123Berita – 09 April 2026 | Inggris kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam sektor energi terbarukan. Pada minggu ini, negara tersebut berhasil memecahkan rekor produksi energi surya tidak satu, melainkan dua kali dalam kurun waktu singkat. Prestasi ini sekaligus menandai persetujuan resmi untuk pembangunan ladang surya terbesar di sejarah Inggris, sebuah proyek ambisius yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya dekarbonisasi nasional.
Rekor pertama tercapai pada akhir pekan lalu ketika jaringan listrik Inggris mencatatkan produksi energi surya harian sebesar 15,9 gigawatt-jam (GWh), melampaui catatan sebelumnya yang bertahan selama hampir tiga tahun. Produksi ini setara dengan konsumsi listrik harian lebih dari tiga juta rumah tangga. Pada hari berikutnya, angka tersebut kembali terlampaui, mencapai 16,5 GWh, menandai lonjakan yang belum pernah terjadi dalam sejarah energi surya Britania. Kondisi cuaca yang mendukung, dengan sinar matahari intensitas tinggi di wilayah selatan dan tengah, menjadi faktor kunci di balik pencapaian ini.
Di balik data angka-angka tersebut, pemerintah Inggris mengumumkan persetujuan untuk pembangunan ladang surya berkapasitas 2,3 gigawatt (GW) di kawasan Lincolnshire, daerah pedesaan yang dikenal dengan lahan pertanian luasnya. Proyek ini, yang dikelola oleh konsorsium energi terkemuka, akan menempati lahan seluas lebih dari 2.400 hektar dan diperkirakan dapat menghasilkan cukup listrik untuk memasok sekitar satu juta rumah selama satu tahun penuh. Dengan kapasitas yang hampir setara dengan lima pembangkit listrik tenaga nuklir kecil, ladang surya ini akan menjadi sumber energi bersih terbesar yang pernah ada di Britania.
Persetujuan tersebut tidak lepas dari kontroversi. Masyarakat lokal di Lincolnshire sempat mengajukan penolakan, mengkhawatirkan dampak visual, kehilangan lahan pertanian, serta potensi gangguan pada ekosistem setempat. Namun, Ed Miliband, Menteri Energi dan Perubahan Iklim, menegaskan bahwa kepentingan nasional dalam mengurangi emisi karbon dan mencapai target net-zero pada tahun 2050 harus diutamakan. Dalam sebuah pernyataan, Miliband menjelaskan bahwa proyek ini telah melewati evaluasi lingkungan yang ketat, termasuk analisis dampak fauna dan flora, serta rencana mitigasi yang komprehensif. Keputusan akhir menegaskan bahwa kepentingan energi bersih mengalahkan keberatan lokal, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi.
- Kapasitas ladang surya: 2,3 GW
- Luas lahan: >2.400 hektar
- Perkiraan suplai listrik: cukup untuk ~1 juta rumah per tahun
- Target emisi: net-zero pada 2050
Secara makro, pencapaian rekor energi surya ini menegaskan pergeseran signifikan dalam bauran energi Inggris. Pada tahun 2023, energi surya menyumbang sekitar 4,5 % dari total produksi listrik nasional, naik tajam dari hanya 2 % pada awal dekade ini. Pemerintah berencana meningkatkan pangsa surya hingga 30 % dari total produksi listrik pada tahun 2030, sejalan dengan rencana penutupan pembangkit berbahan bakar fosil secara bertahap. Investasi publik dan swasta dalam proyek-proyek fotovoltaik diperkirakan mencapai lebih dari £30 miliar dalam lima tahun ke depan.
Selain manfaat lingkungan, proyek ladang surya di Lincolnshire juga diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi daerah setempat. Pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan transmisi listrik baru, akan membuka lapangan kerja temporer selama fase konstruksi, diperkirakan mencapai 1.500 posisi. Selama fase operasional, sejumlah pekerjaan tetap akan diciptakan untuk pemeliharaan panel, pengawasan sistem, dan manajemen lahan. Pemerintah juga menyiapkan paket insentif bagi petani yang bersedia menyewakan lahan mereka, sehingga tercipta sinergi antara sektor pertanian dan energi terbarukan.
Para analis energi menilai bahwa keberhasilan dua rekor berturut‑turut ini bukan sekadar kebetulan, melainkan indikasi bahwa Inggris berada pada jalur yang tepat untuk menjadi pemimpin global dalam energi surya. Faktor‑faktor seperti penurunan biaya panel surya, peningkatan efisiensi teknologi inverter, serta kebijakan tarif feed‑in yang menguntungkan, semuanya berkontribusi pada percepatan adopsi. Namun, mereka juga mengingatkan pentingnya integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik yang sudah ada, mengingat fluktuasi produksi yang bergantung pada cuaca.
Ke depannya, pemerintah berjanji akan terus memfasilitasi proyek‑proyek energi bersih serupa, termasuk potensi pembangunan ladang angin lepas pantai dan penyimpanan energi berbasis baterai. Dengan kombinasi kebijakan yang pro‑aktif, dukungan industri, dan partisipasi masyarakat, Inggris berharap dapat menurunkan intensitas karbon listriknya secara signifikan, sekaligus memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Secara keseluruhan, dua rekor produksi energi surya yang baru saja tercipta serta persetujuan ladang surya terbesar di negara tersebut menandai langkah maju yang konkret dalam agenda dekarbonisasi Britania. Meskipun masih terdapat tantangan, terutama terkait penerimaan lokal dan kebutuhan akan infrastruktur jaringan yang lebih fleksibel, momentum ini memberikan sinyal kuat bahwa energi bersih semakin menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional. Jika tren ini berlanjut, Inggris berpotensi menutup kesenjangan energi fosil lebih cepat daripada yang diproyeksikan sebelumnya, sekaligus memberikan contoh bagi negara‑negara lain yang tengah berjuang mengurangi jejak karbon.