Borneo FC Tundukkan Madura United 3-1, Perkasa Mengejar Puncak Persib di BRI Super League 2025/26

Borneo FC Tundukkan Madura United 3-1, Perkasa Mengejar Puncak Persib di BRI Super League 2025/26
Borneo FC Tundukkan Madura United 3-1, Perkasa Mengejar Puncak Persib di BRI Super League 2025/26

123Berita – 06 April 2026 | Pamekasan, 5 April 2026Borneo FC menegaskan kembali ambisinya dalam BRI Super League 2025/26 dengan meraih kemenangan bersih 3-1 atas Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen, Persib Bandung, menjadikan pertandingan ini salah satu sorotan utama pekan ke-26.

Sejak peluit pertama berbunyi, Borneo FC langsung menampilkan pola permainan agresif. Tiga menit memasuki laga, pemain asal Argentina, Mariano Peralta, berhasil menembus pertahanan kanan Madura United yang dijaga oleh Novan Setya. Peralta mengirimkan umpan terukur ke area penalti, di mana penyerang Spanyol, Koldo Obieta, menunggu tanpa tekanan. Obieta dengan tenang mengelepas bola ke dalam jaringan, memberikan Borneo keunggulan 1-0.

Bacaan Lainnya

Kekalahan dini memaksa Madura United mengubah taktik menjadi lebih menyerang. Sappe Kerab, kapten tim, dua kali berusaha memanfaatkan tembakan jarak jauh untuk menyeimbangkan skor, namun kiper Borneo, Nadeo Argawinata, tampil sigap menepis kedua percobaan tersebut. Pada menit ke-30, situasi berubah drastis ketika Madura United mengirimkan corner terukur. Bola meluncur ke dalam kotak penalti, dan saat Nduwarugira berusaha menyingkirkan bola, tendangannya justru memantul masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri ini menyamakan kedudukan menjadi 1-1, menambah ketegangan menjelang jeda pertama.

Setelah jeda, Borneo FC kembali menegaskan tekadnya. Pada menit ke-61, kerusuhan di dalam kotak penalti Madura United dimanfaatkan dengan cerdas oleh Obieta. Bola kacau berhasil diolah menjadi tendangan kepala yang menembus sudut jauh gawang lawan, mencetak brace dan mengembalikan keunggulan Borneo menjadi 2-1.

Menjelang akhir pertandingan, Madura United berusaha keras mengejar poin. Pada menit ke-80, Lulinha menemukan ruang tembak dan melancarkan tembakan keras ke arah gawang. Nadeo Argawinata kembali menunjukkan kualitasnya dengan menepis bola secara sempurna, menjaga keunggulan tamu.

Detik-detik terakhir menjadi momen dramatis. Memasuki injury time, Mariano Peralta kembali menjadi penentu. Dalam duel satu lawan satu melawan bek Madura United, Peralta menyalurkan kecepatan dan ketenangan, menembakkan bola ke sudut bawah gawang yang tak terjangkau kiper Diky Indriyana. Gol ketiga ini menegaskan kemenangan 3-1 bagi Borneo FC, sekaligus menutup semua peluang balasan Madura United.

Berikut susunan pemain yang terlibat dalam laga tersebut:

  • Madura United: Dicky; Sasongko (Giovani 67′); Monteiro; Rusadi; Ruxi; Palic; Muslihuddin (Goncalves Junior 55′); Nufiandani (Alesandro 55′); Wehrmann (Afrisal 80′); Lulinha; Brandão (Riquelme 67′).
  • Borneo FC: Nadeo Argawinata; Alfharezzi (Redzuan 72′); Cleylton; Nduwarugira; Caxambu (Ardi Idrus 82′); Felipe Villa (Astina 84′); Rivaldo Enero; Hirose; Ikhsan Zikrak (Teguh Putra 46′); Obieta (Anez 72′); Peralta.

Hasil ini memberikan dampak signifikan terhadap peta klasemen. Borneo FC kini menempel pada Persib Bandung dengan selisih poin tipis, mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen bersama sang juara bertahan. Sementara itu, Madura United semakin terperosok ke zona degradasi, kini berada di posisi ke-16 dengan 20 poin, hanya satu poin di atas Persis Solo yang masih berada dalam zona aman.

Analisis taktik menunjukkan bahwa Borneo FC berhasil memanfaatkan kecepatan sayap dan ketajaman penyelesaian akhir. Peralta dan Obieta menjadi faktor kunci, tidak hanya mencetak gol tetapi juga menciptakan peluang bagi rekan setim. Di sisi lain, Madura United harus memperbaiki koordinasi pertahanan, terutama dalam mengelola situasi bola mati, yang terbukti menjadi titik lemah pada gol bunuh diri.

Ke depan, Borneo FC akan menghadapi tantangan berat dalam beberapa pekan mendatang, termasuk pertemuan melawan tim-tim papan atas lainnya. Konsistensi dalam mempertahankan performa ofensif serta meningkatkan kestabilan pertahanan menjadi kunci utama untuk tetap bersaing memperebutkan gelar juara.

Untuk Madura United, perjuangan menghindari degradasi masih panjang. Perbaikan strategi, terutama dalam menambah produktivitas menyerang dan mengurangi kesalahan defensif, menjadi keharusan. Manajemen klub perlu mengevaluasi performa pemain dan mungkin melakukan penyesuaian taktik atau pergantian pemain di bursa transfer mendatang.

Secara keseluruhan, laga ini menegaskan kembali betapa kompetitifnya BRI Super League 2025/26. Dengan delapan pertandingan tersisa, setiap poin menjadi krusial bagi tim yang berambisi mengangkat trofi, sementara tim yang berjuang di zona bawah harus berjuang keras untuk mengamankan posisi aman mereka di klasemen.

Dengan kemenangan ini, Borneo FC menunjukkan tekad kuat untuk terus menekan Persib Bandung dan menjaga harapan mereka tetap hidup menjelang penutupan musim. Sementara Madura United harus bangkit dari kegagalan dan mencari cara untuk memperbaiki posisi mereka sebelum batas waktu kompetisi berakhir.

Pos terkait