BNN Ungkap Sering Temukan Sabu dan Obat Bius dalam Cairan Vape: Ancaman Baru Penyalahgunaan Narkotika

BNN Ungkap Sering Temukan Sabu dan Obat Bius dalam Cairan Vape: Ancaman Baru Penyalahgunaan Narkotika
BNN Ungkap Sering Temukan Sabu dan Obat Bius dalam Cairan Vape: Ancaman Baru Penyalahgunaan Narkotika

123Berita – 07 April 2026 | Direktorat Narkotika Nasional (BNN) menegaskan bahwa pemakaian rokok elektronik atau vape kini menjadi fokus pengawasan serius karena kerap kali ditemukan zat narkotika terlarang di dalam cairannya. Dalam serangkaian operasi rutin, petugas BNN melaporkan penemuan sabu (metamfetamin) dan berbagai jenis obat bius, termasuk ekstasi dan ganja, yang disamarkan sebagai rasa atau aroma vape.

Penemuan tersebut bukan kejadian pertama. Data internal BNN menunjukkan tren peningkatan penyelundupan narkotika melalui produk vape selama dua tahun terakhir. Menurut statistik yang dirilis pada awal tahun ini, sebanyak 37 persen dari total penyitaan cairan vape mengandung zat psikotropika, dengan sabu menjadi komoditas paling sering terdeteksi.

Bacaan Lainnya

Strategi penyamaran ini memanfaatkan popularitas vape di kalangan remaja dan dewasa muda. Cairan vape yang semula dipasarkan sebagai alternatif rokok konvensional kini berpotensi menjadi media pengiriman narkotika yang sulit dideteksi. BNN mengingatkan bahwa aroma manis, buah‑buah, atau rasa dessert tidak menjamin keamanan produk tersebut. “Kami menemukan bahwa para pelaku mengkonsentrasikan narkotika dalam konsentrasi tinggi, lalu menambahnya ke dalam e‑liquid sehingga pengguna tidak menyadari adanya zat berbahaya,” ujar Kepala Biro Penindakan Narkotika, Dr. Ahmad Fauzi, dalam konferensi pers kemarin.

  • Metode Penyisipan: Narkotika dicampur dengan basis propilen glikol (PG) atau gliserin sayuran (VG) yang umum dipakai dalam e‑liquid.
  • Motif Ekonomi: Nilai jual kembali narkotika dalam bentuk cairan vape lebih tinggi karena sulit dilacak.
  • Target Pasar: Remaja dan pengguna vape yang belum memiliki pengalaman dengan narkotika tradisional.

BNN menambahkan bahwa penyelundupan ini tidak terbatas pada wilayah tertentu. Operasi yang melibatkan aparat kepolisian dan bea cukai menemukan jaringan distribusi yang beroperasi dari wilayah Jawa Barat hingga Sumatera Utara. Beberapa kasus bahkan mengaitkan barang masuk melalui pelabuhan internasional, memanfaatkan celah regulasi pada impor perangkat elektronik.

Dalam upaya menanggulangi permasalahan ini, BNN meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tim gabungan tersebut melakukan inspeksi di toko-toko vape, distributor, serta platform e‑commerce yang menjual produk cairan vape. “Kami mengharapkan pemilik usaha untuk lebih selektif dalam memilih pemasok, serta melaporkan barang mencurigakan kepada pihak berwenang,” tegas Dr. Ahmad Fauzi.

Selain penindakan, BNN juga meluncurkan kampanye edukasi publik yang menekankan bahaya penyalahgunaan vape yang terkontaminasi narkotika. Materi kampanye disebarluaskan melalui media sosial, radio, serta poster di sekolah menengah. Fokus utama kampanye adalah meningkatkan kesadaran bahwa tidak semua produk vape aman, terutama yang dijual secara informal atau tanpa label resmi.

Para ahli kesehatan menilai bahwa kombinasi antara nikotin, bahan kimia cairan vape, dan zat psikotropika dapat menimbulkan efek kesehatan yang kompleks. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Siti Lestari, menjelaskan bahwa penggunaan sabu yang terlarut dalam cairan vape dapat mempercepat penyerapan zat ke dalam aliran darah, meningkatkan risiko kecanduan serta gangguan kardiovaskular.

Sejumlah kasus keracunan yang dilaporkan oleh rumah sakit daerah pada kuartal terakhir menunjukkan gejala seperti peningkatan denyut jantung, paranoia, serta halusinasi pada pengguna vape yang tidak menyadari kandungan narkotika. “Kondisi ini menuntut penanganan medis yang cepat dan penegakan hukum yang tegas,” ujar dr. Siti Lestari.

BNN menegaskan bahwa penyalahgunaan vape sebagai sarana penyamaran narkotika bukan hanya masalah hukum, melainkan juga masalah kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, lembaga tersebut mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, penjual, hingga konsumen—untuk bersama‑sama memutus rantai distribusi ilegal ini.

Kesimpulannya, temuan BNN mengenai keberadaan sabu dan obat bius dalam cairan vape menandai pergeseran taktik pelaku narkoba yang semakin canggih. Pengawasan yang ketat, edukasi yang menyeluruh, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika melalui media baru ini. Masyarakat diharapkan tetap waspada, menolak produk vape yang tidak jelas asal‑usulnya, dan melaporkan setiap temuan mencurigakan kepada pihak berwenang demi menciptakan lingkungan yang bebas narkotika.

Pos terkait