123Berita – 05 Mei 2026 | Pengadilan negeri Belanda menolak banding yang diajukan oleh klub Eredivisie, NAC Breda, terkait pertandingan melawan Go Ahead Eagles yang sempat dibatalkan karena sengketa paspor pemain Dean James. Keputusan tersebut mengukuhkan hasil pertandingan, memastikan Go Ahead Eagles tetap meraih tiga poin, dan membebaskan Dean James untuk melanjutkan kariernya di liga utama.
Kontroversi bermula pada laga pekan ke-23 Eredivisie yang berlangsung di stadion De Adelaarshorst, Breda. NAC Breda mengklaim bahwa Dean James, gelandang asal Inggris yang baru bergabung dengan Go Ahead Eagles, tidak memiliki dokumen izin bermain yang sah. Klub hijau‑merah menuntut pertandingan diulang, menilai pelanggaran administratif tersebut memberikan keuntungan tidak adil bagi lawan.
Setelah pertandingan selesai dengan skor 2-1 untuk Go Ahead Eagles, NAC Breda mengajukan banding ke Pengadilan Uterech, sebuah lembaga peradilan khusus yang menangani perselisihan olahraga di Belanda. Banding tersebut menuntut peninjauan kembali hasil laga dan pencabutan kemenangan Eagles, dengan dasar bahwa pelanggaran paspor merupakan pelanggaran regulasi kompetisi.
Pengadilan menilai bahwa dokumen Dean James, meskipun sempat tertunda, telah mendapatkan persetujuan sementara dari KNVB (Konfederasi Sepak Bola Belanda) sebelum pertandingan berlangsung. Menurut putusan, persetujuan tersebut sudah cukup untuk mengesahkan keabsahan pemain dalam kompetisi resmi, sehingga tidak ada dasar hukum yang kuat untuk mengulang pertandingan.
Dalam alasan putusannya, hakim menegaskan bahwa proses verifikasi dokumen pemain berada di bawah tanggung jawab klub yang bersangkutan. NAC Breda, yang seharusnya melakukan pengecekan lebih teliti, tidak dapat menyalahkan otoritas liga atas kelalaian internal. Selain itu, pengadilan menyoroti potensi gangguan kompetisi yang signifikan jika hasil pertandingan dapat diubah secara retroaktif.
Reaksi dari kedua klub pun beragam. Manajer Go Ahead Eagles menyatakan rasa lega atas keputusan tersebut, menekankan bahwa timnya siap melanjutkan perjuangan di papan tengah klasemen. Sementara itu, pimpinan NAC Breda mengaku kecewa, namun berjanji akan memperkuat prosedur administratif agar tidak terulang kembali.
Dean James, yang menjadi pusat sengketa, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dan penggemar atas dukungan yang diberikan. Pemain berusia 24 tahun itu menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal bagi Go Ahead Eagles di sisa musim ini.
Dari perspektif klasemen, kemenangan 2-1 memperkuat posisi Go Ahead Eagles di urutan ke-12 dengan 31 poin, sedangkan NAC Breda tetap berada di zona degradasi dengan 22 poin. Keputusan pengadilan memastikan bahwa pergerakan poin tidak berubah, sehingga persaingan relegasi tetap ketat menjelang akhir musim.
Kasus ini menjadi sorotan penting bagi dunia sepak bola Belanda, mengingat semakin kompleksnya regulasi internasional terkait transfer pemain dan izin kerja. Pengadilan menegaskan bahwa kepatuhan administratif adalah tanggung jawab bersama antara klub, pemain, dan federasi, serta menekankan pentingnya prosedur verifikasi yang cepat dan transparan.
Secara keseluruhan, penolakan banding NAC Breda menegaskan prinsip keadilan kompetitif dan menutup satu bab perselisihan yang sempat menggoyang dunia sepak bola Eredivisie. Keputusan ini diharapkan menjadi preseden bagi kasus serupa di masa depan, mengingat pentingnya kepastian hukum dalam kompetisi olahraga profesional.
