BCA Salurkan Pinjaman Rp600 Miliar untuk Green SM Indonesia, Dorong Pengembangan Mobil Listrik di Kota Besar

BCA Salurkan Pinjaman Rp600 Miliar untuk Green SM Indonesia, Dorong Pengembangan Mobil Listrik di Kota Besar
BCA Salurkan Pinjaman Rp600 Miliar untuk Green SM Indonesia, Dorong Pengembangan Mobil Listrik di Kota Besar

123Berita – 04 April 2026 | Bank Central Asia (BCA) dan Green SM Indonesia menandatangani perjanjian pinjaman investasi sebesar Rp600 miliar dengan tenor lima tahun. Kesepakatan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan di Indonesia.

Pinjaman tersebut dirancang untuk memberikan dukungan modal kerja serta memperkuat struktur keuangan Green SM Indonesia, sehingga perusahaan dapat memperluas layanan taksi berbasis mobil listriknya secara berkelanjutan. Dengan dana ini, Green SM berencana meningkatkan kesiapan operasional, memperluas jaringan layanan, dan mengoptimalkan standar profesional bagi para pengemudi.

Bacaan Lainnya

Senior Vice President Corporate Banking BCA, Denny Haryanto, menegaskan komitmen bank dalam mendukung bisnis yang memiliki visi jangka panjang, khususnya pada sektor transportasi berkelanjutan. Ia menyatakan, “Perjanjian ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung inisiatif yang berkontribusi pada ketahanan ekonomi jangka panjang serta tanggung jawab lingkungan. Transportasi berkelanjutan semakin penting bagi pembangunan perkotaan di Indonesia.”

Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menambahkan bahwa fasilitas pinjaman ini merupakan pengakuan atas model operasional perusahaan yang disiplin dan berorientasi pada pengembangan jangka panjang. “Pinjaman investasi ini memperkuat fondasi keuangan kami, memungkinkan layanan tetap stabil dan konsisten di berbagai kota tempat kami beroperasi,” ujarnya.

Sejak memulai operasional di Indonesia, Green SM telah memperluas layanan ke sejumlah wilayah utama, antara lain:

  • Jakarta
  • Makassar
  • Bekasi
  • Surabaya
  • Bali

Keberadaan layanan taksi listrik di kota‑kota tersebut menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan yang semakin kompleks, sekaligus berupaya menurunkan emisi karbon dan kebisingan. Mobil listrik yang digunakan oleh Green SM tidak hanya menawarkan alternatif transportasi yang lebih bersih, tetapi juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Secara ekonomi, pinjaman Rp600 miliar tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor otomotif listrik di dalam negeri. Dengan dukungan pembiayaan jangka panjang, Green SM dapat mempercepat akuisisi armada kendaraan listrik, memperluas jaringan pengisian, serta meningkatkan kualitas layanan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan proporsi kendaraan listrik dalam total penjualan kendaraan bermotor.

Selain manfaat lingkungan, peningkatan layanan taksi listrik juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, baik di bidang operasional, pemeliharaan, maupun infrastruktur pengisian daya. BCA, sebagai lembaga keuangan, melihat peluang ini sebagai bagian dari portofolio pembiayaan berkelanjutan yang dapat meningkatkan reputasi dan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Para analis ekonomi menilai bahwa kolaborasi antara institusi keuangan besar dan perusahaan transportasi inovatif seperti Green SM dapat menjadi model bagi investasi hijau di Indonesia. Dengan menyalurkan dana pada sektor yang berpotensi mengurangi emisi, BCA turut berperan dalam pencapaian agenda perubahan iklim nasional.

Ke depan, Green SM Indonesia berencana memperluas layanan ke kota‑kota lain yang belum terjangkau, sambil meningkatkan kualitas armada listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dukungan BCA diharapkan menjadi katalisator bagi percepatan adopsi kendaraan listrik, sekaligus memberikan sinyal positif kepada investor lain untuk menanamkan modal pada sektor transportasi berkelanjutan.

Dengan landasan keuangan yang lebih kuat, Green SM Indonesia berada pada posisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan operasional, memperkuat kehadiran merek, dan berkontribusi pada visi Indonesia sebagai negara dengan transportasi perkotaan yang bersih, efisien, dan berdaya saing global.

Pos terkait