Candi Borobudur Dibuka Lagi Usai Lebaran, Ini Syarat Masuknya!

YOGYAKARTA, 123berita.com – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko (Persero) segera membuka layanan tiga objek wisata, yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko pada awal Juni 2020 mendatang atau seusai Lebaran.

Namun, melansir Bisnis.com, suasana berlibur ke tiga candi itu tak akan sama seperti sebelum wabah corona. Pengelola menerapkan sejumlah protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko (Persero), Edy Setijono, mengatakan pertimbangan utama membuka kembali destinasi wisata candi itu salah satunya untuk menjaga roda ekonomi masyarakat di sekitar destinasi agar tetap tumbuh.

Baca Juga:  Heboh Suara Dentuman Misterius di Jakarta, Ada Hubungannya dengan Gunung Salak?

“Meski kami akui pemulihan ekonomi akibat wabah corona ini tidak akan berjalan cepat,” ujarnya, Rabu (13/05/2020).

Setelah tutup total sejak 20 Maret 2020, Edy Setijono menambahkan, saat ini petugas sedang menyiapkan beberapa hal menjelang pembukaan bulan depan.

Berikut protokol kesehatan diterapkan kepada pengunjung Candi Borobudur, Candi Pramabanan, dan Candi Ratu Boko setelah buka kembali.

1. Dilarang membawa makanan

“Pengunjung yang masuk ke kawasan candi tidak boleh membawa makanan,” kata Edy Setijono.

Jika ada wisatawan kedapatan membawa, makanan itu harus ditinggalkan.

Baca Juga:  Diguncang Gempa M6.6, Bengkulu Berada pada Risiko Bahaya Sedang hingga Tinggi

“Aturan ini demi menjaga kawasan candi tetap steril dari sampah, khususnya bungkus makanan.”

2. Wajib masuk bilik disinfektan

Sebelum masuk kawasan candi, pengunjung harus melewati bilik disinfektan. Tujuannya, memastikan tubuh benar-benar bersih dari kuman dan bakteri.

3. Pengecekan suhu tubuh

Pengunjung wajib melakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas, diikuti penempelan stiker.

“Stikernya nanti terdiri dari tiga warna, hijau, kuning, dan merah,” kata Edy Setijono.

Stiker hijau diberikan kepada pengunjung yang suhu tubuhnya di bawah 37,5 derajat Celcius. Stiker kuning untuk wisatawan dengan suhu tubuh antara 37,5 sampai 37,8 derajat Celcius, sedangkan stiker merah adalah pengunjung dengan temperatur tubuh di atas 37,8 derajat Celcius.

Baca Juga:  KKB Papua Tembak 2 Warga Sipil, Polisi Buru Pelaku

Perbedaan stiker ini hanya untuk pengawasan. Pengunjung memakai stiker kuning dilarang berada dalam rombongan. Dia harus berjalan sendirian saat menyambangi candi. Sedangkan pengunjung dengan stiker merah akan diarahkan petugas ke poliklinik yang sudah disediakan.

4. Durasi waktu

Pengunjung dilarang berlama-lama berada di kawasan candi. Tujuannya, mengantisipasi agar kawasan candi tidak terlalu padat atau banyak kerumunan orang.

“Untuk menerapkan physical distancing, jumlah ideal pengunjung kawasan candi adalah 200 orang,” ujar Edy Setijono.

author
Journalist & Content Writer