123Berita – 09 April 2026 | Barcelona menelan kekalahan 0-2 di kandang sendiri melawan Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions musim 2025/26. Pertandingan yang digelar di Stadion Camp Nou pada Kamis, 9 April 2026 ini menjadi sorotan karena tim asal Catalunya harus bermain dengan hanya sepuluh pemain setelah bek muda mereka, Pau Cubarsi, menerima kartu merah pada menit ke-44.
Sejak peluit awal, Barcelona menunjukkan niat menyerang dengan menekan pertahanan Atletico. Pada menit ke-18, Marcus Rashford berhasil menemukan ruang di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan yang pada awalnya tampak akan menjadi gol pembuka. Namun, keputusan VAR membatalkan gol tersebut karena rekan setimnya, Lamine Yamal, berada dalam posisi offside pada saat memberikan assist.
Keberuntungan Barcelona tidak bertahan lama. Pada menit ke-44, Cubarsi terlibat insiden keras dengan gelandang Atletico, Giuliano Simeone. Setelah umpan panjang mengarah ke Simeone, Cubarsi menabrak pemain lawan dan terjatuh, menyebabkan wasit Istan Kovacs menghentikan permainan dan mengeluarkan kartu merah. Keputusan itu membuat Barcelona kehilangan satu pemain kunci di lini pertahanan mereka.
Detik-detik berikutnya, Atletico memanfaatkan situasi tersebut. Julian Alvarez mengambil tendangan bebas dari sisi kanan lapangan pada menit ke-45 dan mengarahkan bola ke sudut kiri gawang, tepat di bawah jaga kiper Joan Garcia. Gol pertama itu memberi Atletico keunggulan 1-0 sebelum jeda pertama berakhir.
Babak kedua dimulai dengan Barcelona yang kini harus mengatur taktik dengan hanya sepuluh pemain di lapangan. Hansi Flick, pelatih Barcelona, berusaha menyeimbangkan serangan dan pertahanan, namun tekanan Atletico terus meningkat. Pada menit ke-55, Rashford kembali memiliki kesempatan lewat tendangan bebas, namun kiper Atletico, Juan Musso, berhasil menepis bola dengan baik, menjaga keunggulan tim tamu.
Puncak aksi terjadi pada menit ke-70 ketika Atletico melancarkan serangan cepat. Matteo Ruggeri mengirimkan umpan panjang ke depan, tepat ke mulut gawang di area penalti. Alexander Sorloth, yang berada di posisi optimal, menerima bola dan menaklukkan kiper Joan Garcia dengan tembakan yang menembus sudut atas gawang. Gol kedua ini menegaskan keunggulan 2-0 bagi Atletico Madrid.
Setelah gol kedua, Barcelona berusaha keras mengejar hasil, namun harus beroperasi dengan kekurangan satu pemain di lini belakang. Upaya mereka tidak menghasilkan peluang berbahaya, sementara Atletico mempertahankan dominasi dengan menutup ruang bagi serangan Blaugrana.
Di penghujung laga, kedua tim tidak mencetak gol tambahan. Pertandingan berakhir dengan skor 0-2 untuk Barcelona, memberi keunggulan agregat 2-0 bagi Atletico Madrid menjelang leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Metropolitano, Madrid, pekan depan.
Berikut susunan pemain yang memulai kedua tim pada laga tersebut:
- Barcelona (4-2-3-1): Joan Garcia; Jules Kounde, Pau Cubarsi, Gerard Martin, Joao Cancelo; Eric Garcia, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Marcus Rashford; Robert Lewandowski. Pelatih Hansi Flick.
- Atletico Madrid (4-4-2): Juan Musso; Nahuel Molina, Robin Le Normand, David Hancko, Matteo Ruggeri; Giuliano Simeone, Marcos Llorente, Koke, Ademola Lookman; Antoine Griezmann, Julian Alvarez. Pelatih Diego Simeone.
Kekalahan ini menambah catatan kurang menguntungkan Barcelona di panggung Liga Champions, terutama setelah mereka harus menelan hasil buruk di kandang sendiri. Hansi Flick kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki performa tim dalam leg kedua, sementara Diego Simeone dapat melanjutkan strategi defensifnya yang terbukti efektif.
Secara taktis, keputusan wasit yang mengeluarkan kartu merah kepada Cubarsi menjadi titik balik yang krusial. Tanpa bek tengah tersebut, Barcelona kehilangan keseimbangan defensif, memberi ruang bagi Atletico untuk mengontrol lini tengah dan menciptakan peluang berbahaya.
Di luar lapangan, tekanan media dan para pendukung semakin menguat, menuntut performa konsisten dari skuad Blaugrana yang kini berada di ambang krisis. Jika Barcelona gagal membalikkan keadaan di leg kedua, mereka berisiko tereliminasi dari kompetisi paling bergengsi di benua Eropa.
Kesimpulannya, Atletico Madrid berhasil memanfaatkan keunggulan numerik dan strategi menyerang yang terorganisir untuk menundukkan Barcelona dengan skor 2-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions. Barcelona harus mengatasi kekurangan satu pemain, memperbaiki pertahanan, dan menemukan cara untuk menembus pertahanan rapat Atletico jika ingin tetap bertahan di kompetisi ini.





