Bernadya Jelajahi Rasa Global: Dari Unagi Jepang hingga Ayam Goreng Petai Nusantara

Bernadya Jelajahi Rasa Global: Dari Unagi Jepang hingga Ayam Goreng Petai Nusantara
Bernadya Jelajahi Rasa Global: Dari Unagi Jepang hingga Ayam Goreng Petai Nusantara

123Berita – 07 April 2026 | Bernadya, penyanyi muda yang kini sedang naik daun, tak hanya dikenal lewat suaranya yang merdu, melainkan juga lewat kegemarannya menelusuri ragam kuliner dari berbagai belahan dunia. Dalam serangkaian foto yang baru-baru ini dipublikasikan, sang artis menunjukkan jejak perjalanannya mulai dari menelusuri pasar tradisional di Indonesia hingga menyantap hidangan eksotis di Negeri Sakura.

Petualangan kuliner Bernadya dimulai ketika ia memutuskan untuk mengunjungi Jepang, negara yang terkenal dengan budaya makan yang mendetail. Di sebuah restoran khusus yang menyajikan unagi (belut bakar khas Jepang), ia mencicipi hidangan yang disebut unagi kabayaki. Menurutnya, rasa manis‑asin yang mengalir dari saus teriyaki yang melapisi belut tersebut memberikan sensasi unik yang sulit ditemukan di makanan Barat. “Tekstur lembut belut yang dipanggang hingga kecoklatan, dipadukan dengan keharuman beras sushi, membuatnya terasa seperti melodi yang menari di lidah,” ungkap Bernadya dalam sebuah wawancara singkat.

Bacaan Lainnya

Setelah menghabiskan waktu di Jepang, Bernadya kembali ke tanah air dengan semangat menjelajah kuliner lokal yang tak kalah menggugah selera. Salah satu makanan yang menarik perhatiannya adalah ayam goreng petai, sebuah kombinasi yang menggabungkan kecrispy‑an ayam goreng dengan aroma khas petai yang kuat. Hidangan ini, yang biasanya menjadi favorit di daerah Sumatra Barat, berhasil memukau sang penyanyi dengan rasa pedas‑gurih yang intens. “Saya tidak pernah menyangka bahwa petai, yang biasanya menjadi bumbu pendamping, bisa menjadi bintang utama dalam sebuah hidangan ayam goreng,” katanya sambil menambahkan bahwa sensasi rasa pedas yang menempel di lidah memberi tantangan tersendiri bagi para pecinta makanan.

Tak hanya berhenti pada dua menu tersebut, Bernadya juga meluangkan waktu untuk mencicipi berbagai kuliner tradisional lainnya, termasuk soto Betawi, bakso Malang, serta aneka jajanan pasar seperti klepon dan onde‑onde. Dalam setiap foto yang dibagikannya, terlihat jelas antusiasme sang artis dalam menelusuri rasa, tekstur, dan aroma yang berbeda‑beda. “Setiap daerah memiliki cerita tersendiri lewat makanan mereka,” ujar Bernadya, menekankan pentingnya melestarikan warisan kuliner Indonesia yang kaya.

Selain menikmati hidangan, Bernadya juga berinteraksi dengan para koki dan penjual makanan. Ia sempat bergabung dalam proses persiapan unagi di Jepang, mempelajari teknik pemanggangan yang presisi, serta membantu menyiapkan bumbu petai bersama para ibu-ibu rumah tangga di sebuah warung di Padang. Pengalaman langsung tersebut tidak hanya menambah pengetahuan kuliner, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara artis dan komunitas lokal.

Media sosial menjadi saksi bisu dari perjalanan kuliner sang penyanyi. Setiap unggahan menampilkan foto berwarna cerah, caption yang penuh semangat, serta tagar yang mengundang penggemar untuk ikut serta dalam food trip virtual. Reaksi publik pun sangat positif; ribuan komentar memuji keberanian Bernadya mengeksplorasi makanan yang kadang dianggap berani atau tidak mainstream. Hal ini menunjukkan bahwa publik tidak hanya menantikan karya musiknya, melainkan juga inspirasi gaya hidup sehat dan penuh petualangan.

Kesimpulannya, Bernadya berhasil menggabungkan kecintaan pada musik dengan passion terhadap kuliner, menciptakan sebuah narasi yang menginspirasi banyak orang untuk lebih terbuka mencoba rasa baru. Dari kelezatan unagi Jepang yang halus hingga keunikan ayam goreng petai yang menggugah selera, setiap langkahnya menjadi bukti bahwa eksplorasi rasa dapat menjadi jendela budaya yang luas. Dengan terus berbagi pengalaman kuliner, Bernadya tidak hanya menambah portofolio pribadi, tetapi juga berkontribusi pada promosi kuliner Indonesia di mata dunia.

Pos terkait