123Berita – 10 April 2026 | Barcelona mengajukan komplain resmi kepada UEFA pada hari Selasa, mengklaim keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR) pada pertandingan terakhir melanggar prinsip keadilan kompetitif. Komplain tersebut berfokus pada insiden handball yang dilakukan pemain Real Sociedad, Marc Pubill, yang dianggap mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.
Insiden terjadi pada menit ke-23 babak pertama ketika bola meluncur ke dalam kotak penalti. Pubill, yang berada di posisi menyerang, mencoba mengalihkan bola dengan lengannya. Wasit utama tidak memberi isyarat penalti, sementara VAR meninjau video selama beberapa detik sebelum memutuskan tidak mengintervensi. Keputusan itu memicu protes keras dari pemain dan staf Barcelona, yang menilai bahwa pelanggaran seharusnya dihukum dengan tendangan bebas atau bahkan penalti.
Pelatih Barcelona, Xavi Hernández, menyatakan kekecewaannya dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Kami menghargai teknologi VAR, namun dalam kasus ini jelas ada kesalahan. Kami meminta UEFA untuk melakukan penyelidikan resmi agar keadilan dapat ditegakkan,” ujar Xavi. Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut tidak hanya merugikan tim secara taktis, tetapi juga mempengaruhi moral pemain di lapangan.
Dalam surat resmi yang dikirim ke Komite Disiplin UEFA, delegasi Barcelona menuliskan kronologi lengkap insiden, termasuk link video internal, analisis teknis, serta pernyataan saksi mata dari pemain dan ofisial tim. Surat tersebut menuntut agar UEFA meninjau prosedur VAR yang diterapkan pada pertandingan tersebut, serta mempertimbangkan sanksi disiplin terhadap wasit utama jika terbukti kelalaian.
Para analis sepak bola menilai bahwa keputusan wasit pada insiden handball Pubill mencerminkan ketidakseragaman dalam penerapan aturan FIFA tentang handball. Beberapa kasus sebelumnya, seperti kontroversi handball pada Piala Dunia 2022, menunjukkan bahwa interpretasi wasit dapat bervariasi tergantung pada konteks pertandingan. VAR seharusnya berfungsi sebagai penyeimbang, namun dalam kasus ini tampaknya tidak memberikan koreksi yang memadai.
- 23′ – Bola masuk ke kotak penalti, Pubill mengalihkan dengan tangan.
- 24′ – Wasit tidak memberi isyarat penalti.
- 24′ – VAR meninjau video selama 7 detik, kemudian memberi sinyal “lanjutkan permainan”.
- 30′ – Barcelona kehilangan peluang emas setelah serangan balik gagal.
Reaksi publik pun beragam. Sebagian pendukung Barcelona mengirimkan petisi daring yang menuntut tindakan tegas dari UEFA, sementara penggemar Real Sociedad berpendapat bahwa keputusan tersebut sudah tepat mengingat posisi tubuh Pubill saat mengalihkan bola. Di media sosial, hashtag #UEFAInvestigasi dan #JusticeForBarca menjadi trending di kalangan netizen Spanyol.
UEFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai komplain tersebut. Namun, Komite Disiplin biasanya memberikan waktu 48 jam bagi klub yang mengajukan keberatan untuk menyampaikan bukti tambahan sebelum keputusan akhir diambil. Jika UEFA memutuskan bahwa keputusan wasit dan VAR memang melanggar regulasi, kemungkinan konsekuensi meliputi peringatan resmi, denda, atau bahkan perubahan hasil pertandingan melalui penetapan ulang.
Selain implikasi langsung pada hasil poin liga, insiden ini dapat mempengaruhi posisi Barcelona dalam perebutan gelar La Liga. Dengan selisih poin tipis di papan klasemen, setiap keputusan yang mempengaruhi tiga poin menjadi krusial. Barcelona kini menatap pertandingan berikutnya dengan tekad untuk memperbaiki selisih dan menghindari ketergantungan pada keputusan teknologi yang masih dipertanyakan.
Para ahli hukum olahraga menekankan bahwa proses investigasi UEFA harus transparan dan mengacu pada regulasi resmi VAR yang diterbitkan pada tahun 2020. Mereka menyarankan agar klub memberikan data statistik lengkap, termasuk sudut serangan, posisi pemain, dan kecepatan bola pada saat insiden, untuk memastikan penilaian yang objektif.
Dalam jangka panjang, kasus ini dapat menjadi katalisator bagi UEFA untuk meninjau kembali protokol VAR, termasuk durasi review, kriteria intervensi, dan pelatihan wasit. Sejumlah federasi nasional sudah mengusulkan revisi aturan handball, menambahkan elemen niat (intent) sebagai faktor penentu hukuman.
Sejauh ini, Barcelona menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur sampai keadilan tercapai. “Kami menuntut integritas kompetisi. Jika UEFA mengabaikan komplain kami, kami akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut,” pungkas Xavi. Komplain resmi ini menambah daftar panjang kontroversi VAR yang menyoroti tantangan teknologi dalam menjaga keadilan di lapangan hijau.





