123Berita – 07 April 2026 | Jakarta – Badan Tenaga Nasional (BTN) menegaskan kembali bahwa tidak ada proses naturalisasi yang sedang berjalan untuk pemain bulu tangkik asal Australia, Luke Vickery, guna bergabung dengan Tim Nasional Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sumardji, pejabat senior BTN, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Senin (5 April 2024). Sumardji menjelaskan bahwa rumor yang beredar di media sosial dan beberapa portal berita tidak didukung oleh fakta atau dokumen resmi.
Rumor tersebut pertama kali muncul setelah beberapa unggahan di platform daring mengklaim bahwa Vickery telah memulai prosedur naturalisasi melalui jalur resmi Badan Olahraga Nasional Indonesia (BSON). Spekulasi itu memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta bulu tangkis, mengingat prestasi Vickery yang cukup menonjol di ajang internasional. Namun, BTN menolak kuat semua dugaan tersebut, menekankan bahwa tidak ada surat permohonan, tidak ada proses verifikasi, dan tidak ada langkah administratif apapun yang sedang dijalankan.
“Kami menghargai antusiasme publik terhadap bulu tangkis Indonesia, tetapi kami tidak memiliki data atau dokumen yang menunjukkan adanya proses naturalisasi bagi Luke Vickery,” ujar Sumardji dengan tegas. “Semua laporan yang menyebutkan hal itu hanyalah spekulasi belaka dan tidak ada dasar hukum yang kuat.”
Luke Vickery, yang lahir pada 4 Desember 1998 di Melbourne, Australia, dikenal sebagai pemain ganda campuran yang pernah menembus babak final beberapa turnamen BWF World Tour. Meskipun memiliki keterampilan yang patut diacungi jempol, Vickery belum pernah menyatakan secara publik keinginan untuk beralih kewarganegaraan dan memperkuat Timnas Indonesia. Sebagai tambahan, dokumen kependudukan Australia menegaskan bahwa Vickery masih terdaftar sebagai warga negara Australia.
BTN menambahkan bahwa mereka tetap membuka peluang bagi pemain asing yang memiliki potensi tinggi untuk berkontribusi pada pengembangan bulu tangkis Indonesia, asalkan prosedur naturalisasi dipenuhi secara sah. “Jika ada atlet yang memenuhi syarat dan mendapatkan persetujuan resmi, kami akan mendukungnya sepenuhnya,” kata Sumardji. “Namun, kami tidak dapat menanggapi rumor yang belum terbukti kebenarannya.”
Isu naturalisasi pemain asing memang bukan hal baru dalam dunia olahraga Indonesia. Beberapa tahun lalu, nama-nama seperti Diego Bertos (sepak bola) dan Lee Yong-dae (bulu tangkis) sempat menjadi bahan perbincangan. Pemerintah biasanya menilai setiap kasus dengan cermat, mempertimbangkan dampak terhadap tim nasional serta kebijakan olahraga nasional.
Menanggapi pertanyaan wartawan, Sumardji menegaskan bahwa BTN tidak memiliki rencana khusus untuk merekrut Vickery dalam waktu dekat. “Kami fokus pada pengembangan talenta lokal dan program pembinaan yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade,” ujarnya. “Prioritas utama tetap pada generasi muda Indonesia yang telah menunjukkan prestasi gemilang di ajang internasional.”
Sejumlah pengamat olahraga menilai bahwa rumor semacam ini sering kali muncul akibat kurangnya transparansi dalam proses seleksi pemain asing. Mereka mengusulkan agar federasi terkait memperjelas prosedur dan menyiapkan mekanisme komunikasi yang lebih terbuka kepada publik.
Dalam konteks ini, BTN berharap bahwa klarifikasi yang diberikan dapat meredam spekulasi dan mengembalikan fokus pada agenda utama: peningkatan kualitas pelatihan, penyediaan fasilitas unggulan, serta pencarian bakat-bakat baru di seluruh wilayah Indonesia.
Selain menegaskan tidak adanya progres naturalisasi, BTN juga menyampaikan rencana jangka pendek untuk memperkuat tim nasional melalui program pertukaran pelatih internasional dan partisipasi dalam turnamen persahabatan. “Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara dapat meningkatkan standar kompetisi tanpa harus mengorbankan kebijakan naturalisasi yang ketat,” tambah Sumardji.
Kesimpulannya, hingga saat ini tidak ada bukti atau dokumen resmi yang mengindikasikan proses naturalisasi Luke Vickery untuk Timnas Indonesia. BTN menegaskan komitmen untuk mengedepankan transparansi, mendukung atlet berbakat, dan menjaga integritas proses seleksi nasional.





