123Berita – 09 April 2026 | Bardia Saadat kembali mencuri sorotan publik Indonesia setelah memimpin Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) menembus Final Four Proliga 2026. Sebagai pemain posisi opposite, Saadat tidak hanya menjadi andalan serangan, melainkan juga menampilkan kemampuan blok yang mengesankan. Penampilan konsisten sepanjang musim ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain asing terpenting di liga voli putra tanah air.
Berusia 27 tahun, Saadat memiliki postur tinggi 202 cm yang memberi keuntungan signifikan dalam duel di net. Tinggi badan yang luar biasa tersebut dipadukan dengan lompatan vertikal mencapai 95 cm, menjadikannya ancaman utama pada setiap serangan. Statistik resmi Proliga mencatat rata-rata 19,5 poin per pertandingan selama fase reguler, dengan kontribusi 11,2 poin berasal dari serangan, 4,1 poin dari blok, dan sisanya dari servis serta poin taktis.
Karier internasional Saadat dimulai di Iran, negara asalnya, di mana ia mengasah kemampuan bersama klub top liga Iran sebelum memutuskan berkarier di Asia Tenggara. Keputusan pindah ke Indonesia terjadi pada musim 2024, dan sejak saat itu ia menjadi figur sentral bagi JBP. Di luar lapangan, Saadat dikenal aktif di media sosial, khususnya Instagram dengan lebih dari 120 ribu pengikut, yang menjadi platform bagi ia berbagi latihan, kehidupan sehari-hari, dan dukungan untuk perkembangan voli di Indonesia.
Berikut ini ringkasan data pribadi dan prestasi utama Bardia Saadat yang relevan dengan penampilan di Proliga 2026:
| Data | Informasi |
|---|---|
| Nama | Bardia Saadat |
| Usia | 27 tahun |
| Kebangsaan | Iran |
| Tinggi | 202 cm |
| Posisi | Opposite |
| Klub Saat Ini | Jakarta Bhayangkara Presisi |
| Nomor Punggung | 12 |
Selama fase grup, JBP mengandalkan Saadat untuk mengatasi tim-tim kuat seperti Surabaya Bhayangkara dan Bandung Bima Sakti. Pada pertandingan melawan Surabaya, Saadat mencetak rekor pribadi 28 poin, termasuk 9 blok yang mematikan. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama yang solid dengan setter tim, yang berhasil menyalurkan bola tepat ke tangan Saadat pada momen-momen krusial.
Prestasi yang telah diraih Saadat sebelum menjejakkan kaki di Indonesia meliputi medali perak di Asian Club Championship 2021 bersama klub asalnya, serta penghargaan Best Opposite di Iranian Super League 2022. Pengalaman internasional tersebut memberikan nilai tambah bagi JBP dalam kompetisi yang semakin kompetitif, terutama pada tahap knockout dimana tekanan mental menjadi faktor penentu.
Para pelatih JBP menilai bahwa kehadiran Saadat tidak hanya meningkatkan kualitas teknis tim, melainkan juga menumbuhkan etos kerja yang tinggi. “Bardia membawa standar latihan yang lebih profesional, dari pola pemanasan hingga analisis video. Ia mendorong rekan setim untuk selalu memberi yang terbaik,” ujar pelatih kepala JBP, Andi Prasetyo, dalam sebuah wawancara pasca laga semifinal.
Di luar lapangan, Saadat juga aktif dalam program pengembangan voli muda di Jakarta. Ia rutin mengadakan klinik voli gratis bagi anak-anak kurang mampu, sekaligus mempromosikan pentingnya sportivitas dan disiplin. Kegiatan sosial ini mendapat sambutan positif dari komunitas lokal, memperkuat citra positifnya sebagai atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkontribusi pada masyarakat.
Penampilan Bardia Saadat di Final Four Proliga 2026 menjadi bukti nyata bahwa investasi klub pada pemain asing berkelas dapat memberikan hasil yang signifikan. Dengan statistik mengesankan, kepemimpinan di dalam tim, serta peran sosial yang menginspirasi, Saadat menegaskan dirinya sebagai figur sentral dalam mengangkat profil voli Indonesia ke kancah internasional. Ke depannya, harapan besar menanti Saadat untuk terus menambah daftar prestasinya dan membantu JBP meraih gelar juara.





