kata Pena. Ia mencontohkan serangan pada menit ke-22, ketika gelandang serang berhasil mengirimkan umpan terobosan ke sisi kanan, namun striker utama gagal menempatkan tembakan dengan tepat, sehingga bola kembali dikuasai oleh pertahanan Persebaya.
Selain masalah finishing, Pena menyoroti pentingnya peran pemain bertahan dalam menutup ruang lawan. “Kami melihat beberapa celah di lini belakang yang memberi ruang bagi Persebaya untuk menembus, terutama pada sisi kiri,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penempatan pemain bek sayap terlalu tinggi, menyebabkan mereka kesulitan kembali ke posisi defensif ketika serangan balik terjadi. Hal ini memberikan Persebaya kesempatan untuk memanfaatkan kecepatan pemain depan mereka dalam situasi one‑on‑one.
Berkenaan dengan taktik, Pena mengungkapkan bahwa ia telah mencoba mengubah formasi menjadi 4‑3‑3 dalam upaya memperkuat lini tengah dan menambah variasi serangan. Namun, transisi formasi tersebut belum optimal karena pemain masih beradaptasi. “Kami masih belajar mengoptimalkan pergerakan antara gelandang bertahan dan gelandang serang, sehingga alur serangan belum mengalir secara natural,” ungkapnya. Pena menegaskan bahwa proses pembelajaran ini membutuhkan waktu, terutama dengan adanya perubahan pemain di tengah musim.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pena merencanakan beberapa langkah perbaikan. Pertama, ia akan meningkatkan intensitas latihan finishing, terutama dalam situasi satu‑law‑one dan tembakan dari luar kotak penalti. Kedua, ia berencana memperkuat koordinasi antara lini belakang dan lini tengah melalui latihan taktis yang menekankan penutupan ruang dan pergerakan bergantian. Ketiga, Pena menekankan pentingnya mentalitas pemain dalam menghadapi tekanan, sehingga mereka dapat mengambil keputusan cepat dan tepat saat berada di zona serang.
Berikut rangkuman poin-poin penting yang disampaikan Carlos Pena setelah kekalahan tersebut:
- Persebaya lebih efektif dalam mengkonversi peluang menjadi gol.
- Persita memiliki peluang, namun gagal mengeksekusi dengan tepat.
- Celah defensif di sisi kiri menjadi titik lemah Persita.
- Formasi 4‑3‑3 masih dalam fase adaptasi dan belum optimal.
- Latihan finishing, koordinasi taktik, dan peningkatan mentalitas menjadi prioritas utama.
Ke depan, Persita akan berusaha bangkit dalam laga berikutnya melawan PSIS Semarang. Pena optimis bahwa perbaikan taktik dan peningkatan kualitas tembakan dapat mengembalikan kepercayaan diri tim. Ia menutup dengan harapan bahwa dukungan suporter tetap solid, sehingga pemain dapat bermain dengan semangat yang tinggi dan mengatasi tekanan kompetisi Liga 1.
Secara keseluruhan, analisis Carlos Pena menekankan pentingnya efektivitas pemanfaatan peluang dalam sepak bola modern. Kegagalan Persita dalam hal ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas serangan dan menutup ruang pertahanan, guna menghindari hasil serupa di pertandingan-pertandingan selanjutnya.





