123Berita – 09 April 2026 | Jakarta – Dunia mode kembali bergemuruh setelah edisi Mei 2026 Vogue menampilkan kolaborasi tak terduga antara pemimpin redaksi ikonik dan aktris legendaris. Anna Wintour, yang selama lebih dari tiga dekade mengarahkan arah mode global, muncul berdampingan dengan Meryl Streep, yang kembali memerankan karakter Miranda Priestly dalam adaptasi terbaru film The Devil Wears Prada. Foto-foto yang dihasilkan sutradara Greta Gerwig menampilkan momen intim, penuh percakapan hangat, dan gaya visual yang memadukan kemewahan dengan nuansa misterius.
Penggambaran pertama menampilkan Anna Wintown dengan gaun merah menyala yang dipadukan sepatu hak tinggi Manolo Blahnik. Penampilannya tak sekadar berani, melainkan menegaskan aura “effortless luxury” yang selalu menjadi ciri khasnya. Sementara itu, Meryl Streep tampil dalam setelan navy yang tajam, dilengkapi jam tangan Cartier yang menambah kesan powerfull. Kedua tokoh ini tampak bersanding dalam sebuah ruang yang dirancang menyerupai interior mobil klasik, memberi kesan kedekatan sekaligus eksklusivitas.
Di foto kedua, keduanya berada di dalam mobil mewah. Meryl mengenakan mantel Dolce & Gabbana yang santai, celana Loro Piana, serta sepatu dan kacamata hitam Prada. Posisi tubuhnya menyerupai seseorang yang baru saja terlelap di kursi penumpang, menambah kesan spontan dan tidak terkesan dipaksakan. Sementara Anna tetap memancarkan keanggunan dengan mantel bercorak Chanel yang memadukan warna hitam, coklat, dan putih, dilengkapi bros elegan, kacamata hitam Chanel, dan sepatu bot Manolo Blahnik.
Greta Gerwig, yang dikenal lewat karya-karya filmnya yang menyentuh, menjelaskan bahwa pertemuan ini lebih dari sekadar sesi foto. Ia menggambarkan suasana dialog yang mengalir layaknya pertemuan teman lama: pembicaraan tentang teater, politik, tantangan mengasuh anak, hingga pengalaman menjadi kakek‑nenek. Dialog ini menegaskan kedalaman karakter masing‑masing, sekaligus menyoroti sisi manusiawi di balik citra publik yang megah.
Berikut beberapa elemen visual yang menonjol dalam sampul Vogue Mei 2026:
- Warna dominan: merah berani pada dress Anna, navy elegan pada setelan Meryl.
- Aksesori: Manolo Blahnik, jam tangan Cartier, kacamata hitam Chanel dan Prada, serta bros Chanel.
- Rambut: Anna menata bob coklat terang, sementara Meryl menampilkan potongan putih pendek dengan poni samping yang menonjolkan kesan “independent woman”.
- Tekstil: Mantel Dolce & Gabbana, mantel bercorak Chanel, serta bahan Loro Piana yang menambah tekstur visual.
Kalimat yang diucapkan Meryl Streep dalam wawancara Vogue menambah kedalaman narasi: “Saya benar‑benar memikirkan Anna dan mencoba membayangkan rasa tanggung jawab yang ia pikul, serta rasa ingin tahu yang harus dimilikinya.” Pernyataan ini mencerminkan rasa hormat mendalam antara dua tokoh yang selama ini menjadi simbol kekuatan perempuan dalam industri masing‑masing.
Sementara itu, Anna Wintour menegaskan kebanggaannya: “Merupakan suatu kehormatan untuk diperankan oleh Meryl, meskipun karakter Miranda Priestly adalah fiksi, pertemuan ini memuaskan rasa penasaran penggemar selama bertahun‑tahun.” Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa meski realitas dan fiksi bersilangan, kolaborasi ini berhasil menghubungkan dua generasi ikonik dalam satu frame visual.
Video teaser yang dirilis oleh Vogue menampilkan cuplikan proses pemotretan, menyoroti sinergi antara tim kreatif Gerwig, fotografer Annie Leibovitz, dan tim styling. Gaya visual yang diusung menekankan kontras antara kemewahan klasik dan sentuhan modern, menciptakan aura misterius yang membuat publik tak henti‑hentinya membahasnya di media sosial.
Penggemar film The Devil Wears Prada dan penggiat fashion menyambut hangat kehadiran kembali karakter Miranda Priestly yang dipentaskan oleh Streep. Bagi mereka, pertemuan ini bukan sekadar foto sampul, melainkan simbol pertemuan dua ikon yang telah lama menjadi referensi dalam dunia mode dan perfilman.
Secara keseluruhan, sampul Vogue Mei 2026 berhasil menyatukan narasi fashion, sinema, dan budaya pop dalam satu gambar yang memikat. Kolaborasi ini menegaskan bahwa dunia mode tidak hanya tentang pakaian, melainkan juga tentang cerita, karakter, dan hubungan yang melintasi batasan industri. Dengan kehadiran Anna Wintour dan Meryl Streep, Vogue kembali membuktikan kapasitasnya sebagai platform yang mampu menciptakan momen ikonik yang akan dikenang dalam sejarah fashion modern.